KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) KLH dan Semangat Masyarakat Sadar Lingkungan (SMS Darling) Pemda Kota Probolinggo:
Probolinggo, 8 Agustus 2014. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Kota Probolinggo menyelenggarakan Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL). Menteri Lingkungan Hidup, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA, hadir dan ikut serta dalam kegiatan kampanye ini. Kegiatan ini diprakarsai oleh Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Ekoregion Jawa.

Pada tahun 2013 lalu, Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) telah melakukan Pembuatan Kerajinan Dari Bahan Daur Ulang oleh 1.141 orang dan tercatat sebagai Rekor Museum Rekor Indoneisa (MURI) No.6063/R.MURI/VII/2013, dan tahun 2014 ini di tempat yang sama dilakukan  Pembuatan 15.000 Lubang Resapan Biopori (LRB) oleh 15.000 orang, yang tersebar di 600 RT (Rukun Tetangga) dan akan dicatat sebagai Rekor MURI. Aksi ini merupakan bagian dari kegiatan “Semangat Masyarakat Sadar Lingkungan” (SMS Darling) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Probolinggo.

Acara ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2014 yang bertema “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim” mengikuti tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup PBB, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Raise Your Voice, Not the Sea Level”. Tema ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang mudah serta membuka kesadaran kita semua atas pentingnya bersama-sama dan bersinergi untuk melindungi dan mempertahankan keseimbangan ekosistem (tanah, air dan udara) pesisir dari ancaman perubahan iklim dengan mewujudkan ketahanan lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, mengatakan “Persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu hal yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Aksi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat bahwa Lubang Resapan Biopori dan pengolahan sampah dipadukan tidak hanya berdampak bagi lingkungan karena dapat mengurangi timbulan sampah, mengurangi efek gas rumah kaca tetapi juga sekaligus dapat meningkatkan ketahanan lingkungan dari dampak perubahan iklim”.

Lubang Resapan Biopori merupakan contoh sederhana yang baik, mudah dan murah untuk diterapkan di masyarakat, selain untuk melakukan konservasi sumberdaya air hujan sekaligus sebagai sarana dan prasarana mengolah sampah organik menjadi kompos.

Pada kesempatan ini pula, Menteri Lingkungan Hidup meninjau pameran produk daur ulang di lokasi acara bersama dengan Gubernur Jawa Timur serta Walikota Probolinggo dan menyaksikan penyerahan sertifikat rekor MURI untuk 2 (dua) Kategori, yaitu : (1) Kategori Pemrakarsa; dan (2) Kategori Penyelenggara;

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
DR. Drs Sugeng Priyanto, M.Si.,
Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 8580087,
forum.ppej@gmail.com