KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KALI Code, yang mengalir mulai dari Kabupaten Sleman sampai Kota Yogyakarta, telah menjadi barometer penanganan sungai kota di tanah Air. Gerakan bersih dari sampah pun dicanangkan, tidak hanya oleh masyarakat di pinggiran sungai, tapi juga warga Kota Gudeg.

Kemarin ribuan orang, untuk kesekian kalinya, turun ke Kali Code, untuk membersihkan sampah. Aliran sungai sepanjang 20 kilometer pun dijejali warga. Kegiatan itu juga memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia.

Tidak hanya warga, sejumlah pelajar, mahasiswa, dan anggota TNI juga turun ke kali. Mereka berhasil mengangkat delapan meter kubik sampah yang kemudian diangkut ke dalam sebuah truk.

Pembersihan Kali Code diawali dari Jembatan Rejodani, Sleman, dan berakhir di Jembatan Tri Tunggal, Kota Yogyakarta. Sepanjang jarak itu, ada delapan posko pembersih sampah.

“Upaya ini untuk menumbuhkan rasa cinta kepada sungai dan menciptakan Sungai Code yang bersih,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hariyadi Suyudi.

Kegiatan digelar Paguyuban Pemerhati Code, didukung Badan Lingkungan Hidup Kota DI Yogyakarta, Badan Lingkungan Hidup DI Yogyakarta, Dinas Pengairan DI Yogyakarta, dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Kepala Bidang Kebersihan Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Benny Nurhartono, mengungkapkan pihaknya akan terus mengupayakan tidak ada sampah di Kali Code. “Kami akan selalu mengupayakan nol sampah di Kali Code.”

Warga sekitar kali terus diberi pencerahan. Rumah sengaja didesain menghadap sungai sehingga mereka mulai menganggapnya sebagai halaman sendiri. Tujuannya akhirnya, warga selalu menjaga kebersihan Code.

Tak mau kalah, warga di Banjarnegara, Jawa Tengah juga turun ke Waduk Panglima Besar Soedirman atau Waduk Mrica. Sekitar 1.800 orang bekerja keras membersihkan waduk dari eceng gondok. Mereka terdiri dari pejabat dan pegawai pemkab, pelajar, pramuka , dan pencinta alam.

Saat ini, dari sekitar 800 hektare luas waduk, 200 hektare diantaranya tertutupi eceng gondok. “Pengangkatan eceng gondok dari waduk akan menyelamatkan usia waduk dan pembangkit listrik,” kata GM PT Indonesia Power Unit Mrica Rusli Abdul Kadir. (SO/LD/n-3)

Sumber:
Media Indonesia
Senin, 19 Juli 2010
Hal.9
N-3,SO,LD