KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SANY0703_1.jpgWonosobo, 21 April 2009. Sejauh mata memandang, di kaki Gunung Sumbing dan Sindoro, dataran tinggi Dieng,  terhampar lahan gundul tidak berpohon.  Gundukan batu-batu besar, dan lahan yang ditanami kentang, wortel, kol, tomat dan bawang, berpotensi mengundang bencana longsong di daerah ini. Kawasan dataran tinggi Dieng merupakan kawasan lindung berada pada ketinggian +2000 m dpl. Luas kawasan ini 6.422,6 ha, meliputi Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang. Sejak tahun 1999, kawasan ini berubah signifikan akibat penjarahan hutan untuk  lahan tanaman hortikultura (kentang), kol dan wortel. Lapar lahan akibat tingginya kebutuhan akan lahan pertanian untuk pengembangan tanaman hortikultura menjadi penyebab penjarahan lahan  yang berdampak pada penggundulan hutan di kawasan dataran tinggi Dieng. Di sisi lain, rendahnya kesadaran masyarakat dan tidak  tersedianya alternatif sumber pencaharian pengganti, menyebabkan petani bertahan menggarap lahan rawan bencana tersebut.

SANY0707_2.jpgAtas pertimbangan hal itu, dalam rangka memperingati Hari Bumi, pada tanggal 21 April 2009, dilaksanakan serangkaian kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Adat dan Tradisional, di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Lingkup kegiatan terdiri dari: Fieldtrip ke kawasan Dieng, Dialog Interaktif Pemberdayaan Masyarakat, dan penanaman pohon. Peserta berjumlah 125 orang, terdiri dari: kader lingkungan, tokoh masyarakat, kelompok tani kawasan Dieng, Forum Peduli Dieng (FPD), PSDA Watch, KSM Cupumas.

Dalam sambutannya,  Deputi MENLH Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat,  menekankan perlunya clearing house sebagai wahana informasi untuk mencari, mensosialisasikan dan menerapkan  model-model pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan lindung Dieng yang dapat mensinergikan antara  kepentingan konservasi dan  ekonomi masyarakat. Beberapa gagasan atau alternatif yang berkembang dalam dialog, seperti: Budidaya kopi luwak, wanatani, ternak sapi dan kambing, dan penanaman pohon produktif. (jp)

Sumber:
Asdep 4/VI, Deputi VI
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jalan D.I. Panjaitan, Kebon Nanas,  Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail: kalpataru@yahoo.com