KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TANAM SEMBILAN JUTA MANGROVE DI TELUK JAKARTA

SAMPAH telah menghancurkan mangrove dan biota di teluk Jakarta. Oleh karena, berbagai upaya dilakukan Kementerian Lingkungan hidup. Dalam lima tahun ke depan ditargetkan ada 9 juta mangrove ditanam di teluk Jakarta. Cara tersebut untuk menghijaukan dan membersihkan teluk yang kini sudah mirip supermarket sampah.

Padahal, beberapa tahun terakhir, baik lembaga swadaya masyarakat maupun pemerintah, sudah melakukan kampanye go green. Akan tetapi efeknya belum begitu kelihatan. “Karena kesadaran yang diperlihatkan masyarakat belum dari dalam diri. Masih sekedar ikut-ikutan dan lips service. Akan tetapi, saya mulai melihat banyak pihak yang sekarang mulai tertarik dengan lingkungan bahkan hampir semua kementerian setiap berbicara, mereka selalu mengucapkan tentang lingkungan, saya senang,” tutur Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta saat berkunjung ke redaksi INDOPOS, Rabu (30/6).

Bahkan, secara intensif Gusti mengaku menjalin kerja sama dan kordinasi dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. “Saya dengan mas Zul (menteri kehutanan) sekarang lebih bersemangat untuk membenahi lingkungan. Walau kami kompak, tidak cukup hanya kami saja, harus semua kementerian dan semua pihak turun agar kita bisa mengatasi global warning yang makin mengkhawatirkan,” lanjut pria asal Kalimantan Selatan tersebut.

Terkait dengan teluk Jakarta, kerusakan mangrove akibat sampahnya. Apa saja ada. Kasur ada, bantal ada, sampah juga ada. Itu yang menjadi kendala utama. “Belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, meninjau hutan mangrove di Taman Wisata Alam Angke kapuk, Jakarta Utara. Kesimpulannya pemerintah saja tidak cukup, harus semua pihak,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, lanjut Gusti presiden mendukung program pemerintah pusat agar bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, pengusaha, dan masyarakat luas untuk memulihkan kerusakan mangrove yang menjadi sumber pangan biota laut, menahan abrasi pantai, serta menahan gelombang tsunami. (nel/bersambung)

Sumber:
Indo Pos
Jum’at, 02 Juli 2010
Hal. 3