KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

DATA Coral Reef Rehabilitation (Coremap) II kabupaten Biak Numfor, Papua, mencatat 60 % kerusakan terumbu karang diwilayah pesisir di daerah ini disebabkan oleh adanya pencarian ikan secara destruktif menggunakan bom ikan atau dopis serta sisanya disebabkan oleh gangguan alam. Kerusakan terbesar berada di wilayah pesisir Biak Timur, Biak Kota yaitu sekitar pantai Waupnor, Samau, Sorido, dan pantai Yendidori, Biak Barat hingga Biak Utara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daniel Bonsapia mengakui hal itu, sehingga menjadi perhatian serius semua pihak. Menurut Bonsapia, penanganan masalah habitat laut pesisir, dan pulau-pulau kecil tidak bisa ditangani oleh pihak teknis saja, tetapi harus melibatkan semua komponen masyarakat  dalam upaya perlindungan dan perlestariannya. Sebab jelas telah tertuang dalam UU No.27/2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir pulau-pulau kecil.
“ Ini harus segera ditangani secara bersama, tidak bisa hanya pihak teknis seperti Coremap atau DKP saja, “ kata Daniel Bonsapia kepada Jurnal nasional, rabu (24/3).
Menurutnya, dengan adanya keterlibatan semua pihak, keselamatan habitat laut yang meliputi lamun, rumput laut, dan terumbu karang akan menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga, kerjasama dengan semua pihak harus menjadi perhatian pihak pemerintah daerah.  “Jangan kondisiya sudah parah barulah melibatkan semua pihak,