KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

dekrarasi.jpgGianyar – 24 Maret 2008. Alun musik gamelan Bali menyambut kedatangan Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs. Sudariyono beserta rombongan di Balai Budaya Kabupaten Gianyar. Sekitar 300 peserta telah hadir  pada acara semiloka “Semiloka Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan LH dalam rangka Pembentukan Kaukus Lingkungan di Tingkat Desa Pekraman“, terdiri dari 271 bendesa, Bupati/yang mewakili se propinsi Bali, Ketua DPRD/yang mewakili se propinsi Bali, Ketua Dinas LH se propinsi Bali serta Muspida Kabupaten Gianyar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan agar 271 desa adat di Kabupaten Gianyar tersebut secara aktif dapat melakukan pengelolaan lingkungan melalui kearifan tradisional terutama dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Desa pekraman adalah unit terkecil dalam tata bermasyarakat adat, namun memiliki nilai yang sangat strategis mengingat masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi adat tradisional Bali. Bendesa, ketua desa pekraman memiliki kharisma dan pengaruh yang kuat sehingga menjadi panutan masyarakat. Komitmen para bendesa dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup, akan mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat desa pekraman terkait. Hal ini tentunya merupakan modal yang sangat berharga dalam upaya mencapai peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Inisiatif Kaukus Lingkungan DPRD, Environmental Parliament Watch (EPW) dan Dinas LH Kabupaten Gianyar dalam membentuk Kaukus Lingkungan pada tingkat Desa Pekraman sebagai pengembangan program Kaukus Lingkungan adalah hal yang patut dihargai karena merupakan yang pertama di Indonesia. Kaukus tersebut kemudian dinamai “Wahana Lingkungan Hidup Desa Pekraman Kabupaten Gianyar