KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Dinamika upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan tidak terlepas dari berbagai aspek yang menjadi factor penentunya. Salah satu aspek yang cukup signifikan adalah aspek kepedulian masyarakat, dimana masyarakat mempunyai kepentingan dan manfaat dari apa yang dilakukannya, hal tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam sambutannya pada acara Penghijauan Lahan Kritis dengan Tanaman Ekonomis, di Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, pada tanggal 15 Nopember 2005, bersama dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Wakil Gubernur Bali, Bupati Karangasem, Unsur MUSPIDA, para kader lingkungan, tokoh agama, tokoh adat, LSM, kalangan pelajar, pemuda, kalangan akademis dan unsur masyarakat lainnya.

Lebih lanjut Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam pesannya, menyampaikan bahwa upaya rehabilitasi lahan kritis yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Karangasem, menjadi tepat, karena disamping dapat menahan laju terjadinya lahan kritis, menahan air hujan supaya meresap kedalam tanah tidak langsung mengalir sebagai aliran permukaan, tetapi dengan menanam pohon yang mempunyai nilai ekonomis, seperti pohon Jarak, Jati Mas dan Intaran, akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dalam peningkatan pendapatan.

Dengan penanaman pohon jarak, dengan umur pemetikan buah jarak pertama yang relatif cepat yaitu 5 sampai 6 bulan, dapat ditanam dengan mudah dan dapat tumbuh di lahan kering seperti di Kabupaten Karangasem, serta tidak memerlukan perawatan yang sulit, dapat langsung dijual cepat, maka dapat menambah pengahsilan masyarakat, adalah sehjalan dengan kebijakan Pemerintah dalam konservasi lahan dan penyediaan alternatif bahan baku “bio-diesel� untuk keperluan energi.

Untuk itu harapan MENLH yang disampaikan pada saat acara penanaman pohon Jarak adalah agar supaya upaya rehabilitasi lahan kritis dengan tanaman yang mempunyai nilai eknomis, tidak terbatas hanya pencanangan penanaman saja, tetapi juga harus mampu memeliharanya, dan suatu saat nanti dapat diundang lagi dalam rangka seremonial memetik hasil tanaman pohon Jarak tersebut di tempat yang sama, serta tidak hanya terbatas pada acara di Desa Sukadana saja, tetapi dapat diteruskan ke desa-desa lain di Kabupaten Karangasem dan juga diteruskan di seluruh Pulau Bail.

Disamping itu, dalam dialog interaktif dengan masyarakat, yang juga dihadiri oleh artis bintang film Nurul Arifin, terungkap bahwa kebutuhan masyarakat Kabupaten Karangasem yang paling mendasar adalah “AIR�, yang sejak lama diinginkan tetapi tidak pernah ada realisasinya, sehingga setiap musim kemarau, masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan air untuk kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Menteri Negara LH dan Menteri Budpar, berjanji untuk meneruskan keinginan masyarakat tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum, dan akan terus memonitor perkembangan realisasinya.

Disampaikan oleh :
Asisten Deputi Urs. Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, KLH.