KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KOMUNIKE BOGOR

BOGOR, KOMPAS — Peserta Konferensi Internasional Muslim I untuk Perubahan lklim menyepakati suatu komunike yang memastikan Muslim dunia harus peduli pada perubahan iklim serta aktif memahami, baradaptasi, dan mengatasinya. Selain itu, peserta sepakat juga untuk menjadikan dan mendukung Kota Bogor sebagai Kota Hijau Lestari.
Komunike tersebut dibacakan Ismid Hadad, ketua komite penyelenggaraan konferensi tersebut, sebelum penutupan konferensi di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Sabtu (I0/4) sekitar pukul 18.00. Komunike dibuat setelah melalui rapat-rapat kelompok, yang hasilnya disetujui secara aklamasi semua peserta konferensi.
Peserta konferensi sekitar 250 orang yang datang dari 14 negara. Mereka adalah para ulama, cendekiawan, dan aktivis LSM Muslim.


Konferensi selama dua hari, sejak Jumat lalu, itu juga diisi dengan kunjungan peserta ke Pesantren Darul Mutaqqin di Parung, Kabupaten Bogor. yang sudah menerapkan pendidikan berwawasan lingkungan hidup. Di sana 14 pohon ditanam, menandai jumlah asal negara peserta konferensi.

Keseimbangan
Komunike tersebut, antara lain, berisi persetujuan bahwa Muslim dunia harus mempelajari Al Quran serta sejarah keilmuan dan peradaban Islam dalam mengenal dan memanfaatkan dunia
secara berkelanjutan. Muslim dunia ke depan menjadi jangkar dalam pembangunan sesuai paradigma keseimbangan lingkungan hidup menyeluruh (holistik). Yakni, keseimbangan hubungan antara manusia dan    Allah (hablum min-Allah),  antara sesama manusia (hablum minannas), serta antara manusia dan alam (hablun minal-alam). Sebab, memilihara ekosistem berarti memelihara dunia.
Muslim dunia juga setuju memosisikan dan membimbing masyarakat sampai ke tingkat bawah untuk bersikap dan sepakat adanya masalah perubahan iklim, dalam upaya beradaptasi dan mitigasi.
Berkaitan dengan itu peserta setuju untuk membangun pusat-pusat kerja sama untuk pertukaran pengetahuan dan palatihan pendidikan. Selain itu, juga merehabilitasi dan revitalisasi sumber daya alam  setempat untuk memprioritaskan peningkatan ketahanan dan kualitas hidup. Muslim dunia juga perlu
mengembangkan masjid sebagai pusat komunitas dan pendidikan yang menebarkan pesan pembangunan berkelanjutan.
Komunike itu juga menyetujui perlunya dibuat pedoman dan kode etik agar penerapan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup berdasarkan pandidikan Islam tepat pengajaran dan penerapannya. Muslim dunia juga perlu bekerja sama dengen Organisasi Konferensi Islam serta organisasi dan jejaring yang ada di tingkat yang lebih luas agar lebih menumbuhkan semangat memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang hijau lestari menuju kehidupan di dunia yang beriman, subur makmur, damai, dan sentosa, atau al khaer.
Persetujuan Muslim dunia itu diberikan mengingat, antara lain, bahwa masalah perubahan iklim dan pemanasan global merupakan perhatian Muslim dunia sebagai umat di belahan dunia lainnya.
Umat Islam yang mencapai satu miliar orang atau seperlima penduduk dunia, menurut peserta Konferensi Internasional Muslim I di Kota Bogor ini, dapat diharapkan memberikan kontribusi pada pembangunan duania dan membantu mengatasi masalah perubahan iklim.
Peserta konferensi jugs mendorong Kota Bogor menjadi Kota Hijau Lestari dan melalui Muslim Association for Climate Change Action (MACCA) dan para pihak lainnya akan menolong mewujudkan serta merealisasikannya. (RTS)

Sumber:
Kompas
Senin, 12 April 2010
Halaman 13