KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Negara Lingkungan (KLH) memberikan Piagam Penghargaan, dan Ozon Award kepada perorangan, perusahaan, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Karena mereka telah mendukung, berpartisipasi dan aktif berupaya lindungi lapisan ozon tanah air. Dan untuk mendapatkan piagam itu mereka diseleksi dewan juri KLH, Departemen Perindustrian dan BPPT.

Para penerima Piagam Penghargaan, 1. Kelompok Implementing Agency UNDP (United Nations Development Programme). UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) dan Wordbank. 2. Perorangan Aulija Esti Widjiasih. 3. PT Garuda Maintenance Facilities Aero Asia, dan 4. Ditjen Perdaganagan Luar Negeri Deperdag, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Dept Perindustrian, Ditjen Bea Cukai.

Ozon Award diberikan kepada Frank Mummeri eks PT Sucofindo, perintis perlindungan lapisan ozon, Dr. Ir. Ari Darmawan pasek yang konsisten melaksanakan penelitian, study dan sosialisasi terkait perlindungan lapisan ozon, Ir Rana Yusuf Nasir pendukung penghapusan BPO di sektor chiller, dan Prof. Dr. Suprapto MSc, pendukung penghapusan BPO sektor halon.

Ozon Award juga diberikan kepada PT Hartono Istana, pengguna bahan alternatif nono BPO hidrokarbon pada produksi lemari pendingin secara mandiri, PT Pertamina pelaksana riset, pengembangan, dan pemasaran hidrokarbon sebagai bahan alternatif non-BPO, dan kepada Pemprov jawa Tengah, BPLHD DKI Jakarta, Bapedalada Prov Sulawesi Utara dan Banten. Mereka dinilai telah laksanakan semua program perlindungan lapisan ozon di provinsi masing-masing.

Penganugerahan hadiah itu bagi para juara penulisan artikel perlindungan lapisan ozon di banyak media massa cetak terbitan Januari_September 2007. dan September 2007 merupakan bulan Peringatan 20 tahun Protokol Montreal yang jatuh pada 16 September 2007. ada 39 artikel/penulis yang ikut lomba.

Setelah dinilai Dewan Juri dari KLH, ITB, LAPAN, dan Litbang, Pekerjaan Umum, maka Kementerian Negara Lingkungan Hidup menetapkan pemenangnya : Guntur Adi Sukma, Wartawan Harian Analisa Medan jadi juara 1, dengan judul tulisan