KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

slhi2005.jpgKrisis Energi dan Penurunan Kesehatan Lingkungan. Isu Utama Status Lingkungan Hidup Indonesia – SLHI 2005.


Jakarta, 27 Juni 2007. Laporan Status Lingkungan Hidup yang memadukan kajian lingkungan dalam kerangka pelaporan bertujuan untuk memperlihatkan keterkaitan antara manusia dan alam dalam. suatu hubungan sebab‑akibat. Fokus utama adalah informasi tentang berbagai aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan terhadap status sumber daya lingkungan (air, udara, lahan/tanah, kehati, hutan, pesisir dan laut), serta respon pemerintah dan masyarakat, dan swasta untuk mengatasi dampak dan mendorong perbaikan kondisi sumber daya lingkungan, baik dalam bentuk: kebijakan, penegakan hukum, kerjasama. luar negeri, pendanaan, peraturan perundang‑undangan, aktivitas, maupun program.
"Selama tahun 2005 ada dua persoalan nasional menonjol yang menjadi laporan utama di media massa. Dua persoalan ini memberikan dampak pada kebijakan lingkungan hidup. Pertama adalah krisis bahan bakar minyak. Persoalan kedua adalah merebaknya flu burung". Demikian Deputi MenLH bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas, In Isa Karmisa A., mengatakan dalam sambutan Peluncuran buku. SLHI 2005 tanggal 27 Juni 2006 di Jakarta. Dua persoalan ini dibahas dalam SLHI 2005.

 Upaya untuk mengatasi krisis energi dilakukan melalui intervensi kebijakan dan program balk disisi kebutuhan (demand) maupun pasokan (supply). Melakukan upaya konservasi energi terutama dengan mengubah gaya hidup masyarakat yang masih boros energi. Sektor yang perlu mendapat perhatian adalah sektor transportasi dan kegiatan rumah tangga, serta efisensi dalam sektor industri dan bangunan perkantoran. Selain itu upaya untuk pemanfaatan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti biodiesel dan biofuel perlu ter‑us didorong. Diperkirakan lebih dari 50 jenis tumbuhan berpotensi menghasilkan biofuel atau biodiesel saat ini tersedia di Indonesia.

Merebaknya berbagai penyakit di Tahun 2005, seperti flu burung, tuberkulosis, polio, diare, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), malaria, demam berdarah, anthrax, menunjukkan menurunnya daya tahan tubuh masyarakat serta menurunnya kualitas kesehatan lingkungan. Upaya yang direkomendasikan untuk mengatasinya antara lain mengoptimalkan lembaga‑lembaga. masyarakat yang ada seperti Posyandu, PKK, program‑program kerja bakti dan mengembangkan kearifan tradisional yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan yang berkembang di masyarakat untuk membantu menjaga kesehatan inasyarakat dan melestarikan fungsi lingkungan. Selain itu upaya pemulihan lingkungan di berbagai ‘Ailayah yang rentan terhadap dinamika perubahan lingkungan dan bencana perlu mendapat prioritas.

Menyikapi situasi dan kondisi lingkungan hidup dan dihadapkan pula dengan musibah bencana alam dan bencana lingkungan akhir‑akhir ini, maka diselenggarakan pula Diskusi Panel tentang "Refleksi Status Lingkungan Hidup Indonesia dalam Penanggulangan Bencana" yang dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Untuk keterangan lebih lanjut:
Asdep Urusan Data dan Informasi
Tel. : 021‑8580081
 
Email: aini@menlh.go.id