KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Desa Sirnaresmi, 1 Agustus 2010 – Sebagai rangkaian Upacara Seren Taun Kasepuhan Ciptagelar, Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melaksanakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat tradisional dan adat di Kasepuhan Ciptagelar, di Desa Sirnaresmi, Kec. Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 31 Juli-1 Agustus 2010.  Upacara Seren Taun merupakan upacara syukuran atas panen padi sawah maupun huma. Upacara ini dipimpin oleh Abah Ugih didampingi keluarga dan kepengurusan  adat kasepuhan.

Kegiatan pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan, pengukuhan kader lingkungan, monolog, penanaman 500 batang pohon dan pameran hasil produk ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut kerja sama antara KNLH dengan Yayasan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Materi pelatihan yang diberikan kepada peserta adalah “Gerakan masyarakat adat dan pengelolaan SDA dan lingkungan hidup oleh Sekjen AMAN (Abdon Nababan); Panduan pengawasan lingkungan oleh masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang KLH (Chairuddin Hasyim); Kearifan lokal dalam tata ruang KLH (Suhartono); Peran kelembagaan adat dalam PPLH (Ki Upat); Sosialisasi Kalpataru oleh (Jonny Purba) dan dialog.

Setelah menerima pembekalan sebagai kader, perutusan  masyarakat adat kasepuhan yang jumlahnya 100 orang  selanjutnya dikukuhkan sebagai kader lingkungan.  Dilaksanakan pada  tengah puncak Upacara Seren Taun yang dihadiri  lebih kurang sekitar 400 orang pemangku adat. Hadir pada acara ini Wakil Bupati Sukabumi,  KLH, Polsek Cisolok, Camat, Sesepuh dan pinisepuh adat di luar kasepuhan Ciptagelar, Dewan Adat Tatar Sunda, Keatuan Adat Banten Kidul, Kasepuhan Cipta Mulya, Kasepuhan Sinarresmi, dan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu,  Wakil Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, dalam sambutan menyatakan bahwa “melalui pelatihan kader lingkungan, masyarakat tradisional dan adat Kasepuhan Ciptagelar diharapkan dapat meningkatkan peran dalam perlindungan dan pengelolaan LH.” Ini menanggapi isu yang berkembang, yakni pengakuan hak pengelolaan terhadap hutan titipan, yaitu hutan adat Kasepuhan Ciptagelar yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Menanggapi isu tersebut, Wakil Bupati Sukabumi menghimbau agar dibangun kesepahaman bersama antar Kasepuhan Ciptagelar dengan pihak  Balai Pengelola Taman Nasional Gunung Halimun, Departemen Kehutanan.

Di pihak lain, Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, menegaskan bahwa untuk melakukan hak dan kewajiban adatnya dalam PPLH, masyarakat adat perlu mendapat jaminan hukum sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH. Peran masyarakat adat penting mengingat permasalahan lingkungan hidup yang terus meningkat. Saat ini salah satu isu global yang mengemuka adalah pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim.  Upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim harus dilaksanakan secara konsisten.   Dengan kearifan lokal yang dimiliki, masyarakat adat memegang peran strategis. Kasepuhan Ciptagelar telah terbukti menjalankan peran itu dengan baik, terdapat 11.000 ha hutan titipan, hutan  yang dilindungi adat dan dijaga  kelestariannya, selain pelestarian  puluhan jenis varietas padi lokal.***

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Asisten Deputi Permberdayaan Masyarakat Pedesaan
Telp/fax : (021) 8580087