KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

pelajar.jpgNama Indonesia kembali harum di forum internasional. Di tengah karut-marut-nya kondisi dalam negeri, Indonesia tetap dikenal sebagai pendulang emas di kompetisi internasional di bidang pendidikan, seperti olimpiade matematika, fisika, atau lainnya.

Predikat itu semakin diperkuat dengan keberhasilan tim Indonesia meraih emas dalam International Ecology (Environmental) Project Olympiad EUROASIA yan digelar di Azerbaijan, 4-7 April lalu.

Kali ini tim Indonesia diwakili Reza Aulia, siswa kelas X SMA Kharisma Bangsa Jakarta dan Ario Guritno, siswa kelas XI SMA Pribadi Depok, Jawa Barat. Kharisma dan Pribadi ialah sekolah yang berada di bawah naungan Pasiad Indonesia (sekolah Indonesia-Turki).

"Kami sangat bersyukur meraih predikat terbaik dengan medali emas. Persiapan kami selama sekitar dua bulan telah membuahkan hasil memuaskan," kata Reza Aulia di tengah sambutan meraih teman-teman, pembimbing, guru, dan pejabat dari Depdiknas di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, kemarin.

Olimpiade diikuti 12 negara dengan jumlah proyek yang diujikan sebanyak 50 proyek. Reza dan Ario menampilkan satu proyek tentang automatic greenhouse censor design, di bawah bimbingan Kasim Uludag (SMA Pribadi) dan Nana Sutarna (UI).

Menurut Reza, proyek tersebut menarik diangkat karena berkaitan dengan permasalahan utama manusia, takni penyediaan pangan. Saat ini produktivitas pertanian menjadi isu yang sangat penting. Sebab, pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi peningkatan produksi pangan akan memicu munculnya kelaparan dan bencana kemanusiaan.

Teknologi rumah kaca seperti diangkat Reza dan Ario tersebut menjadi salah satu solusi. "Model rumah kaca akan dapat mengontrol secara otomatis intensitas cahaya, temperatur, dan kelembapan dalam rumah kaca," tutur Reza kepada Media Indonesia saat mampir ke Istanbul Turki, untuk berkreasi Jum’at (13/4).

"Dari proyek ini kita dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman dengan mempercepat daur fotosintesis. Dari situ akan diperoleh kualitas dan kuantitas panen yang lebih tinggi," sahut Ario.

Proyek penelitian dan rancang bangun rumah kaca oleh dua pelajar itu benar-benar menarik perhatian tim juri. Dan, hasilnya mereka menyabet medali emas, mengalahkan 49 proyek lain yang diusung tim-tim dari berbagai negara peserta lain.

Keberhasilan Reza dan Ario tersebut juga semakin melengkapi prestasi sekolah Pasiad Indonesia. Sebelumnya, pada 2006, tim SMA Pribadi Depok meraih medali emas dalam International Mathemathics Project Olympiad di Kazakhstan dan medali perak pada International Computer Project Competition di Rumania. Medali emas dan perak juga diraih siswa SMA Semesta (Pasiad) Semarang dalam Olimpiade Bahasa Tingkat Internasional di Turki, dan medali perunggu diraih siswa SMA Semesta dalam International Astronomy Olympiad di Rusia.

Sumber:
Harian Media Indonesia / Minggu, 15 April 2006, Hal.1