KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 27 Agustus 2014. Hari ini, nilai Kota Adipura dipublikasikan untuk umum melalui media massa dalam Media Brieffing Kementerian Lingkungan Hidup. Pengumuman ini bertujuan untuk mendorong keterbukaan dan transparansi dalam pelaksanakan penilaian kota bersih. Hasil peringkat penilaian Adipura ini disampaikan langsung oleh Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com., MPM, Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah,dan Ir. Sudirman, MM. Asisten Deputi Pengelolaan Sampah KLH. Publikasi penilaian ini akan terus dilakukan untuk penilaian Adipura tahun-tahun berikutnya dengan tujuan agar ada kontrol penilaian secara langsung dari masyarakat.

Penilaian Adipura periode tahun 2013-2014 dilakukan oleh Dewan Pertimbangan Adipura yang beranggotakan wakil perguruan tinggi, mantan Menteri Lingkungan Hidup, praktisi pengamat perkotaan dan media massa yang juga melihat langsung berkunjungan ke kota Adipura untuk verifikasi hasil penilaian.

Tantangan terhadap Isu-isu Penting terkait Instrumen Kebijakan Adipura dalam mewujudkan Kota Bersih, Hijau, Sehat dan Berkelanjutan yang dihasilkan dari masukan berbagai pihak yang mengemuka antara lain rendahnya kredibilitas dan legitimasi hasil pelaksanaan, hasil penilaian tidak mencerminkan kinerja Kota (sesaat), sustainabilitas kinerja kota rendah, dan ketidaktransparan pelaksanaan dan rendahnya partisipasi publik.

Rasio Ridho Sani menegaskan “Untuk menjawab tantangan tersebut perlu adanya Revitalisasi Program Adipura guna mendapatkan Instrumen Kebijakan yang inovatif dan efektif dalam mewujudkan Kota Bersih, Hijau, Sehat dan Berkelanjutan. Ke depan, Kota Adipura bukan saja Bebas Sampah tapi juga kota Berkelanjtan yang nyaman huni, lieable, smart & green economy. Tahapan pelaksanaan yang jelas dan sistematis sehingga pelaksanaan dapat dengan mudah dilakukan dan dapat dilaksanakan efektif dengan memperhatikan kapasitas dan persoalan yang ada.”

Sebagai upaya terus menerus untuk merevitalisasi Program Adipura, kriteria penilaian kota Adipura akan semakin ditambah bukan saja Bebas Sampah dan memiliki Ruang terbuka & Hijau tapi juga harus bisa menjaga Biodiversity Perkotaan, Udara Bersih, dan Air Bersih (Lingkungan Sehat). Hal tersebut merupakan upaya terus menerus untuk merevitalisasi Program Adipura menuju Kota Bersih, Teduh, Sehat dan Berkelanjutan (Liveable, Smart & Green Economy) di tahun 2020. Selain itu untuk menuju Kota Adipura yang Berkelanjutan dibutuhkan penguatan Kepemimpinan Daerah, Kapasitas Aparat Daerah, Partisipasi Masyarakat dan Peran Dunia Usaha. Semua upaya tersebut dituangkan dalam peta jalan menuju kota berkelanjutan.

Dalam kerangka penguatan peta jalan kota berkelanjutan di tahun 2020, indikator kualitas lingkungan dan sustainabilitas kota akan ditingkatkan terdiri dari :

  1. Bersih, Hijau dan Sehat
  2. Ecology Foot Print yang Rendah:

Mobilitas rendah energi

Budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Kemandirian Energi, Air, Pangan

  1. Ikatan Sosial Kuat
  2. Adaptif terhadap perubahan iklim

Lampiran :

Nilai dan Peringkat ADIPURA untuk Kota Metropolitan, Besar, sedang dan kecil (pdf)

Informasi lebih lanjut:

Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com., MPM
Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan
Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
dan Sampah KLH
Tlp/Fax: 021-85905637,