KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan
YME dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan
ikut  serta membangun masyarakat.
3.
Menepati Dasa Dharma.

Dengan penuh suasana hikmat, Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak DR Joko Mursitho melantik  25 orang Pengurus Pimpinan Saka Kalpataru Tingkat Nasional dan 11 Provinsi yang sudah  membentuk kepengurusan Saka bidang lingkungan yang disebut Saka Kalpataru. Pelantikan dilaksanakan setelah mendapat pembekalan tentang kepramukaan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2013. Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka meyakini bahwa dengan terbentuknya Saka Kalpataru, maka isu lingkungan yang diusung oleh pramuka penegak dan pandega  akan  berkontribusi  besar melalui kegiatan 3 Krida yaitu 3R, Perubahan Iklim dan KEHATI. Dalam kata pembukaan Orientasi Kepramukaan Pimpinan Saka Kalpataru tingkat Provinsi, Deputi Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat KLH menilai kekuatan Gerakan Pramuka di  Indonesia yang anggotanya berkisar 22 juta orangdan terbesar di dunia diharapkan mampu  membentuk karakter bagi  generasi muda  untuk membangun   lingkungan hidup  dimasa depan lebih baik melalui pendidikan lingkungan.

Dalam pesannya Wakil Ketua Kwartir Nasional, Kak Amoroso Katamsi, mengungkapkan kegembiraanya terhadap KLH dan 11 Provinsi yang telah membentuk Saka Kalpataru.  Saka Kalpataru akan dikukuhkan pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Gerakan Pramuka  awal Desember 2013 di Kupang.  Setelah pengukuhan Saka Kalpataru di 11 Provinsi masing masing Kwartir Daerah diharapkan bersama Badan Lingkungan Hidup Provinsi dapat menyusun dan melaksanakan program kerja yang berkaitan dengan substansi Krida Saka Kalpataru.

Untuk memfasilitasi kegiatan bagi para anggota penegak dan pandega yang berminat terhadap Saka Kalpataru maka diperlukan  pamong dan instruktur Saka Kalpataru di setiap BLH Kabupaten-Kota dan Kwartir Cabang, untuk itu BLH  agar melaksanakan pelatihan pamong dan instruktur Saka Kalpataru di masing masing  Provinsi.

Adapun peserta tingkat Nasional dan 11 Provinsi tersebut adalah KLH Jakarta ( Tri Bangun Laksono) DKI Jakarta (Joni Tagor H, Arifudin Nur, Teguh Iman Santoso, Arnold Panjaitan, dan Asmadi); Jawa Barat (Supriyono); Jawa Tengah (Agus Sriyanto dan Hendradjaja); D.I. Yogyakarta (Jito); Jawa Timur (Eka Agustina Muktini; Banten (Agus Sudrajat danAgus Reza Fahlevi); Lampung (Fahrizal Darminto dan Merah Hasan Ilyas); Sumatera Selatan (Rismawati Gathmyr dan Sudarnoto); Bali (I. Nyoman Sujaya, Ida Bagus Gede Agung Badraka, Putu Yupiwahyundari dan I Dewa Gede Agung Putra); Nusa Tenggara Barat (Diniharyati dan Erminia Beatriz Lopes); dan Nusa Tenggara Timur (Marthinus Po Tausbele).

Pada akhir bulan November 2013, Kementerian Lingkungan Hidup  akan menyelenggarakan kegiatan “Kemah Hijau” yang diperkirakan pesertanya berjumlah 250 orang dari Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Pramuka Penegak dari 11 Provinsi yang membentuk Saka kalpataru. Kegiatan kemah hijau  tersebut akan menjadi rintisan kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru yang rencananya akan diadakan tiap tahun.

Sumber:
Asisten Deputi Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan