KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Indramayu, 15 Juni 2014. Peringatan Hari Lingkungan Hidup, hari ini diselenggarakan Pertamina RU VI Balongan sekaligus peresmian Peletakan Batu Pertama Pembangunan Eco Wisata Mangrove. Kegiatan pembangunan Eko Wisata Mangrove ini sangat sesuai dengan Tema Hari Lingkungan Hidup seDunia tahun ini yaitu “Satukan Langkah Lindungi Ekosistem Pesisir Dari Dampak Perubahan Iklim”.

Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA yang hadir ke lokasi tersebut menyatakan “Kawasan Eko Wisata Mangrove merupakan upaya yang sangat baik untuk merehabilitasi kawasan mangrove seluas 25 Ha ini dan sekaligus menjadikan sarana pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak muda di Indramayu dan sekitarnya. Salah satu strategi yang paling berhasil bagi upaya perlindungan keanekaragaman hayati adalah dengan memberikan pendidikan, memberikan sarana penelitian dan mempromosikan keanekaragaman hayati kepada generasi muda.” Rehabilitasi ini memberikan manfaat kepada petani tambak seluas 121 Ha karena melindungi tambak dari pasang surut air laut dan juga abrasi pantai. Ini merupakan upaya untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Apresiasi ditujukan kepada Pertamina, dimana pembangunan kawasan ini juga merupakan bukti kepeduliannya terhadap lingkungan, karena kawasan ini memiliki sejarah yang unik atas upayanya memulihkan pencemaran lingkungan akibat kebocoran minyak pada tahun 2008. Akibat hal tersebut, Pertamina menghabiskan biaya sekitar 141 milyar rupiah untuk penanggulangan dan pemulihan daerah terkena dampak, biaya kompensasi masyarakat sebesar 97 milyar rupiah dan reputasi perusahaan yang terganggu. Ini memberikan pelajaran bahwa ketidak-hatihatian dalam mengelola lingkungan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan serta reputasi yang terganggu yang tidak ternilai dengan uang.

Pada tahun 2013, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan SSPLT (Surat Status Pemulihan Lahan Terkontaminasi) kepada Pertamina yang merupakan keterangan bahwa lahan tercemar sudah dipulihkan. Pertamina RU VI Balongan juga menunjukkan kepedulian dengan terus memperbaiki kinerja lingkungannya terlihat dari peringkat PROPER merah pada tahun 2010 hingga akhirnya dapat menjadi peringkat PROPER hijau pada tahun 2013.

Program Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) KLH dikembangkan untuk mendorong ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup dengan mekanisme publikasi dan pelibatan masyarakat. Hasil penilaian PROPER yang berupa Peringkat Hitam, Merah, Biru, Hijau dan Emas disebarkan informasinya kepada publik sehingga masyarakat paham kinerja penaatan masing-masing perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan pada skala nasional.

Pada kesempatan ini, bersama Bupati Indramayu, Menteri Lingkungan Hidup juga berkesempatan mengunjungi lokasi pemberdayaan masyarakat Pertamina RU VI, Kelompok “Jaka Kencana” yang menampilkan berbagai produk olahan mangrove. Program Pemberdayaan masyarakat ini selain merupakan upaya rehabilitasi mangrove juga diintegrasikan dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Informasi lebih lanjut:
MR Karliansyah,
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp/Fax. 021 – 8520886,
email: sekretariatproper@gmail.com,
proper@menlh.go.id