KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SUASANA Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) tahun 2009, yang digelar selama tuga hari (28-30 Mei) di di Jakarta Convention Center, tampak agak berbeda dengan kegiatan sama di tahun sebelumnya. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Lingkungan Sedunia atau Word Environment Day, 5 Juni, kali ini sangat bernuansa edukatif.

Sajian pesan pendidikan bagi masyarakat itu dikemas dalam
berbagai bentuk, baik berupa pameran, mapun melalui seminar, permainan, pertunjukkan musik, dialog dan sebagainya. Kementerian Negara Lingkungan Hidup selaku penyelenggara, tampak ingin menjadikan PLI sebagai instrumen pembelajaran agar setiap pengunjung dapat bersikap peduli lingkungan.

Berbagai stand perusahaan dan pemerintah daerah, misalnya, selain lebih banyak menampilkan keberha¬silan program CSR (Corporate Social Responsibilty), juga menghadirkan berbagai inovasi serta kreatifitas pengolahan sampah dengan pola 3R(Reuse, Reduce, Recycle).

Sedangkan perusahaan-perusahaan besar, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dapat sorotan karena masalah lingkungan, tampak hendak memperbaiki image, dengan menunjukkan kepada publik usaha-usaha yang telah dilakukan dalam memperbaiki kondisi
lingkungan. PT Indotambang, misalnya, bahkan perlu memamerkan miniatur bukit tambang dengan kendaraan-kendaraannya, dan menunjukkan adanya sebagian dari bukit yang masih dijaga kelestariannya. Begitu pula Freeport berusaha menggugah pemikiran anak-anak dengan menampilkan komik berwarna bahwa Freeport sangat komitmen menjaga kelestarian alam Papua. Dan PT Astra memamerkan mobil Toyota Hibrid yang diakuinya sebagai ramah lingkungan. Satu-satunya mobil yang ada di area pameran.

Stand Kementerian Negara Lingkungan Hidup, selain dengan maksimal berupaya menyampaikan berbagai informasi mengenai beragam aktivitas yang telah dilakukan selama ini, juga mengingatkan pengunjung akan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

Meski dikemas dalam bentuk permainan "lempar paku," para staf Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) yang bertugas di Stand Deputi V/Penegakan dan Penaatan Lingkungan Hidup, tak bosan-bosan menjelaskan prosedur penanganan kasus-kasus perusakan dan pencemaran lingkungan, dari tahap penyelidikan hingga dengan pengadilan. "Ingat, kasus lingkungan dapat dikenai tiga jenis sanksi, yakni, sanksi administratif, sanksi perdata, dan sanksi pidana yang bisa berakhir dengan pemenjaraan," ujar penjaga stand yang cantik dan tampak amat menguasai persoalan hukum.

Besarnya, muatan pendidikan juga amat terasa saat berkunjung di Stand UNDP yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, antara lain melalui pemberian

berbagai souvenir menarik semacam permainan ular tangga dengan cerita tentang ozon dan perubahan iklim. Begitu pula pemberian buku saku gratis tentang teknik pembuatan LRB atau lubang resapan biopori, gantungan kunci "CITA 2009" yang memuat berbagai petunjuk praktis tentang upaya penyelamatan bumi.

Tak kalah menarik adalah beberapa stand cinderamata yang dibuat dengan bahan-bahan tidak terpakai, bahan daur ulang atau sampah. Misalnya tas serbaguna yang dibuat dari kernasan-kemasan makanan dari plastik, misalnya bungkus kopi, minyak atau permen. Unik dan kreatif. Juga bisa menciptakan lapangan kerja tersendiri.

Sebagai media pendidikan, PLI kali ini memang cukup menarik karena beragam kegiatan tampak semakin terfokus. Pun demikian, masih ada beberapa hal yang agaknya patut diperbaiki, seperti pemakaian kantong dan botol-botol plastik yang masih dominan. Mungkin akan lebih baik, jika pada PLI di tahun mendatang, peserta pameran mulai dibiasakan memakai pembungkus kertas atau ancaman daun pandan, kemasann daun pisang yang mudah didapat di negara tropis seperti kita.

Tempat sampah memang sudah disediakan dan sudah dibedakan antara sampah organik dengan anorganik. Tetapi masih ada beberapa sampah yang tercecer di jalan.

Kendati masih ada kekurangan di sana-sini, namun PLI 2009 sebagai media pendidikan lingkungan sudah mengalami banyak kemajuan. Dan di masa datang masyarakat Indonesia masih perlu event-event sejenis ini untuk lebih membangkitkan kesadaran penduduknya. "Your planet needs you. Unite to combat climate change".Pil

Sumber:
Koran Akar Rumput
Edisi 18-24 Juni 2009