KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pasar adalah salah satu elemen penting dari pembentukan sebuah kota dan mencerminkan wajah kota tersebut. Persoalan yang muncul adalah kondisi pengelolaan lingkungan pasar yang masih buruk. Pada saat yang bersamaan sampah perkotaan yang menumpuk di TPA 70% – 80% dihasilkan oleh sampah pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan pasar yang baik bisa menjadi salah satu kunci penting bagi pengelolaan kota yang berkelanjutan.

Saat ini terdapat 13.650 Pasar Tradisional di Indonesia dengan  12,6 juta pedagang dan  Jika setiap pedagang mempunyai 4 anggota maka ada 50 juta   Orang terkait dengan pasar tadisional. Hal ini adalah satu modal dasar yang luar biasa apabila kita mampu membangun kesadaran, komitmen dan inisiatif lokal mereka, bukan hanya dilihat sebagai tekanan pada pengelolaan lingkungan hidup semata.

Pada tanggal 21 September 2006 dalam Acara Temu Kader Lingkungan di Yogyakarta Kementerian Negara Lingkungan Hidup bersama dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPERINDO) melakukan MoU. Hal ini merupakan kesepakatan kedua belah pihak untuk memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungan hidup khususnya di pasar tradisional. MoU ini dilakukan oleh Ketua Asperindo Ir. Joko Setiyanto dengan Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Arief Yuwono, MA disaksikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Rahmat Witoler dan Deputi VI Drs. Sudariyono.

MoU ini adalah langkah awal bersama antar semua pihak untuk melakukan program-program yang bersifat action dan mensinergikan sumberdaya yang dipunyai oleh para pihak untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Informasi lebih lanjut :
Asdep Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
Tel. 021-85911211
E-mail : praszt@menlh.go.id