KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Hari ini, Jumat 28 November 2008, Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Rachmat Witoelar secara resmi meluncurkan Buku Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2007. Buku ini menyajikan informasi dan hal-hal yang terkait dengan lingkungan dan pengelolaannya yang berlangsung selama tahun 2007. D ibahas berbagai aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan status sumber daya alam maupun buatan serta berbagai upaya atau respon untuk mengurangi dampak yang telah dan akan timbul. Respon tersebut disampaikan melalui berbagai kebijakan dan agenda pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam penyusunannya digunakan perspektif komponen lingkungan utama yaitu air, udara, lahan dan hutan serta pesisir dan laut juga keanekaragaman hayati.

Secara umum status lingkungan hidup Indonesia di tahun 2007 disusun berdasarkan data yang tersaji per media dalam kondisi yang relatif sama dengan status lingkungan 2006. Meskipun demikian d ari sisi keanekaragaman hayati, p ada tahun 2006-2007 tercatat penemuan baru beberapa jenis burung di Suaka Margasatwa Muara Angke yang merupakan habitat yang mendukung bagi 91 jenis burung (28 jenis burung air dan 63 jenis burung hutan) sebagai hasil dari ekspedisi Fauna dan Flora International-Indonesia Program

“Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang tidak dilakukan sesuai dengan daya dukungnya dapat menimbulkan krisis pangan, air, energi dan lingkungan. Secara umum hampir seluruh jenis sumber daya alam dan komponen lingkungan hidup di Indonesia dari waktu ke waktu cenderung mengalami penurunan kualitas dan kuantitasnya