KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

“Jadi, bapak-bapak ingat ya untuk menghindari penyakit demam berdarah kita harus melakukan 3M : menimbun, menguras dan mengubur. Misalnya ada kaleng-kaleng kosong lebih baik dikubur saja, daripada jadi sarang nyamuk”.
“Wah, Bu dokter.. mendingan kaleng kosongnya dijual aja deh..”

Banjarsari-Cilandak, 10 September 2005.
Demikian sepenggal diskusi antara para pengelola sampah dengan dr. Tita dari Puskesmas Cilandak. Diskusi tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembekalan lingkungan untuk pengelola sampah di Kecamatan Banjarsari kerjasama unit Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan dengan UNESCO.

Pembekalan tentang kesehatan dari dr. Tita melengkapi materi pengetahuan tentang tanaman obat dan demo daur ulang kertas dari Ibu Harini Bambang; Pemahaman Pengelolaan Sampah Terpadu dari Ibu Nuning UNESCO; dan Pembuatan Effective Microorganism dari Sampah Rumah Tangga & kebun dari Bpk. Yusri Nasution –Yayasan KIRAI.

Jumlah peserta sekitar 20 orang yang terdiri dari 6 kelompok berasal dari Cilandak Barat Jaksel, Kamal Jakarta Barat, Kelapa Gading Jakut dan. Sebagian adalah tukang sampah di lingkungan perumahan, sebagian adalah pemilik lapak dan sebagian lagi adalah pengelola sampah yang berasal dari Carrefour dalam program “Green Cities, Green Communities�. Sebagian peserta bahkan telah dapat memproduksi Effective Microorganism (EM4), sementara sebagian lainnya masih sangat awam dalam pengelolaan sampah. Pembekalan yang dilakukan selama sekitar 6 jam tersebut telah membuka mata mereka, bahwa banyak benda dan tanaman yang masih dapat dimanfaatkan, sehingga tidak saja meningkatkan penghasilan, namun juga memperbaiki lingkungan dan sekaligus memperbaiki tingkat kesehatan mereka.

Selama ini para pengelola sampah adalah merupakan muara dari suatu mata rantai sistem pengelolaan sampah, khususnya di daerah perkotaan, namun para pengelola sampah ini seolah luput dari kegiatan pembinaan. Padahal sesungguhnya para pengelola sampah ini memiliki pemikiran-pemikiran mengenai pengelolaan sampah ini. Hal ini terlihat pada sesi akhir, yaitu sesi diskusi mereka mengemukakan bahwa tugasnya akan sangat terbantu jika sudah ada pemilahan sampah dari sumbernya, serta adanya usulan bahwa sebaiknya dilakukan penjadwalan dalam pembuangan sampah basah dan sampah kering.

Kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana ini diakhiri dengan pembagian tas selempang kecil yang berisikan sarung tangan karet, masker, sapu tangan handuk dan sabun dari UNESCO dan KNLH, sedangkan masyarakat Banjarsari memberi tanda mata berupa bibit tanaman obat, seperti tapak dara, sambung nyawa, dll. Sedangkan untuk masing-masing kelompok diberikan ember, 1 botol biang EM4, serta materi dari Puskesmas Cilandak dan UNESCO. Tentunya kegiatan ini diiharapkan berhenti di sini saja tetapi terus berkembang (srs)

Informasi lebih lanjut :
Asdep Urusan Pemberdayaan Masayarakat Perkotaan
Ir. Bambang Widyantoro
Gedung B lantai 5
Tel/Fax : 8580087/85911211
Atau srs@menlh.go.id, inung@menlh.go.id, praszt@menlh.go.id.