KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Mr. Abdul Malik Fadjar, Minister for National Education;
Mr. Harimurti Kridalakasana, Dean of the Atma Jaya University;
Deputies of the Ministery of Environment;
Distinguished Ladies and Gentlement.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

First of all, I would like to extend my sincere gratitude to welcome you
at the First National Environmental Debate to be held in cooperation between
the Ministery of Environment and Atma Jaya Debating Club, Secondly. considering
that most audience is the Indonesian people, please allow me to deliver the
speech in Bahasa indonesia
.

Hadirin yang bahagia,

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat
dan karunia-Nya, kita semua dapat hadir di Pusdiklat Lingkungan Hidup Serpong
ini dalam forum “The First National Environmental Debate ini.

Forum debate lingkungan ini menjadi penting bagi kita dalam upaya mengelola
lingkungan hidup secara global karena akhir-akhir ini kita terlalu sibuk mengurusi
isu-isu politik dan isu-isu sosial lainnya sehingga kita melupakan isu-isu lingkungan.
Tanpa kita sadari, Indonesia telah menjadi negara yang tidak pernah luput dari
masalah asap dan kebakaran hutan, tanah longsor serta baru-baru ini bencana
banjir yang melanda hampir semua daerah di pulau Jawa. Dari masalah dan bencana
tadi, Kementerian Lingkungan hidup sebagai institusi yang mencetuskan kebijakan-kebijakan
lingkungan hidup banyak mendapat sorotan. Sorotan-sorotan yang berasal dari
masyarakat, LSM maupun kalangan akademis ini sebagian besar menanyakan kinerja
Kementerian Lingkungan Hidup selama ini. Sebagai pimpinan institusi yang mendapat
banyak sorotan, saya mengakui bahwa kementerian Lingkuan Hidup perlu meningkatkan
kinerjannya guna mengatasi masalah-masalah lingkungan hidup tersebut.

Ibu, Bapak dan rekan-rekan mahasiswa yang saya hormati,

Kementerian lingkunagn Hidup selama ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk
mengelola lingkungan hidup di Indonesia dengan baik. Namun begitu, tanpa partisipasi
dan kesadaran setiap individu termasuk para mahasiswa, kita tidak dapat mewujudkan
pengelolaan lingkungan hidup yang kita inginkan.

Kita tahu bahwa berbagai krisis telah melanda Indonesia. Adanya, krisis ekonomi,
sosial dan politik telah mempengaruhi pola pikir dan tindakan manusia. Dalam
berbagai hal, manusia cenderung bertindak tanpoa dipikir terlebih dahulu. Pola
kehidupan tradisional sebagian rakyat Indonesia yang semula sangat bersahabat
dengan lingkungan, kini kian terdesak oleh naluri untuk mempertahankan hidup.
Kearifan yang semula merupakan dasar dalam memelihara kelestarian lingkungan
hidup, kini mulai terusik oleh kepentingan untuk dapat melangsungkan hidup.
Masyarakat kini lebih mementingkan prinsip untuk mengejar hasil yang sebesar-besarnya
dalam memenuhi target usaha. Pola hidup masyarakat saat ini sangat memeberikan
kontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang makin kita
rasakan ini antara lain berupa menurunya keanekaragaman hayati, meningkatnya
konsentrasi gas rumah kaca dan bahan-bahan perusak lapisan ozon serta menurunya
kualitas perairan yang menyebabkan menurunnya hasil-hasil sumber daya perairan
tersebut. Aspek-aspek inilah yang patut kita jadikan objek forum ini untuk kita
perdebatkan dan kita diskusikan bersama.

Hadirin yang saya hormati,

Dengan diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemda dan
UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah,
maka kewenangan/peranan Pemda akan meningkat sesuai dengan otonomi daerah. Salah
satu konsekuensi dari pelaksanaan UU No. 22/1999 tersebut adalah Pemda harus
mempersiapkan sebagian anggaran dari sumber pembangunan di daerahnya. Salah
satu pendapatan yang relatif mudah di peroleh adalah sumber daya alam. Akan
tetapi, dalam mengeksploitasi dan mengeplorasi sumber daya alam di daerahnya
dikwatirkan Pemda setempat tidak mempertimbangkan aspek lingkungan hidup sehingga
kualitas lingkunagan hidup akan merosot. Selain itu, mengingat berkurangnya
kemampuan pendanaan Pemerintah Pusat, maka pengawasan kegiatan yang berdampak
pada lingkungan hidup yang semula ditangani Pemerintah Pusat akan dialihkan
kepada Pemda dan masyarakat. Oleh karena itu, di masa datang masyarakatlah yang
akan mengawasi pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di wilayahnya masing-masing.

Ibu, bapak dan rekan-rekan mahasiswa yang berbahagia,

Guna pelaksanaan pengawasan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup tersebut,
adanya forum debat lingkungan antarmahasiswa ini sangat kita butuhkan. Disamping
mahasiswa merupakan generasi muda berpendidikan yang diharapkan dapat mencetuskan
ide-ide baru dalam pengawasan dan penanggulangan kerusakan lingkungan, mahasiswa
juga diharapkan dapat menyosialisasikan pola hidup sadar lingkungan kepada masyarakat
di sekitarnya.

Oleh karena itu, kami mengharapkan agar para peserta dapat memanfaatkan seoptimal
mungkin forum yang berlangsung selama empat hari ini. Kepada para pembicara,
moderator dan panitia, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besrnya
atas jerih payahnya untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Kepada para peserta,
saya juga mengharapkan agar forum ini dapat dijadikan ajang penyeleksian peserta
yang akan mengikuti “ASEAN Environmental Debate” 2002 di Thailand dan
dapat dijadikan sarana pengembangan kesadaran berlingkungan hidup di kalangan
mahasiswa serata sarana untuk menumbuhkan rasa persahabatan di antara mahasiswa
se-Indonesia.

Pada akhir sambutan ini, dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan
The first National Environmental Debate resmi dibuka. Selamat berdebat
dan berdiskusi.

Terima kasih,
Wassaalmu’alaikum Wr. Wb.

Menteri Negara
Lingkungan Hidup,


Nabiel Makarim, MPA, MSM