KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA





Pada tanggal 22 Januari 2004, Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim
melakukan dialog dengan aktivis Green Peace di atas
kapal Rainbow Warrior. Pembicaraan ini membicarakan
permasalahan Penebangan Hutan Liar (Illegal logging) dan Posisi Indonesia
dalam UN Convention on Biological Diversity (CBD) atau Konvensi Keanekaragaman
Hayati PBB.Sedangkan berkaitan dengan kegiatan CBD sendiri Green Peace memberikan
nama kegiatan tersebut sebagai "KTT Kehidupan Bumi" yang
akan membahas mengenai proteksi hutan dan lautan di dunia.

Berkaitan dengan peranan Green Peace sendiri dalam
kampanye perlindungan alam, Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim menyatakan
bahwa Green Peace merupakan aliasi strategis Kementerian
Lingkungan Hidup dalam pelestarian Lingkungan Hidup.

Dalam siaran persnya Greenpeace mengemukakan bahwa Hutan Indonesia, Malaysia
dan Papua New Guinea yang beragam dan kaya serta kepulauan-kepulauan sekitarnya
membentuk hutan surgawi Asia Pasifik. Hutan-hutan yang hijau ini termasuk hutan
mangrove, hutan hijau, hutan rawa dan hutan dataran rendah. Dalam hal ini Greenpeace
telah membutikan dengan usahanya dan bekerjasama dengan masyarakat di Papua
New Guinea (PNG) menyelamatkan lebih dari satu juta hektar hutan alam di propinsi-propinsi
barat dan Milne Bay.

Sejarah Kapal Rainbow Warrior

Sebenarnya kapal aslinya telah tengelam di perairan Selandia Baru pada tahun
1985. Sedangkan nama Rainbow Warrior sendiri terinspirasi dari ramalan Indian
Amerika Utara. Ramalan tersebut berisikan "bahwa disuatu masa manusia akan
menghancurkan dunia karena ketamakannya dan kemudian akan lahir Satria-satria
Pelangi atau Warriors of the Rainbow bangkit untuk menyelamatkannya".

Kapal Berikutnya baru berlayar kembali empat tahun setelah tengelam kapal aslinya
yaitu pada tahun 1989. Sebenarnya kapal tersebut adalah kapal pukat ikan yang
sebelumnya bernama Grampian Fame. Dan kemudian greenpeace menancangkan
tiga buah tiang layar dikapal tersebut agar menyerupai kapal sebelumnya.

Kapal ini dilengkapi dengan peralatan navigasi, pelayaran dan komunikasi elektronik
mutakhir.

Kegaiatan yang luar biasa pernah dilakukan Aktivis Greenpeace diatas
kapal tersebut adalah:

Pada tanggal
9 Juni 1995 – 20 Maret 1996 memprotes percobaan Nuklir di Perairan Moruroa dan kemudian
di tangkap oleh pasukan komando Prancis.

Aktivitas lainnya antara lain adalah:

  • Penjaringan, penangkapan ikan dan penangkapan paus Norwegia
  • Menelusuri hutan-hutan Timur Jauh Rusia dan Asia Tenggara untuk mencari
    bahan-banah beracun
  • Mendokumentasikan potensi dampak perubahan iklim pada terumbu karang di
    laut timor dan pasifik;
  • Menyelidiki dan menghalangi pengapalan bahan bakar plutonium yang berbahaya
    antara Prancis, Belgia, Inggris dan jepang serta
  • Menelusuri perairan Eropa untuk membantu melindungi Hutan-hutan alam asli.

Untuk Informasi Lebih lanjut:

Dina Antonio, Greenpeace Media. HP: +62 811924470