KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pesan-pesan yang perlu direnungkan.

Emas merupakan logam mulia yang bernilai tinggi,
sehingga tidak heran apabila masyarakat mencarinya walaupun untuk memperolehnya
memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit seperti dengan melakukan penggalian
atau eksplorasi alam. Sayangnya banyak usaha penambangan emas tidak memperhatikan
permasalahan lingkungan hidup yang akan muncul akibat kegiatan tersebut perlu
dipertanyakan apakah pertambangan rakyat ini merupakan hal yang baik atau tidak
karena kegiatan tersebut dapat mendatangkan bencana dibalik pahala saat ini
dan generasi kita dimasa datang apabila tidak ditangani dengan serius.

Di Kota Palangka Raya penambangan emas dilakukan di Sungai
Takaras yang dimulai sejak tahun 2002 merupakan penambangan emas berskala kecil
yang dilakukan tanpa seijin Pemerintah Kota Palangka Raya. Hal ini yang perlu
ditangani secara terpadu karena Penambangan emas ini dilakukan oleh masyarakat
dengan teknologi yang tidak ramah dengan lingkungan yaitu menggunakan mesin
sedot atau mesin semprot dan menggunakan air raksa (merkuri) yang limbahnya
langsung dibuang ke sungai sehingga dapat menimbulkan bencana bagi kita sekarang
maupun bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang.

Dampak dari penambangan liar tersebut menyebabkan erosi seluas
4.320 m2/hr, jumlah sedimentasi sedalam 12.960 m3/hr. Musnahnya pepohonan/hutan
dipinggir sungai Takaras dalam radius 100 m. Dalam waktu 2 tahun kemungkinan
sungai tersebut tidak bisa dilewati sarana transportasi air. Begitu juga dampak
merkuri yang sudah mencemari sungai-sungai di Palangkara Raya dapat meracuni
manusia lewat air minum, bahan makanan, pernafasan dan lewat pori-pori tubuh.
Dari data laboratorium terhadap Hasil analisa Merkuri (Hg) didapatkan sampel
data sbb;

1. Terhadap Air Sungai, Sedimen dan Ikan Baung pada
tanggal 17 dan 20 Juli 2002.

No.
Lokasi Sampel
Satuan
Hasil Analisa Merkuri (Hg)
Air
Sedimen
Ikan Baung
1.
Bukit Rawi
Mg / l
0.004
0.779
0.516
2.
Sekitar intake PDAM P. Raya
Mg / l
0.004
0.517
XXXXX
3.
Terusan Limau
Mg / l
0.004
0.386
0.024
4.
Tumbang Rungan
Mg / l
0.007
0.454
0.216
5.
Tangkiling
Mg / l
0.002
0.224
0.195
6.
Petuk Bukit
Mg / l
0.002
0.217
0.132
7.
Sedimen Bak Pengendapan PDAM P.Raya
Mg / l
XXXXX
0.311
XXXXX
BATAS MAXIMUM :

AIR BERSIH

0.001

SEDIMEN

0.005

IKAN BAUNG

0.4
  • Keterangan: XXXX = tidak dianalisa
  • Sumber : LABKESDA Propinsi Kalimantan

2. terhadap Air Sungai Takaras pada tanggal 20 Maret 2003.

No.
Parameter yang dianalisa
Satuan
Lokasi Sampel
Kriteria Mutu Air
1
2
3
4
5
1.
Suhu
Celsius
29,2
26,5
26,2
27,1
27,3
Suhu Udara
2.
Kekeruhan (Tubidity)
NTU
3,93
85,8
68,8
265,7
72,5
25
3.
pH
-
3,40
3,32
3,32
3,20
3,30
6 – 9
4.
Keb. Oksi Kimia (COD)
Mg / l

74
353
373
2750
132
10
5.
Keb. Oksi Biokimia (BOD5)
Mg / l

20
150
160
460
40
2
6.
Air Raksa (Hg)
Mg / l
0,006
0,005
0,005

0,005

0,003

0,001

Sumber: LABKESDA Propinsi Kalimantan Tengah.

Lokasi Sampel:

  1. Genangan air bekas galian penambangan
  2. Genangan air bekas galian penambangan (air keperluan memasak/minum
    penambang).
  3. Air Badan Air (ABA) Sei Takaras (lokasi penambangan).
  4. Air Badan (ABA) Sei Takaras (jembatan).
  5. Sedimen muara Sei Takaras.
  6. Air Badan (ABA) muara Sei Takaras.
  7. Sampel 4 dan 5 diambil tanggal 23 Maret 2003.

Oleh sebab itu Pemerintah daerah Palangka Raya mengambil langkah-langkah antara
lain;

  1. Kegiatan Persuasif.
  2. Kegiatan Preventif.
  3. Kegiatan refresif.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi

  1. BAPEDALDA kota Palangkaraya
  2. Asdep Urusan Dampak Kegiatan Rakyat, Telp: (021) 85911114
  3. Asdep Urusan Informasi, Telp: (021) 8580081