KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Press Release:

Gebrakan dari Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI dan Pemda DKI Jakarta dalam menanggulangi pencemaran udara.. (14 Mei 2004, Hotel Mandarin, Jakarta Selatan)

Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI akan menyelengarakan kampanye Udara bersih yang ditandai dengan pelaksanaan Uji Emisi untuk mobil pribadi. Tahap pertama kegiatan tersebut dilaksanakan dibeberapa lokasi bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi mulai 6 sampai 26 Mei 2004. Selanjutnya Pemda DKI Jakarta akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan rutin, sedangkan Kementerian LH akan memperluas wilayah kampanye udara bersih ke kota-kota besar lainnya.

Uji emisi merupakan bagian dari uji laik jalan yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan bermotor sebagaimana diatur dalam UU Lalulintas No. 14/1992. Ambang batas emisi yang harus dipenuhi mengacu pada kepmen LH No. 35/1993 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor Tipe Lama untuk kendaraan Pribadi dan angkutan umum, atau Keputusan Gubernur No. 1041/2000 untuk wilayah DKI Jakarta.

Sebagai acara peluncuran kegiatan Uji Emisi Menteri LH dalam hal ini diwakili oleh Dra. Masneliyarti, M.Sc. (Deputi VII Bidang Pembinaan Sarana Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup, KLH) dan beberapa petinggi DKI Jakarta pada tanggal 14 Mei 2004 beraksi menyetop kendaraan di sekitar Bunderan HI dan mengajak pemiliknya untuk melakukan uji emisi di lokasi tersebut, dilanjutkan dengan jumpa pers di Hotel Mandarin. Dalam pesannya Nabiel menyatakan “Partisipasi masyarakat merupakan unsur penting dalam upaya pengendalian pencemaran udara, oleh karena itu kantor Kementerian LH bertekat untuk melaksanakan kampanye udara bersih secara terus menerus agar masyarakat memahami masalah pencemaran udara dan berupaya memenuhi Baku mutu emisi yang berlaku dengan cara merawat kendaraanya”. Kegiatan “Uji Emisi” juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat penaatan terhadap Kepmen LH No. 35 tahun 1993 dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam revisinya yang dijadwalkan selesai pada bulan juli 2004 mendatang.

Sedangkan Kepala BPLHD DKI Jakarta Kosasih Wirahadikusumah mengingatkan kembali bahwa Pemda DKI Jakarta telah memberlakukan “Pemeriksaan Emisi dan Perawatan Mobil Penumpang Pribadi” melalui SK Gubernur No. 95/2000. Kosasih menambahkan “Saat ini, terdapat 50 bengkel serta 109 teknisi pelaksana bersertifikat yang tersebar di 5 wilayah kotamadya. Namun ironisnya dari jutaan mobil pribadi yang ada di DKI Jakarta, baru 4.000 yang melaksanakan uji emisi dan memenuhi baku mutu yang berlaku”. Program tersebut diberlakukan mengingat semakin tingginya populasi kendaraan bermotor di DKI Jakarta yang mengakibatkan menurunnya kualitas udara. Data kualitas udara DKI yang dipublikasikan BPLHD DKI Jakarta, menunjukan adanya penurunan jumlah dari dengan katagori kualitas udara baik dari 32% (2000), 21% (2001), 6% (2002) dan 7 % (2003) – Laporan Akhir Pengadaan Data Kualitas Udara pada 7 stasiun kontinyu (ISPU) Tahun 2003 – BPLHD DKI Jakarta. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya tindakan serius Pemda dan warga DKI untuk menanggulanginya.

Mengingat banyaknya warga kota Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang bolak-balik ke DKI jakarta untuk mencari nafkah, maka Pemerintah kota-kota tersebut sangat mendukung upaya DKI dalam pengendalian emisi gas buang dari mobil pribadi, dan juga mempertimbangkan untuk memberlakukan peraturan yang sama di kota masing-masing.

Diharapkan kegiatan uji Emisi tersebut tidak hanya berupa gebrakan, tapi akan dilanjutkan dengan tindak nyata lainnya.

Informasi Kegiatan Uji Emisi dapat di peroleh di:
Asdep Urusan Emisi Kendaraan, Kementerian lingkungan Hidup RI.
Jln. DI Panjaitan, Jakarta Timur
CP: John HP Tambun/Linda Krisnawati
telp/fax: 021-85911207
Email:emisikendaraan@menlh.go.id