KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kebumen-Jateng (16/12/2004)— Lembaga Pengembangan Masyarakat Kars (LPMK) Gombong Selatan, PemKab. Gombong (dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup) dan Kementerian Lingkungan Hidup bahu membahu melakukan Gerakan Penanaman Pohon di kawasan kars Gombong. Gerakan yang dilakukan serentak ini dipusatkan di halaman taman wisata Goa Petruk akan meliputi 3 lokasi, yaitu Kecamatan Ayah, Buayan dan Rowokele.

Penanaman mencakup areal sekitar 100 hektar, dengan jumlah pohon sebanyak 118.380 batang, terdiri dari 58.380 mahoni, 55.000 albasia, 3.500 mangga, 3.000 rambutan, 2.500 jati, 500 akasia, dan 500 matoa. Tanaman berasal dari(a) kegiatan persemaian siswa SD, SMP, MTs, SMU, dan SMK Budaya Lingkungan setempat, (b) bantuan Perhutani, (c) bantuan Kementerian Lingkungan Hidup. Adapun pelaksanaan penanamannya dilakukan oleh para siswa, masyarakat, di halaman sekolah, lahan pekarangan masing-masing, dan turus jalan. LPMK Gombong Selatan melakukan pendampingan selama persiapan dan pelaksanaan penanamanannya.

Kegiatan ini merupakan upaya melibatkan peran serta aktif masyarakat dan penanaman kesadaran lingkungan siswa di kawasan Gombong Selatan dalam mengantisipasi ancaman kerusakan ekosistem kars Gombong Selatan akibat tekanan penduduk, penambangan liar, pencemaran lingkungan dan pengundulan hutan yang mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan longsor di musim penghujan, serta kekeringan di musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gombong hadir dan melakukan penanaman secara langsung. Pada kesempatan yang sama, Deputi MENLH bidang Pengembangan Peran Masyarakat, Ir. Arie D.D. Djoekardi, MA., mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pelestarian sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan hidup secara bijaksana, serta berinisiatif dalam mencegah terjadi kerusakan dan pencemaran lingkungan. Salah satu di antaranya adalah melakukan penanaman pohon dari daerah hulu hingga hilir. Hal ini penting karena pengelolaan lingkungan hidup tidak dapat dilakukan secara terpisah atau parsial, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh dengna melibatkan semua komponen masyarakat. Deputi III MENLH juga memberikan pengakuan kepada sekitar 30 orang kader lingkungan hidup dan memberikan bantuan bibit pohon untuk ditanam dalam gerakan tersebut.

Informasi lebih lanjut :
Asisten Deputi Urusan Masyarakat Perdesaan, Tradisional dan Adat
Deputi Bidang Pengembangan Peran Masyarakat, KMNLH
Jl. DI. Panjaitan, Kb. Nanas, Gd.B, Lt.V.
Jakarta 13410