KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2009, Deputi Menteri Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas menyelenggarakan seminar "Menuju Green Economy: Pertumbuhan Ekonomi versus Pembangunan Lingkungan" pada tanggal 29 Mei 2009, bertempat di Ruang Merak 2, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.
Seminar yang dihadiri oleh 180 peserta tersebut dibuka oleh Sudariyono, Deputi bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas, dengan keynote speech oleh Prof. Emil Salim, dan pembicara Prof. Dorojatun Kuntaradjakti – Guru Besar Ekonomi Politik Ul, Dr. Bayu Krisnamurthi –Deputi Menko Perekonomian, Dr. Fatchudin – Rektor ABFI Institute Perbanas. Sedangkan penanggap utama adalah Prof. Bustanul Arifin – Guru Besar Fakultas Pertanian Unila, Prof. Akhmad Fauzi – Ketua Departemen Ekonomi, Sumber Daya dan Lingkungan IPB dan Prof. Surna T. Djayadiningrat – Dekan Fakultas SBM-ITB. Jalannya seminar dipandu oleh Aviliani, pengamat ekonomi INDEF.

Seminar ini diselenggarakan pada waktu yang tepat, mengingat kenyataan menunjukkan bahwa model pembangunan ekonomi yang dikembangkan telah menggerakkan pembangunan ekonomi yang cenderung ekstraktif dan berjangka pendek. Tanga menafikan adanya perbaikan kualitas sumber daya dan lingkungan, namun secara umum dapat dikatakan bahwa upaya mempertahankan fungsi lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari masih jauh dari yang diharapkan. Sementara itu, sinyal indikator pertumbuhan ekonomi seperti Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto (PDB/PDRB), dan tingkat inflasi tidak diiringi dengan informasi tentang nilai susutnya sumber daya alam (deplesi) dan rusaknya serta tercemarnya lingkungan (degradasi).

Bercermin pada kondisi Indonesia saat ini, maka pendekatan Ekonomi Hijau (Green economy approach) dapat diartikan sebagai suatu model pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan. Ekonomi hijau merupakan suatu lompatan besar meninggalkan praktik-praktik ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek yang telah mewariskan berbagai permasalahan yang mendesak untuk ditangani termasuk menggerakkan perekonomian yang rendah karbon (low carbon economy).

Konsep ekonomi hijau meliputi cakupan yang lugs dan merupakan paradigms baru dalam pembangunan ekonomi guns menggantikan kebijakan-kebijakan lingkungan yang pada mass lalu kerap difokuskan pada solusi jangka pendek. Pendekatan ekonomi hijau merupakan win-win solution dalam mengakhiri perdebatan para penentu kebijakan yang tidak ads habis-habisnya seputar "pelestarian lingkungan" dan "pertumbuhan ekonomi". Atau dengan kata lain, Ekonomi Hijau adalah model pembangunan ekonomi berbasiskan pengetahuan terhadap ecological economic dan green economic yang bertujuan untuk menjawab sating ketergantungan antara ekonomi dan ekosistem serta dampak negatif akibat aktivitas ekonomi termasuk perubahan iklim dan pamanasan global.

Seminar di atas bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Ekonomi Hijau yang menjamin terpeliharanya hubungan timbal batik antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan fungsi lingkungan dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Seminar ini merupakan langkah awal dalam mengambil inisiatif untuk mendorong penerapan pendekatan Ekonomi Hijau dalam pengembangan kebijakan pembangunan.

Informasi lebih lanjut:
Asdep Urusan Pengembangan Insentif dan
Pendanaan Lingkungan melalui telp/fax

921-8517161, 021-8517148 ext.223.