KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

(SuaraPembaca detik.com, Jumat, 01/08/2008 16:21 WIB)

Jakarta
Saat ini semua partai politik peserta pemilu 2009 sedang giat-giatnya
melakukan kampanye. Berbagai model kampanye dilancarkan. Dari mulai
pemasangan bendera partai, penempelan selebaran/pamflet, pemasangan
spanduk, iklan di radio dan televisi, rapat akbar, sampai dengan konvoi
atau pawai kendaraan.

Sebenarnya
sah-sah saja suatu partai menggunakan berbagai media dalam melakukan
kampanye. Memang merupakan keharusan bagi partai untuk memperkenalkan
siapa dirinya dan apa program yang diusungnya kepada publik. Namun,
apabila partai tersebut mengklaim dirinya peduli dengan isu lingkungan
hidup, maka masyarakat dapat menilai apakah partai tersebut benar-benar
peduli pada lingkungan hidup dari caranya berkampanye.

Setidak-tidaknya ada empat hal yang dapat diperhatikan dalam melakukan penilaian tersebut yaitu:

Pertama,
apakah partai tersebut banyak menggunakan materi berbahan dasar kertas
atau plastik dalam kampanyenya? Semakin banyak materi berbahan dasar
kertas atau plastik yang digunakan partai tersebut berarti kepedulian
partai tersebut kepada isu lingkungan hidup semakin rendah.

Kedua,
apakah partai tersebut melakukan konvoi atau pawai kendaraan bermotor?
Semakin sering konvoi kendaraan tersebut dilakukan berarti kepedulian
partai tersebut kepada isu lingkungan hidup semakin rendah.

Ketiga,
apakah partai tersebut menggunakan kayu atau bambu sebagai penunjang
kampanyenya? Semakin banyak kayu atau bambu yang digunakan berarti
semakin rendah kepedulian partai tersebut kepada isu lingkungan hidup.

Keempat,
apakah partai tersebut merusak atau mengotori lingkungan dalam
menempatkan materi kampanyenya? Semakin besar kerusakan lingkungan
akibat penempatan materi kampanye suatu partai berarti semakin rendah
kepedulian partai tersebut kepada isu lingkungan hidup.      

Jika
ditemukan cara berkampanye suatu partai yang menunjukkan rendahnya
kepedulian terhadap isu lingkungan hidup, kemudian pengurus partai
berdalih bahwa itu hanyalah penyimpangan dalam pelaksanaan kampanye
yang di luar tanggung jawab partai, jelas hal itu adalah dalih yang
mengada-ada.

Penyimpangan bisa dihindari apabila ada instruksi
yang tegas dari partai tersebut. Pelaksana kampanye partai di lapangan
adalah tanggung jawab partai. Penyimpangan pelaksanaan kampanye
seharusnya dapat segera dikoreksi oleh partai. Kalau partai itu tidak
dapat mengurus masalah internalnya, bagaimana partai itu dapat diberi
tanggung jawab mengurus negara?

Menurut saya, dengan
berkembangnya isu pemanasan global saat ini, partai politik mana pun
harus menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan hidup. Partai
politik harus mampu secara cerdas memilih model kampanye yang efektif
tanpa mengganggu lingkungan hidup.

Sudah sepatutnya pula
masyarakat menempatkan isu kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai
bahan pertimbangan utama dalam menentukan partai politik mana yang akan
dipilihnya pada pemilu 2009 nanti.

Ari Juniano Gema
Perumahan Pondok Hijau Blok D7 No 4
Ciputat Tangerang
ari.gema@ahp.co.id
0818856859

(msh/msh)

link: http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/01/162131/981524/471/partai-mana-peduli-lingkungan-hidup