KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




“Pembangunan model abad 21 tidak bisa lagi dilanjutkan. Pola konvensional
ini terbukti menyebabkan hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan
lingkungan hidup menjadi sangat tidak seimbang, sehingga sangat membahayakan
kelangsungan masa depan,” kata Emil Salim dalam acara Peluncuran Buku
dan Forum Diskusi Hasil-hasil dan Tindak Lanjut KTT Pembangunan Berkelanjutan
yang diselenggarakan Departemen Luar Negeri dan UNDP pada hari Jumat tanggal
11 April 2003.

Emil Salim menyampaikan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah
pembangunan didasarkan pada prinsip keberlanjutan kehidupan yang dicirikan oleh
adanya perspektif jangka panjang, memiliki keterkaitan antar pelaku alam-sosial-ekonomi,
memenuhi kebutuhan generasi masa kini tanpa mengurangi kesempatan generasi depan,
menggunakan semua bentuk sumber daya dengan bijak, melakukan pemberantasan kemiskinan,
dan bertujuan mencapai kesetaraan sosial. Oleh sebab itu, tidak dapat lagi disangkal
bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pola pembangunan yang betul-betul berbeda
dengan pola pembangunan yang berlangsung selama ini.

Selain Emil Salim, berbicara pula Dedi Masykur Riyadi (Deputi
Bidang SDA dan LH BAPPENAS), Aboejoewono A. (Staf Ahli Bidang Global KLH), Mas
Achmad Santosa (ICEL), Prof. Oekan Abdoellah (UNPAD), dan Palgunadi T. Setyawan
(APEC Business Advisory Council) dalam forum diskusi yang dibuka oleh Resident
Representative UNDP dan Dirjen Multilateral Ekubang Deplu. Hampir semua pembicara
mengemukakan konsep, ide, komitmen, dan anjuran untuk melakukan partnership
yang nyata antara pelaku konvensional pembangunan, yaitu pemerintah dan kalangan
bisnis, dengan pelaku “baru” yang selama ini terabaikan, yaitu masyarakat
dan kelompok non pemerintah atau bisnis. Tanpa kerjasama yang nyata dan setara,
pembangunan berkelanjutan akan selalu berhenti menjadi teori dan mimpi.

Buku yang diluncurkan itu sendiri pada dasarnya hanya memuat
kembali dokumen resmi hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan 2002, dengan bonus
rangkuman Komitmen Nasional yang diterjemahkan pada rencana tindak dan pembagian
tugas antar departemen untuk dapat mewujudkan kesepakatan Deklarasi Millenium
dan hasil-hasil KTT. Sebagian besar dari dokumen resmi tersebut dapat diakses
melalui situs http://www.johannesburgsummit.org/
.

Keterangan lebih lanjut dari Buku “Hasil-hasil dan Tindak
Lanjut KTT Pembangunan Berkelanjutan” dapat diperoleh dari UNDP Jakarta
maupun Ditjen Multilateral Ekubang, Deplu. (lw)

14 April 2003