KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Produksi Bersih dan Perjanjian Internasional Bidang Lingkungan

Seminar Produksi Bersih dan Perjanjian Lingkungan Internasional Bidang Lingkungan diselenggarakan dalam rangkaian paralel event the Ninth Meeting of the Conference of the Parties to the Basel Convention (COP 9) on the Control of Transboundary Movements of Hazardous Wastes and their Disposal yang diselenggarakan pada tanggal 23 – 27 Juni 2008 di Denpasar Bali.

Seminar tersebut diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2008 di Hotel Ayodya, Nusa Dua dan dihadiri perwakilan dari Pemerintah Daerah, dunia usaha, instansi pemerintah terkait, dan perguruan tinggi.

Topik yang dibahas mencakup produksi bersih  dikaitkan dengan implementasi Perjanjian Internasional Bidang Lingkungan (Multilateral Environmental Agreements-MEAs) khususnya  Konvensi Basel mengenai pengendalian lintas batas limbah berbahaya dan beracun, dan Protokol Kyoto mengenai perubahan iklim.

Produksi bersih merupakan suatu strategi pengelolaan lingkungan yang terpadu dan diterapkan secara terus menerus pada proses, produk dan jasa untuk meningkatkan eko efisiensi dan mengurangi resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penerapan produksi bersih secara sistematis dengan  menekankan pada upaya eko efisiensi dapat mengurangi terbentuknya limbah. Hal ini merupakan salah satu bentuk implementasi perjanjian internasional di bidang lingkungan. Misalnya, mengurangi terbentuknya gas rumah kaca dengan cara efisiensi pemanfaatan energi, dan mengurangi terbentuknya limbah berbahaya dan beracun. Dengan kata lain, penerapan produksi bersih  selain sebagai perangkat untuk implementasi MEAs, dapat juga mengurangi resiko kesehatan manusia, lingkungan, dan sekaligus mengurangi biaya pemulihan lingkungan serta meningkatkan citra perusahaan.

Seminar tersebut di atas diselenggarakan Kementerian Negara LIngkungan Hidup bekerjasama dengan ProLH GTZ. (lawin)