KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

kerjasama.jpgKabupaten Semarang yang meliputi kawasan Ambarawa menyimpan tiga nilai penting yaitu nilai kultural-religius, yang diwakili oleh Candi Gedong Songo dan Gua Maria Kerep, Nilai sejarah yaitu Palagan Ambarawa, Benteng Pendem dan Museum Kereta Api,  nilai ekologis adalah kawasan perbukitan sebagai menara-menara air beserta Rawa Peningnya.  

Kepedulian para pihak terhadap persoalan inilah yang melahirkan komitmen untuk melestarikan peninggalan-peninggalan tersebut. Bentuk kepeduliannya adalah kerjasama antara Bupati Semarang (H. Bambang Guritno), Direktur Ambarawa Pusaka (Ir. Y. Joko Setyanto) dan Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat-KLH (Drs. Sudariyono) yang ditandatangani pada tanggal 10 Januari 2006. 

Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya kualitas lingkungan Rawa Pening dan kawasan Ambarawa sebagai daerah tangkapan air untuk kota-kota disekitarnya termasuk Semarang. Selain itu, perubahan iklim mikro telah mulai meresahkan masyarakat, demikian juga semakin sulitnya masyarakat untuk memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.  

Kerjasama ini lahir dari kepedulian sekelompok masyarakat Dunia Usaha yang terlahir di Ambarawa mengenai kondisi lingkungan yang semakin buruk akhir-akhir ini seperti Rawa Pening dan posisi Ambarawa sebagai daerah Tangkapan air untuk kota-kota sekitarnya termasuk kota Semarang.  Sasaran kegiatan dalam kerjasama ini tidak saja lingkungan alam, tetapi mencakup pula lingkungan buatan seperti museum kereta api, sosial budaya masyarakat. 

Sumber:
Asdep Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
021/85911211 / praszt@menlh.go.id