KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

I.       LATAR BELAKANG

Pembangunan ekonomi di negara-negara Asia telah dikaitkan dengan meningkatnya laju urbanisasi, motorisasi, industrialisasi dan penggunaan energi. Secara bersama-sama, proses-proses ini telah mengakibatkan meningkatnya tekanan pada sistem lingkungan termasuk kualitas udara perkotaan. Pencemaran udara perkotaan adalah ancaman serius bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa pencemaran udara perkotaan menyebabkan 500 juta kematian dini per-tahun di Asia dan mempengaruhi kehidupan jutaan orang secara negatif. Studi ADB dan CAI-Asia akhir-akhir ini memperkirakan biaya ekonomi akibat pencemaran udara perkotaan berkisar antara 2 sampai dengan 4% dari GDP.

Mempertimbangkan hal tersebut maka KLH, UNDP, UNCRD serta Cai-Asia (Clean Air Initiatives – Asia) mengadakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan kualitas udara dalam rangkaian kegiatan workshop internasional Better Air Quality (BAQ) 2006 di Yogyakarta pada tanggal 13 – 15 Desember 2006. 

II.         RANGKAIAN KEGIATAN

Rangkaian kegiatan BAQ terdiri dari :

Ø      Pre-event yang dilaksanakan mulai tanggal 11 – 12 dan 16 Desember 2006. Kegiatan ini diadakan antara lain oleh Britcham Indonesia, KPBB, UNEP, SEI, WHO,  ITDP, TVEAP.

Ø      The Second Forum of Environmental Sustainable Transport  (EST)

Forum EST yang pertama diadakan pada bulan Agustus 2005 di Nagoya, Jepang. EST dihadiri oleh Negara-negara ASEAN, Mongolia, China, Korea serta Japan.

Hasil pertemuan ini adalah “Aichi Statement