KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

hendry_pohon.jpgTanggal 25 Juni 2009, Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Asdep 4/VI), Deputi VI Kementerian Negara Lingkungan Hidup melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kader LH  masyarakat tradisional dan adat di hulu Danau Tempe Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan yang terpusat di Kecamatan Sabbangparu. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan tahun 2007 dan 2008 yang lalu, dimana pada waktu itu telah dilakukan pengkaderan dan pengukuhan kader LH masyarakat tradisional dan adat sebanyak 404 orang yang merupakan perwakilan dari 27 desa, dan pembentukan forum komunikasi kader PLH masyarakat tradisional dan adat hulu Danau Tempe tingkat kecamatan, serta aksi penanaman pohon pada lahan kritis masyarakat  sebanyak 10.000 bibit pohon.

Pada kesempatan kali ini, para kader LH masyarakat tradisional dan adat di beri pengetahuan tentang penggunaan alat biopori dan pembuatan sumur resapan air secara sederhana, dan pengolahan sampah secara komunal guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan pupuk organik/kompos serta dialog serta tanya jawab. Selain hal tersebut diatas juga dilakukan kegiatan pengukuhan kader LH tambahan masyarakat tradisional dan adat sebanyak 75 orang yang merupakan perwakilan dari 15 desa masyarakat tradisional dan adat, penanaman pohon sebanyak 3000 bibit pohon di Kecamatan Sabbangparu. Dengan demikian jumlah kader LH masyarakat tradisional dan adat di hulu Danau Tempe, Kabupaten Wajo sampai tahun 2009 berjumlah sebanyak 479 kader LH merupakan perwakilan dari 42 Desa, dan 13.000 bibit pohon.

Hadir pada acara ini Bupati Wajo, Deputi VI KNLH, Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Kepala PPLH PUSREG Wilayah Sumapapua, Kepala Bapedalda Provinsi Sulawesi Selatan, Muspida Wajo, Ketua Pengadilan Singkang, Ketua Pengadilan Agama Singkang, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Para Asisten Setda Kabupaten Wajo, Para Kepala Dinas/Badan dan Kantor Lingkup Pemda Kabupaten Wajo, Para Camat Se Kabupaten Wajo, Ketua Tim Penggerak PKK Kab Wajo, Ketua Darma Wanita Persatuan kab Wajo, LSM CARE Internasional Indonesia, Para Camat, dan Lurah di Kabupaten Wajo.

Dalam sambutannya Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat  menyatakan bahwa pelatihan kader LH masyarakat tradisional dan adat ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM kader LH sehingga mempunyai posisi tawar`yang tinggi dalam mengajak, mendorong peran aktif masyarakat di sekitarnya terhadap pengelolaan SDA berkelanjutan dan pelestarian alam lingkungan hidup. Disamping pembentukan forum komunikasi kader LH, sarana komunikasi dan konsultasi kader LH dalam mengatasi permasalahan LH di daerahnya, baik antar kader LH maupun antara kader LH dengan pemerintah, pemerintah daerah dan dunia usaha.

Bersamaan dengan peringatan hari lingkungan hidup, Bupati Wajo menghimbau kepada semua pihak yang berkompeten untuk mengembalikan kelestarian fungsi ekosistem Danau Tempe terutama di daerah hulu dengan melibatkan peran aktif masyarakat disekitarnya, melalui program kegiatan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Pada kesempatan tersebut Bupati Wajo mencanangkan Green Village atau Desa Hijau dan Sejuta Kantong air sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam di Kabupaten Wajo. Pada kesempatan terakhir tersebut, bupati mengajak kepada semua hadirin atau berbagai pihak agar dalam pengelolaan dan pemakai sumber daya alam dan lingkungan hidup pada saat melakukan perbaikan pembangunan terhadap LH dengan resiko ditekan sekecil mungkin agar daya dukung dan daya tampung LH dapat dipelihara.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program warga Madani yang selama ini dikembangkan oleh Kementerian Negara LH dan terlaksana berkat kerjasama antara KNLH dengan BLHD Kabupaten Wajo dan LSM CARE Internasional Indonesia Kabupaten Wajo.

Sumber:
Asisten Deputi Permberdayaan Masyarakat Pedesaan Telp/fax : (021) 8580087