KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Ajang Indonesia Fashion Week kembali di selengarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta. Acara dibuka Kamis (14/02/2013) dan berlangsung hingga tanggal 17 Februari 2013. Menampilkan 405 stan diikuti 380 merek lokal. Tidak kurang dari 114 desainer ambil bagian dalam acara peragaan busana.

Acara ini merupakan event fasion kedua dan terbesar yang menggabungkan fasion show dan pameran dagang. Acara tidak hanya menampilkan desainer terbaru dengan fashion show mewah tapi juga menyediakan pameran  busana lengkap, mulai dari pakaian wanita (muslim, casual, cocktail, party), pakaian pria dan anak-anak, aksesoris dan tekstil, seminar dan kompetisi.

Kegiatan yang digagas oleh empat Kementerian yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Kementerian Lingkungan Hidup pada kesempatan kali ini menampilkan stan dan “coaching clinic” batik dengan menggunakan pewarna alami.

Pewarna batik sintetis/kimia diyakini memiliki warna yang kuat dan tahan lama akan tetapi berdampak buruk terhadap lingkungan sehingga KLH mencoba mengkampanyekan produk ramah lingkungan salah satunya dengan mengembangkan batik menggunakan pewarna alami. Pewarna batik alami/natural yang diyakini ramah lingkungan tersebut dapat menggantikan pewarna batik sintentis.

Pewarna batik alami/natural yang digunakan dapat berupa manggis, dedaunan, kulit pohon, biji-bijian, bunga sri gading, daun mangga dan lain-lain.

Saat ini harga batik dengan warna alami masih mahal dibandingkan dengan pewarna kimia dikarenakan proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan waktu yang relatif lama.

Menurut Info dari CBI;  Departemen Perindustrian mengeluarkan data yang memperkirakan ada 48.287 IKM batik di Indonesia yang memperkerjakan sekitar 792.285 tenaga kerja. Sayangnya masih ada saja yang kurang paham akan pelestarian lingkungan. Banyak IKM batik masih menggunakan lilin, pewarna kimia serta pemutih secara berlebihan yang umumnya karsinogenik (menyebabkan kanker) sering dibuang langsung ke sungai tanpa diolah lebih lanjut.

KLH bersama CBI sebuah program berjangka waktu 4 tahun (2010-2015) yang diimplementasikan oleh perkumpulan Ekonomi Indonesia Jerman (EKONID) dan didanai bersama-sama dengan komisi  Uni Eropa melalui program hibah SWITCH-Asia, serta mendapat dukungan teknis dari Pusat Produksi bersih Nasional (PPBN) di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup, Republik Indonesia. Programnnya adalah 1. Produksi yang berkelanjutan; berkaitan dengan sisi pemasok dan berfokus pada dampak ekonomi, sosial dan lingkungan dari proses produksi batik. 2. Konsumsi yang berkelanjutan; berkaitan dengan sisi permintaan dan berfokus pada perilaku konsumen dalam membeli  menggunakan barang berupa produk batik dan 3. Dialog Kebijakan; berkaitan dengan intervensi pada tingkat kerangka kebijakan untuk melengkapi aksi-aksi konkret di jaringan atau organisasi bisnis dan konsumen.

Peran serta Kementerian Lingkungan hidup pada kegiatan Indonesia Fasion Week 2013 kali ini memberikan alternatif  melalui Edukasi lewat sarana batik yang ramah lingkungan menggunakan berbagai macam Jenis tanaman dan buah-buahan khas Indonesia. Informasi Lebih lanjut  bisa ditanyakan langsung kepada exhibitor stan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan stan CBI. (Y/I/T/R/S)