KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Hari Senin, 10 Mei 2004, Kementerian Lingkungan Hidup menerima beberapa tokoh Masyarakat Aceh antara lain, Hasbalah M Saad dan Ismail Hasan Meutareum. Kedatangan tamu-tamu tersebut adalah dalam rangka meminta kejelasan tentang kesimpangsiuran berita mengenai “Proyek Ladia Galaska” yang rencananya akan membelah Pegunungan Leuser (Aceh-Sumatera Utara).

Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim kemudian memaparkan dampak-dampak negatif dari pembangunan tersebut melalui tampilan citra satelit(sumber data KLH).

Gambar-gambar tersebut memperlihatkan antara lain, banyaknya penjarahan/penebangan liar dikiri-kanan jalan serta longsor dibeberapa luas jalan. Inti dari pemaparan Menteri adalah banyaknya potensi dampak negatif yang akan dirasakan masyarakat Aceh di kemudian hari, termasuk diantaranya suburnya “mafia” kayu.

Para tokoh masyarakat Aceh menyatakan pemaparan tersebut dapat memberikan cukup kejelasan tentang kesimpangsiuran berita kontradiksi pembangunan Aceh dan pemeliharaan lingkungan Aceh. Namun demikian mereka tetap meminta pemerintah pusat (dalam hal ini Kementerian Negara Lingkungan Hidup) untuk langsung bicara kepada Presiden mengenai pembangunan ekonomi di Aceh yang tidak membawa dampak negatif bagi rakyat aceh. (RA)

Informasi Lebih lanjut:
Asdep Informasi
Telp. : (021) 8580081
E-mail : infolh@menlh.go.id