KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Komodo merupakan binatang langka yang hanya terdapat di Indonesia. Komodo berkembang biak dengan cara menetaskan telurnya di tanah-tanah yang tersebar di kepulauan Komodo. Komodo menunggu telurnya menetas antara delapan sampai sembilan bulan.

Komodo kawin antara bulan Juli sampai Agustus, dan delapan bulan kemudian atau bulan April tahun berikutnya kita akan melihat anak-anak Komodo lahir. Dalam setiap tempat bertelur rata-rata terdapat telur sekitar 820 telur. Bila dari 820 telur itu menetas sekitar 200 butir, maka di pulau Komodo telah menetas 1000 kadal buas baru yang haus darah dan daging bangkai. Keganasan binatang melata yang telah lahir ini telah mengancam binatang lain seperti Babi hutan, kijang dan kuda liar.

Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB), pelabuhan terdekat untuk mencapai Pulau Komodo yaitu Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai, Flores Barat. Pulau Komodo adalah bagian dari Taman Nasional Komodo yang mempunyai luas 173 ribu hektar, bagian terbesar Taman Nasional Komodo adalah perairan laut. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Daratan ilalang dan berumput tipis ini adalah habitat asli bagi Kadal raksasa buas. Kadal ini dipercaya sebagai sisa binatang purba Dinosaurus yang masih hidup.

Masyarakat sekitar menyebut binatang raksasa ini dengan sebutan ora. Satu-satunya peradaban di wilayah ini adalah Kampung Komodo, kampung ini adalah kampung nelayan, penduduknya adalah pendatang dari Sumbawa, Bugis dan suku penjelajah lainnya.

Di pulau ini mereka telah membentuk komunitas sendiri sampai beberapa generasi dan hidup berdampingan dengan satwa buas tersebut. Keharmonisan dari kedua komunitas ini telah hampir ratusan tahun terus terbina dengan Ora. Satu-satunya insiden kepada penduduk disini yang pernah terjadi yaitu tewasnya gadis kecil akibat digigit oleh Komodo.

Komodo hidup di Pulau Komodo, di Pulau Linca dan Gilimontang. Dan yang paling banyak hidup ada di pulau Komodo, diperkirakan di sana hidup sekitar 2.500 ekor.
Mangsa terbesar dari Komodo ini adalah satwa yang berada di hutan Taman Nasional ini, Rusa, Babi hutan dan Kuda liar. Komodo termasuk binatang yang cerdik dan hati-hati dalam menangkap mangsanya. Kepada manusia dan Babi hutan ia tidak sembarangan menyerang atau memangsa. Ketika berburu babi yang sedang bergerombol dalam jumlah besar tidak pernah diserang, sebab biasanya Babi akan balik menyerang bersama-sama dan itu membuat takut Komodo, makanya babi hutan yang dijadikan mangsa biasanya Babi hutan yang sedang sendiri atau terpisah dari rombongannya.

Sedang kepada manusia komodo tidak mau menyerang karena akan tahu akibat yang akan ditimbulkan bila memangsa manusia yaitu akan mendatangkan petaka bagi dirinya, kematian.

Komodo bisa berlari dengan kecepatan sekitar 20 km/jam, dan ini merupakan ancaman bagi manusia apabila tidak berhati-hati atau mengusik mereka. Dan bila diganggu mereka umumnya akan menyerang balik dan mengejar.

Ada beberapa larangan bagi pengunjung yang akan datang ke Pulau Komodo ini terutama bagi wanita yang sedang haid atau datang bulan, karena Komodo bisa mencium darah, atau luka berdarah sampai 2 Km. Sebaiknya bila berkunjung ke pulau Komodo, harus mempersiapkan segala sesuatunya termasuk menghindari pakaian berwarna merah.

Selain sebagai kawasan wisata, Pulau Komodo juga sebagai tempat konservasi dan penelitian. Sekarang Komodo di Pulau Komodo terancam punah, karena di habitat aslinya terus terdesak menurun walau ia terus bertelur. Komodo sebenarnya tidak mempunyai predator. Perburuan oleh masyarakat hanya dilakukan kepada kerbau dan Babi hutan. Penurunan habitat Komodo sampai sekarang belum diteliti secara mendalam. Sehingga tidak tahu pasti kepunahan mereka disebabkan karena apa.
Pulau Komodo yang di dalam peta dunia hanya sebuah titik, padahal keberadaannya merupakan karunia yang tiada tandingnya karena hanya ada di Indonesia. Di habitat aslinya akankah Komodo terus terdesak oleh manusia dan pembangunan. Suatu hal yang perlu perenungan lebih lanjut bagi kepentingan generasi mendatang.