Penanganan Kasus Pencemaran Dan/Atau Perusakan Lingkungan Hidup Di Desa Buyat Pantai Dan Ratatotok Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Selatan

Hasil Penelitian Tim Terpadu dan Sikap Pemerintah terhadap Pencemaran Teluk Buyat Minahasa Selatan Sulawesi Utara Jakarta, 15 Desember 2004 – Menjawab kontroversi tentang adanya pencemaran di perairan Teluk Buyat di Minahasa Selatan Sulawesi Utara, pemerintah tela … http://www.menlh.go.id/terbaru/artikel.php?article_id=1157 Kementerian Lingkungan Hidup Mengeluarkan Informasi Tim Terpadu Kasus Buyat Laporan Resmi Tim Terpadu Penanganan Kasus Pencemaran Dan/Atau [...]

23 Aug 2004 13:43 WIB





Hasil
Penelitian Tim Terpadu dan Sikap Pemerintah terhadap Pencemaran Teluk Buyat
Minahasa Selatan Sulawesi Utara

Jakarta, 15 Desember 2004 – Menjawab kontroversi tentang adanya pencemaran
di perairan Teluk Buyat di Minahasa Selatan Sulawesi Utara, pemerintah tela

http://www.menlh.go.id/terbaru/artikel.php?article_id=1157

Kementerian
Lingkungan Hidup Mengeluarkan Informasi Tim Terpadu Kasus Buyat

Laporan Resmi Tim Terpadu Penanganan Kasus Pencemaran Dan/Atau Perusakan
Lingkungan Hidup Di Desa Buyat Pantai Dan Desa Ratatotok Kecamatan Totok Timu

http://www.menlh.go.id/terbaru/artikel.php?article_id=1151

Nabiel Makarim — "Yang penting sekarang
bagaimana penanganan dan pengobatan para "korban".
(Menteri
Lingkungan Hidup Nabiel Makarim pada rapat Sosialisasi Tim Teknis)

Emil Salim — "Sebenarnya kasus ini
bukan kasus Baru, sudah ada 8 analisis atau penelitian, terakhir penelitian
yang dilakukan Pusarpedal KLH pada tahun 2003. Kita tinggal melengkapi dan
menambahkan kekurangan dari 8 analisis tersebut maka tim ini harus berpijak
dari analisis tersebut".
(Emil salim dalam sambutannya
menanggapi sosialisasi usulan pembentukan tim teknis kasus Buyat)

Raker
Komisi VII DPR dengan MenLH : Buyat, Bojong, dan BAPEDAL

Kasus Buyat,TPST Bojong, dan penghidupan BAPEDAL Pusat warnai Raker Komisi
VII DPR RI dengan MENLH yang juga merupakan pertemuan pertama Menteri LH ba

http://www.menlh.go.id/terbaru/artikel.php?article_id=1143

Emil
Salim: Hasil Tim Teknis Harus Dipublikasikan


Rabu, 10 November 2004

Jakarta, Kompas – Mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan
Hidup Emil Salim berpendapat, hasil pembahasan tim teknis penanganan kasus
pencemaran Teluk Buyat harus dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka.
Hal itu harus dipisahkan dengan pembahasan di tingkat menteri yang kemungkinan
hasilnya berdimensi politis. Adapun alasan perlunya publikasi terbuka karena
obyek pembahasan Teluk Buyat merupakan wilayah publik (public domain) sehingga
tidak ada yang perlu dirahasiakan.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0411/10/humaniora/1379907.htm

Somasi
PT Newmont Sangat Prematur

Jakarta, Sinar Harapan
Penasihat hukum Ketua Dewan Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan
Iskandar Sitorus, Pardianto Panjaitan, menyatakan somasi yang disampaikan
PT Newmont Minahasa Raya beberapa waktu lalu sangat prematur dan tidak ada
harganya. Hal itu dikatakan Panjaitan dari Ikatakan Advokat Indonesia (Ikadin)
kepada SH, Selasa (9/11) di Jakarta.
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0411/09/nas05.html

Pemerintah
Harus Upayakan Pemulihan Kesehatan Warga Buyat

Rabu, 10 November 2004 LINGKUNGAN

JAKARTA (Media): Pemerintah diharapkan segera melakukan upaya penanganan
bagi pemulihan lingkungan dan kesehatan warga Buyat, Sulawesi Utara. Pasalnya,
Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar telah menyatakan terjadi pencemaran
arsen pada air minum, sedimen, dan ikan dasar di Teluk Buyat yang berpotensi
membahayakan kesehatan.
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004111001102309

Newmont
insists Buyat bay not contaminated

The Jakarta Post, Jakarta
Despite the results of a study by joint team that pointed to high levels
of arsenic in Buyat bay, PT Newmont Minahasa Raya maintained on Tuesday that
the bay was free of contamination. Dave Baker, Newmont’s senior vice president
for environmental management, said that elevated levels of arsenic were to
be expected in the tailings solid because of the mineralogy of the ore body.
"The tailings system was designed so that the arsenic would be in a safe
chemically stable form that is locked into the sediment and not released into
the environment," he said in a statement made available to The Jakarta
Post on Tuesday.


http://www.thejakartapost.com/detailnational.asp?fileid=20041110.C01&irec=0

Jakarta
report raises tension over mine

By Jane Perlez The New York Times
Wednesday, November 10, 2004

JAKARTA A government panel has presented a bitterly fought-over report
showing that sediment in the equatorial bay where the world’s biggest gold
producer, Newmont Mining, deposited mine waste is polluted with significant
levels of arsenic and mercury. But the panel found the water quality met Indonesian
standards.

http://www.iht.com/bin/print_ipub.php?file=/articles/2004/11/09/news/newmont.html

Newmont
Berharap Keputusan Pemerintah Berbeda dengan Tim Teknis

Selasa, 09 November 2004 | 19:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Newmont Minahasa Raya (NMR) berharap keputusan
pemerintah akan berbeda dengan kajian tim teknis penanganan Kasus Buyat yang
disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kemarin (8/11)…

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/11/09/brk,20041109-61,id.html

Assegaf:
Nabiel Tidak Permasalahkan Temuan Tim Teknis Buyat

Selasa, 09 November 2004 | 17:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kuasa Hukum Nabiel Makarim, Assegaf, menyatakan
kliennya tidak mempermasalahkan temuan akhir dari tim teknis Buyat. Karena
bagaimanapun, kata dia, tim terpadu adalah bentukan Nabiel. "Karena tim
sudah melakukan kajian, dan secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, maka
tidak ada alasan orang untuk menolak," ujarnya pada Tempo, Selasa (9/11).
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/11/09/brk,20041109-46,id.html

Pengacara
Assegaf Bantah Nabiel Makarim Bohong

Selasa, 09 November 2004 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kuasa hukum Mantan Negara Lingkungan Hidup Nabiel
Makarim, Assegaf, menegaskan kliennya tidak pernah melakukan kebohongan publik,
seperti yang dituduhkan beberapa lembaga swadaya masyarakat. Menurut Assegaf,
selama mendampingi Nabiel, dia tidak pernah mendengar kliennya mengemukakan
hasil temuannya sendiri tentang pencemaran di Teluk Buyat. "Tapi ia (Nabiel)
mengatakan berdasar ini, berdasar ini. Bukan berdasar temuannya dia (Nabiel)

sendiri," katanya ketika dihubungi Tempo per telepon Selasa siang (9/11).

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/11/09/brk,20041109-40,id.html

Kasus
Buyat, Polri Akan Gelar Perkara dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara

Selasa, 09 November 2004 | 22:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur V Tindak Pidana Tertentu, Brigjen Pol Suharto
mengatakan pihaknya akan menggelar perkara kasus pencemaran di Teluk Buyat,
Minahasa, dengan Bagian Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Salah
satu materinya adalah hasil final kesimpulan Tim Teknis yang menyatakan Teluk
Buyat tercemar.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/11/09/brk,20041109-69,id.html

Press
Release Tim Teknis Penanganan Kasus Buyat

Sehubungan dengan Tugas dan Fungsi Tim Teknis Penanganan Kasus
Buyat diantaranya selain identifikasi pencemaran dari hasil penelitian, juga
melakukan …
http://www.menlh.go.id/terbaru/artikel.php?article_id=1131

Mantan
Menneg LH Diperiksa Polisi

(SUARA PEMBARUAN DAILY) JAKARTA – Pemeriksaan mantan Menteri Negara Lingkungan
Hidup (Menneg LH) Nabiel Makarim sebagai saksi kasus pencemaran Teluk Buyat,
di Mabes Polri, Jakarta, dinyatakan cukup dengan menjawab 15 pertanyaan….

http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/27/Jabotabe/jab13.htm

Siapa
yang Akan Memulihkan Lingkungan yang Rusak di Buyat?

(SUARA PEMBARUAN DAILY) INDUSTRI tambang emas PT Newmont Minahasa Raya (NMR)
di Ratatotok, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sudah ditutup Agustus 2004.
Manajemen perusahaan ini bersiap mereklamasi lubang-lubang bekas galian, menghijaukan
lahan yang gundul, dan merehabilitasi kawasan yang rusak. Pengelolanya berjanji
menyelesaikan itu semua dalam waktu 5-6 tahun, termasuk memberdayakan warga
setempat.
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/27/Lingkung/lingk01.htm

Kasus
Buyat Akan Diselesaikan Pekan Depan

Jakarta, Sinar Harapan
Kontroversi kasus Buyat akan diselesaikan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
dalam satu minggu. "Hasil penelitian KLH mengenai kasus ini sudah berada
dalam kondisi final, diharapkan sebelum minggu depan sudah bisa diselesaikan,"
ucap Rachmat Witoelar, Menneg LH, di Jakarta, Selasa (26/10).
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0410/27/nas03.html

Polisi
Minta Komitmen Jaksa soal Buyat

(Kamis, 28 Oktober 2004) Jakarta, Kompas – Polisi meminta adanya komitmen
tim jaksa penuntut umum dalam menangani kasus dugaan pencemaran Teluk Buyat,
Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Harapan itu dilontarkan karena
masih belum banyak perkara pidana lingkungan hidup yang divonis di pengadilan.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0410/28/humaniora/1352620.htm

Questions
of credibility over Newmont floor Police

Abdul Khalik, The Jakarta Post, Jakarta Police complained on Wednesday
that state prosecutors in Manado, North Sumatra had given them so many questions
in the returned case file of the six suspects in the Buyat Bay pollution case
that it meant they may have to start the probe again from scratch. National
police director of specific crimes division Brig. Gen. Suharto said prosecutors
returned the case files with 39 questions. Six PT Newmont Minahasa Raya executives
were named suspects in the alleged mercury contamination of Buyat Bay in Minahasa,
North Sulawesi. They are Americans Richard B. Ness and Bill Long; Australian
Phil Turner; and Indonesians David Sompie, Jerry Kojansow and Putra Jayatr
i….
http://www.thejakartapost.com/detailnational.asp?fileid=20041028.C04&irec=3

Nabiel
Jadi Tersangka Kasus Teluk Buyat

(Kamis, 28 Oktober 2004) JAKARTA (Media): Mabes Polri menetapkan mantan Menteri
Lingkungan Hidup Nabiel Makarim sebagai tersangka kasus Teluk Buyat. Nabiel
dinilai telah menyebarkan informasi palsu terkait kasus pencemaran teluk di
Minahasa, Sulawesi Utara itu…..
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004102800431003

Kasus
Buyat
Nabiel Diperiksa Polri 4 Jam

detikcom – Jakarta, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nabiel Makarim diperiksa sebagai saksi di mabes Polri dalam kasus pencemaran
lingkungan di teluk Buyat oleh PT. Newmont Minahasa Raya…
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/10/tgl/25/time/17275/idnews/230157/idkanal/10

U.S.
asks for release of Newmont staff

Abdul Khalik and Fabiola Desy Unidjaja, The Jakarta Post, Jakarta

American Ambassador Ralph L. Boyce held talks with President Megawati
Soekarnoputri and the police on Monday as Washington aired concerns over the
detention of five executives of United States-based Newmont Minahasa Raya
mining company.
..
http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20040928.A06&irec=9

US
Protests Indonesian Detentions

Tim Johnston
Jakarta
27 Sep 2004, 14:53 UTC

The United States ambassador in Jakarta has visited the Indonesian president
to protest at the continued detention of five executives of a Denver, Colorado-based
mining company. The five are employees of a gold mine that has been accused
of making local residents sick by polluting the water supply…
http://www.voanews.com/article.cfm?objectID=2FE24281-6976-4F47-9D7C6737C660BA68&title=U.S.%20Protests%20Indonesian%20Detentions%20&catOID=45C9C78F-88AD-11D4-A57200A0CC5EE46C&categoryname=USA

US
opposes arrests of mining executives in Indonesia

Radio Australia – The United States has stepped up pressure on Indonesia
over the arrest of five executives of an American mining company, in relation
to alleged pollution in the province of Sulawesi….

http://www.abc.net.au/ra/newstories/RANewsStories_1208355.htm

Tempointeraktif.com
– Presdir Newmont Ditahan di Mabes Polri

… Pol. Suharto mengatakan, penahanan dilakukan karena bukti
cukup. Di samping itu, penahanan juga sebagai bentuk penegakan hukum “Faktanya
Teluk Buyat tercemar. Tentunya (Richard) yang bertanggung jawab,” kata
Suharto melalui telepon di Mabes Polri, Kamis (23/9) sore. Ia mengatakan,
penahanan langsung …
http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2004/09/23/brk,20040923-44,id.html
09/23/04, 3964 bytes

PRESS
STATEMENT – RICK NESS, RICK NESS, PRESIDENT DIRECTOR BUYAT, 2004-09-21 09:50:03

Press Statement – Rick Ness, Rick Ness, President Director

It is difficult to express in words the disgust that we feel regarding
the false allegations made concerning Newmont Minahasa Raya operations and
the health of the villagers at Buyat Bay. It is not true that NMR operations
have affected the quality of the water or the health of the villagers. I repeat
– that is not true…..

http://www.newmont.co.id/buyat/press_detail.php?lang=E&bpressid=EIUH09545081&bpresstipe=5

Spurred
by Illness, Indonesians Lash Out at U.S. Mining Giant

New York Times – September 8, 2004
By JANE PERLEZ and EVELYN RUSLI

BUYAT BAY BEACH, I ndonesia – First the fish began to disappear. Then
villagers began developing strange rashes and bumps. Finally in January, Masna
Stirman, aided by a $1.50 wet nurse, gave birth to a tiny, shriveled girl
with small lumps and wrinkled skin…..
http://www.nytimes.com/2004/09/08/international/asia/08indo.html?ex=1095657756&ei=1&en=dc99e12edbd009b1

Cara
Alternatif Untuk Mengolah Limbah Padat/ Tailing Yang Mengandung Mercury Dan
Arsen

(www.menlh.go.id) Dugaan terjadinya pencemaran logam berat di perairan pantai
Buyat karena pembuangan limbah padat (tailing) seharusnya tidak akan terjadi,
seandainya l …
http://www.menlh.go.id/terbaru/artikel.php?article_id=1083

Menkes
Akui Teluk Buyat Tercemar Merkuri

Jakarta, Sinar Harapan
Menteri Kesehatan (Menkes), Achmad Sujudi mengakui Teluk Buyat positif tercemar
merkuri. Untuk itu ia mengajak semua pihak mengikuti proses hukum dan tidak
dikontroversikan…
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0408/09/sh01.html

Media
Indonesia online:

JAKARTA (Media): Perairan Teluk Buyat telah tercemar merkurium (Hg) dan arsen
(As). Seluruh sampel air laut yang diambil di sembilan titik di Teluk Buyat
menunjukkan kandungan merkurium dan arsen telah jauh di atas baku mutu.

Demikian hasil final penelitian Pusat Laboratorium Forensik
(Puslabfor) Mabes Polri atas perairan di Teluk Buyat, Sungai Buyat, Teluk
Ratatotok dan Sungai Ratatotok, yang diperoleh Media, kemarin… http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?Id=2004082601363401

Semua
Studi soal Buyat Ditinjau Kembali


JAKARTA (Media): Tim Terpadu Penanganan Masalah Teluk Buyat memutuskan akan
melakukan peninjauan terhadap seluruh studi yang telah dilakukan berbagai
pihak mengenai teluk tersebut. Setelah itu akan dilakukan beberapa langkah
teknis untuk menyelesaikan masalah tersebut…
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004081102355910

Kompas
Cyber Com (KCM)

Keputusan Rakor Kesra Kasus Buyat Harus Tuntas Akhir Agustus Ini

Jakarta, Kompas – Berkaitan dengan kasus yang menimpa warga Buyat, rapat
koordinasi bidang kesejahteraan rakyat yang dihadiri para menteri di jajaran
Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dengan Kepala Polri
Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar, Rabu (18/8) di Jakarta, memutuskan membentuk
tim ahli dari Departemen/Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, Kesehatan,
Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi, Kelautan, dan Polri….
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/19/utama/1217178.htm

Contoh Hasil
Penelitian Korban Buyat Dibawah Ke WHO

JAKARTA–MIOL: Contoh hasil penelitian lab yang dilakukan oleh institut Minamata,
Jepang terhadap korban pencemaran lingkungan di Teluk Buyat, Sulawesi Utara
akan dibawa ke markas World Health Organization (WHO), di Jenewa, Swiss, pada
25 Agustus 2004…
http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=46942

PT
Newmont Pertanyakan Hasil Penelitian Polri

Astaga!Warta-PT Newmont Minahasa Raya (MHR) mempertanyakan perbedaan hasil
penelitian Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar Polri, yang
menyebutkan tentang adanya pencemaran logam berat di perairan Teluk Buyat…

http://astaga.com/warta/article.php?id=88475&cat=359

Delapan
Warga Buyat Dirawat

Manado, Kompas – Sebanyak delapan warga Desa Buyat (Sulawesi Utara) kini
tengah dirawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Manado. Menurut pihak rumah sakit,
pekan ini kedelapan warga yang mengidap tumor itu akan menjalani pembedahan
jika kondisi kesehatannya memungkinkan….
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/30/humaniora/1237059.htm

DPR
Minta Polri Cepat Tuntaskan Pengusutan Kasus Buyat

(SUARA PEMBARUAN DAILY) Tepuk tangan 18 warga Buyat, Sulawesi Utara, beberapa
kali membahana di ruang rapat Komisi VIII DPR, Selasa (24/8) lalu. Setidaknya
dengan pernyataan para anggota dewan dalam rapat kerja dengan Menteri Negera
Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, sekaligus rapat dengar pendapat umum dengan
LBH Kesehatan, memberi harapan baru bagi mereka yang kini didera pencemaran
lingkungan di tempat mereka tinggal dan mencari nafkah.
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/29/Hukum/hk01.htm

Penelitian
Puslabfor Polri Bisa Dipertanggungjawabkan

(SUARA PEMBARUAN DAILY) JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Da’i Bachtiar mengatakan,
hasil penelitian Puslabfor Polri tentang pencemaran Teluk Buyat tidak perlu
diragukan, karena bisa dipertanggungjawabkan secara teknis, ilmiah, dan hukum…

http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/28/Nasional/nas16.htm

Dari
DBD hingga Buyat, Kesehatan Indonesia yang Selalu Terpinggirkan

SUARA
PEMBARUAN DAILY

Oleh Ede Surya Darmawan
Masyarakat di teluk Buyat mendaftarkan diri untuk mendapatkan pengobatan.
Perayaan kemerdekaan telah lewat. Acara tujuh belasan telah usai digelar dari
mulai tingkat RT hingga ke tingkat nasional. Apa yang telah dicapai dari rutinitas
hajatan tahunan dalam setiap pertengahan bulan Agustus ini? Sulit memang untuk
dijawab karena setiap menjelang tanggal 17 Agustus, yang dilakukan adalah
persiapan merayakan dan bukan melakukan introspeksi serta evaluasi atas apa
yang telah dicapai oleh Indonesia selama ini…
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/29/Kesehata/kes01.htm

Kasus
Buyat Tanggung Jawab Perusahaan dan Pemerintah

Jakarta, Kompas – Penurunan kualitas lingkungan dan gangguan kesehatan yang
dialami masyarakat di Teluk Buyat (Sulawesi Utara), menjadi tanggung jawab
perusahaan dan pemerintah. Terkait dengan itu, sejumlah kajian dapat digunakan
untuk memperkuat adanya dugaan awal bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi
manusia di Teluk Buyat.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/19/humaniora/1217392.htm

DPR
Minta Polri Tuntaskan Kasus Buyat

JAKARTA (Media): Komisi VIII DPR meminta Polri untuk menuntaskan penyidikan
pencemaran di Teluk Buyat, Sulawesi Utara, dan mengingatkan pemerintah untuk
memberikan dukungan dalam penyelesaian kasus itu…
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004082500175011

Hasil
Pemeriksaan Sampel di Teluk Buyat Diragukan
Kadar Merkuri Paling Tinggi pada Sedimen

(SUARA PEMBARUAN DAILY) JAKARTA – Hasil pemeriksaan sampel sedimen, air,
ikan dan rumput laut dari perairan Teluk Buyat oleh Australian Laboratory
Services (ALS) diragukan sekalipun laboratorium itu sudah terakreditasi. Pasalnya,
saat pemeriksaan, kemungkinan keliru menganalisis bisa terjadi. Hal ini didasarkan
pada pengalaman tahun 1999 bahwa hasil pemeriksaan konsentrasi merkuri oleh
tiga laboratorium berbeda hasilnya juga berbeda. Perbedaan mencolok terjadi
pada hasil pemeriksaan ALS, kadar merkuri lebih rendah dibanding hasil pemeriksaan
dua laboratorium lainnya…
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/24/Kesra/kes01.htm

House
fronts police work into Buyat

Abdul Khalik and Fitri Wulandari, The Jakarta Post/Jakarta The House
of Representatives provided on Tuesday a show of confidence in the police,
recommending that the government give its full support to the police investigation
into the alleged pollution of Buyat Bay, North Sulawesi…

http://www.thejakartapost.com/detailnational.asp?fileid=20040825.C01&irec=0

Govt
to conduct new Buyat study

The Jakarta Post, Jakarta
The government decided on Wednesday to send a joint team to conduct a comprehensive
study on Buyat Bay, South Minahasa, North Sulawesi, and its surrounding areas
to verify reports of serious pollution there…

http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20040819.B03&irec=9

Newmont
to stop gold ore processing in North Sulawesi

JAKARTA (Dow Jones): U.S.-based Newmont Mining Corp. will stop processing
gold ore at its mine in Indonesia’s North Sulawesi province at the end of
this month.

http://www.thejakartapost.com/detaillatestnews.asp?fileid=20040818131511&irec=6

Hasil
Laboratorium Kesehatan DKI
Warga Buyat Terkontaminasi Merkuri, Arsen, Kadmium, Timbal

(SUARA PEMBARUAN DAILY) JAKARTA – Hasil pemeriksaan sampel darah, urin, rambut
dan kuku terhadap empat warga Dusun Buyat Pantai, Desa Ratatotok Timur, Kecamatan
Ratatotok Kabupaten Minahasa Selatan memperlihatkan kontaminasi berbagai logam
berat seperti merkuri, arsen, timbal, kadmium, selenium. Dari penyakit yang
dialami keempat warga tersebut bila dikaitkan dengan kontaminasi logam, maka
logam yang cenderung berperan adalah logam arsen…
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/18/Utama/ut03.htm

Kasus
Buyat Terkait Industri

Jakarta, Kompas – Pembuangan tailing atau limbah dari pengolahan di pertambangan
emas, tetap berperan besar terhadap terjadinya pencemaran merkuri dan arsen
di kawasan perairan. Proses pengikatan emas yang menggunakan katalis logam
berat akan selalu menghasilkan cemaran yang akhirnya dibuang ke laut…
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/24/humaniora/1228697.htm

Asal
Arsenik dan Bahayanya

KONTROVERSI Teluk Buyat hingga kini masih berlangsung. Dari dua sumber pencemar
yang dicurigai: merkurium dan arsenik, tinggal arsenik yang belum banyak dibahas….
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/24/humaniora/1223989.htm

Mereka
Jadi Korban Pemberitaan

(SUARA PEMBARUAN DAILY) HENDRIK Pontoh adalah satu dari sekian banyak nelayan
di Dusun Buyat Pantai, Desa Ratatotok Timur, Kecamatan Ratatotok Kabupaten
Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang mempunyai kehidupan lebih baik dibanding
nelayan-nelayan lainnya. Pria asal Sangir yang sejak 1980 bermukim di dusun
itu, dalam sebulan berpenghasilan Rp 5,5 juta.
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/18/Utama/ut06.htm

Tim
Independen Kasus Buyat: Benjolan di Tubuh Bukan Gejala Minamata

Manado, Sinar Harapan
Berdasarkan pengamatan fisik dan hasil diagnosis dokter terhadap 300 lebih
pasien yang berasal dari Desa Buyat, Kecamatan Kotambunan, Kabupaten Bolaang
Mongondow (Bolmong) yang bermukim di kawasan Buyat Pante Lakban (dusun jauh
dari Desa Ratatotok Timur), Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Selatan
(Minsel), tidak ditemukan adanya gejala penyakit minamata…
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0408/18/jab02.html

Hasil
Pemeriksaan Unsrat, Warga Buyat Kena Tumor Jinak

JAKARTA (Media): Hasil pemeriksaan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
(Unsrat), Sulawesi Utara, menyatakan 56 warga di tiga desa di kawasan Ratatotok
menderita tumor jinak.
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004081901005518

Newmont
Pertanyakan Hasil Penelitian Polri

JAKARTA (Media): Pihak PT Newmont Minahasa Raya (NMR) mempertanyakan metode
dan hasil uji Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Teluk Buyat
dan Ratatotok, yang menyatakan kandungan merkurium dan arsenik jauh di atas
baku mutu…
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004082701493103

PT
NMR Pertanyakan Pernyataan Polri

Jakarta, Kompas – PT Newmont Minahasa Raya (NMR) mempertanyakan hasil laboratorium
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
bahwa pencemaran Teluk Buyat melebihi baku mutu.
Menurut Manajer Humas NMR Kasan Mulyono di Jakarta, Kamis (26/8), semestinya
tim puslabfor menjelaskan model penelitian yang dilakukan karena hasilnya
berbeda dengan yang sudah ada…
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/27/humaniora/1232958.htm

Dirut
Newmont Minahasa Bisa Dicekal

JAKARTA- Direktur V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri Brigjen
Suharto mengemukakan, pihaknya bisa melakukan pencekalan terhadap Direktur
Utama PT Newmont Minahasa Raya (NMR) Ricard Ness jika terbukti melakukan pencemaran
di Teluk Buyat, Sulawesi Utara…
http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/27/nas15.htm

"Peer
Review", Proses Menuju Penyidikan Kasus

Jakarta, Kompas – Tim Penanganan Kasus Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Hidup di Teluk Buyat, yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup, seharusnya berujung pada satu titik, yaitu penyidikan. Maka, tinjauan
mendalam oleh tim pakar (peer review) atas hasil-hasil penelitian yang pernah
dilakukan tentang Teluk Buyat menjadi bagian dalam proses penyidikan kasus
Buyat. Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) Indro
Sugianto mengemukakan bahwa pakar yang di- libatkan dalam peer review harus
independen, karena mereka kelak akan menjadi saksi ahli, jika kasus tersebut
sampai ke pengadilan. "Karena akan berujung pada penyidikan, maka seharusnya
yang duduk dalam tim itu adalah orang-orang yang akan memberikan keterangan
berdasarkan keahliannya, sebagaimana dikonstruksikan dalam KUHAP (Kitab Undang-undang
Hukum Acara Pidana). Untuk itu tidak diperlukan tim pengarah," ungkap
Indro kepada Kompas, Kamis (12/8)…
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/13/humaniora/1206091.htm

Govt
mulls relocating fishermen from contaminated Buyat Bay

The Jakarta Post, Jakarta
Minister of Maritime Affairs and Fisheries Rokhmin Dahuri said on Wednesday
that the government was considering plans to relocate hundreds of fishermen
from Buyat Bay, North Sulawesi, following reports of chemical contamination
there.

http://www.thejakartapost.com/detailnational.asp?fileid=20040812.D03&irec=10

Skepticism
abounds among Buyat residents

Abdul Khalik and Muninggar Sri Saraswati, The Jakarta Post/Jakarta After
weeks of media attention, residents of Buyat Pantai village in North Sulawesi
have begun to doubt whether their health problems, caused by suspected metal
contamination, would be addressed. One villager, Hendra, said on Thursday
that he wondered why the government was focusing on forming teams to investigate
the alleged metal pollution, instead of medical assistance to cure people’s
ailments.

http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20040813.B01&irec=7

Empat
Warga Buyat Diperiksa di Mabes Polri

JAKARTA (Media): Empat warga korban pencemaran lingkungan di Teluk Buyat,
Minahasa, Sulawesi Utara, menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, kemarin. Mereka
adalah Rasyid Rahmat, Masna Firman, Juhriah Latumbahe, dan seorang bayi Srifika
Modeo.
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004081200372923

Tak
Mau Tanggapi Pernyataan Menkes Soal Teluk Buyat Newmont Tunggu Hasil Penelitian
Tim Terpadu

Jakarta, Sinar Harapan
Manajemen PT Newmont Minahasa Raya (NMR) memilih tetap bersikap menunggu hasil
dari tim terpadu, yakni Tim Penanganan Kasus Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Hidup di Teluk Buyat yang telah dibentuk oleh pemerintah…
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0408/11/eko01.html

Buyat
Pantai di tengah " Hujan” Pembentukan Tim Peneliti

PEMBARUAN/YC KURNIANTORO – MENELITI IKAN – Peneliti dari National Institute
for Minamata Disease, Jepang, Mineshi Sakamoto, membelah ikan untuk mengambil
sampel dan meneliti kandungan merkuri dalam ikan, di Desa Buyat Pantai, Kecamatan
Ratatotok, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Selasa (10/8). Pebeliti
Jepang belum bisa memastikan adanya penyakit Minamata di Buyat.
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/11/Lingkuna/lingk02.htm

Ahli
Minamata Jepang Teliti Buyat

Jakarta, BPost
Mabes Polri akan memasukkan hasil penelitian yang dilakukan ahli penyakit
minamata dari Jepang, Mineshi Sakamoto, ke dalam berita acara pemeriksaan
(BAP) guna mengungkap kasus dugaan pencemaran di Teluk Buyat, Minahasa Selatan,
Sulawesi Utara.
http://www.indomedia.com/bpost/082004/11/nusantara/nusa3.htm

Pemerintah
Segera Relokasi Nelayan Teluk Buyat

Cirebon, Sinar Harapan
Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri menyatakan pemerintah segera
melakukan relokasi para nelayan korban pencemaran merkuri dikawasan perairan
Teluk Buyat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara…
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0408/10/nas03.html

Kasus
Buyat Tidak Perlu Penelitian Baru

Jakarta, Kompas – Melakukan pengkajian atas seluruh hasil penelitian tentang
Teluk Buyat yang sudah ada dinilai sebagai langkah yang tepat untuk segera
mengakhiri ketidakpastian mengenai kasus Buyat. Namun demikian, pemerintah
harus segera bertindak mengatasi masalah nyata yang dialami warga Buyat, yakni
gangguan kesehatan dan penurunan sumber ekonomi.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/12/humaniora/1204431.htm

Menkes,
Kapolri Koordinasi dalam Tangani Kasus Buyat

JAKARTA (Media): Menteri Kesehatan Achmad Sujudi melakukan pertemuan koordinasi
dengan Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar mengenai penanganan kasus pencemaran
lingkungan di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara, kemarin…
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004081001135307

Depkes
Datangkan Ahli "Minamata" dari Jepang ke Buyat

Jakarta, Kompas – Guna menuntaskan isu penyakit minamata di Desa Buyat Pante,
Kabupaten Minahasa Selatan- Sulawesi Utara, Departemen Kesehatan (Depkes)-difasilitasi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)- mendatangkan dr Mineshi Sakamoto PhD, ahli
epidemologi dari National Institute for Minatama Disesase Jepang untuk melakukan
penyelidikan di Buyat….
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/10/humaniora/1201407.htm

Int’l
Buyat study meets doubt

Abdul Khalik, Jakarta A Japanese expert on Minamata disease and an environmental
expert from the World Health Organization (WHO) are conducting research in
Buyat Pantai village in the North Sulawesi regency of Minahasa to
determine whether metal poisoning reportedly causing the disease has occurred
there.

http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20040810.A01&irec=1

Review
– Mining: Newmont Cleared

August 8, 2004 11:45 PM,
Laksamana.Net – The government has repudiated allegations that US- based
Newmont Mining’s subsidiary in North Sulawesi province has killed villagers
by dumping lethal amounts of mercury and other forms of toxic tailings waste
in a local bay.
http://www.laksamana.net/vnews.cfm?news_id=7358

Kasus
Buyat Sebaiknya Ubah Perilaku Birokratis

Tajuk Rencana KOMPAS.

KITA tertarik mengikuti kronologi kasus Teluk Buyat, Minahasa Selatan. Tanggal
26 Juli Menteri LH menyatakan, ikan maupun perairan Teluk Buyat tidak tercemar
merkuri maupun arsen. Tanggal 29 Juli, dari hasil penelitian laboratorium
di UI, Jakarta, ditemukan warga Desa Buyat terbukti terkontaminasi merkuri
(Hg).
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0407/31/opini/1180184.htm

Buyat
Jangan Diperdagangkan, 4 LSM Gugat Newmont, ESDM

Media Indonesia on line.

MANADO (Media): Sejumlah warga Desa Buyat Pantai, Kecamatan Ratatotok, Sulawesi
Utara (Sulut), meminta masalah Desa Buyat tidak diperdagangkan. Karena itu,
pemerintah harus bersikap arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan
tersebut.
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004080600313109

Tragedi
Teluk Buyat

Todung Mulya Lubis, Advokat Senior

"Too little and too late": itulah ungkapan yang tepat untuk melukiskan
langkah pemerintah dalam tragedi Buyat. Perhatian pemerintah baru tumbuh justru
setelah sejumlah warga dan biota di kawasan teluk itu telanjur menjadi korban
dari wabah penyakit. Padahal, jauh-jauh hari sebelum kasus ini meledak, potensi
dan bahaya pencemaran ekologi di wilayah itu sebenarnya telah diekspos dan
disuarakan oleh sejumlah LSM…
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004080901072904

Tujuh Warga Buyat akan Dibawa Lagi ke Jakarta

JAKARTA (Media): Ketua Dewan Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan
Iskandar Sitorus mengatakan akan mendatangkan lagi tujuh warga Buyat, pada
Selasa (10/8). Sementara itu, pemerintah diminta memperketat pemberian izin
penggunaan logam berat….
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004080901072910

Laporan
Hasil Penelitian National Institute for Minamata di Jepang

Simpang siur soal penyakit yang diderita penduduk Desa Buyat, Pantai Kecamatan
Ratatotok, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, terjawab sudah. Hasil
pemeriksaan para ahli di National Institute for Minamata Disease di Jepang
terhadap 15 sampel rambut warga desa setempat menunjukkan kadar total merkuri
terendah 0,9 part per million (ppm) dan kadar tertinggi 5,6 ppm. Kadar itu
masih jauh dari kadar total merkuri di dalam darah yang menimbulkan gejala
awal penyakit minamata yaitu 200 mikrogram/liter….
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/07/Kesra/kes04.htm

Newmont
pays $6.25m royalty to RI

JAKARTA: Copper and gold miner PT Newmont Nusa Tenggara paid to the government
US$6.25 million as a second quarterly royalty on the concentrate shipped from
April to June 2004, the company said in a press release….
http://www.thejakartapost.com/detailbusiness.asp?fileid=20040809.M06&irec=5

Mewaspadai
Fenomena Minamata

Oleh :IBG Dharma Putra MKM *

Minamata merupakan kata yang populer dalam kancah pemberitaan nasional maupun
lokal serta diskusi dan pembicaraan mengenai lingkungan. Hampir semua media
massa, menjadikan Kasus Minamata sebagai latar berita dari sebuah peristiwa
yang mirip di tanah air. Sedemikian populernya, tidak jarang kata Minamata
maupun Buyat menjadi judul besar di halaman pertama…
http://www.indomedia.com/bpost/082004/9/opini/opini1.htm

Newmont
under fire

By: Dorothy Kosich
Posted: ’06-AUG-04 05:00′ GMT © Mineweb 1997-2004

RENO (Mineweb.com) –As eleven more residents from around Buyat Bay,
North Sulawesi, visited Indonesian National Police Headquarters this week
to complain that they are being poisoned by mine tailings from a soon-to-be-closed
Newmont gold mine, it brings to mind a very familiar scenario for international
mining.
..
http://www.mineweb.net/sections/sustainable_mining/339689.htm

Solving the mystery of
Buyat Bay

Posted: ’02-AUG-04 03:00′ GMT © Mineweb 1997-2004

An Indonesian government technical team, together with a steering committee,
both created to investigate if tailings from Newmont’s Minahasa gold mine
polluted Buyat Bay, will report the results of their investigation on Sep.18th.

http://msnbc.msn.com/id/5600669/

Newmont,
NGOs file criminal charges against each other

By:
Dorothy Kosich
Posted: ’27-JUL-04 05:00′ GMT © Mineweb 1997-2004

RENO–(Mineweb.com) A long simmering feud between PT Newmont Minahasa
Raya (PTNMR) and Indonesian environmental special interest NGOs recently erupted
into criminal charges and counter-charges, resulting in national police and
health investigations…

http://www.mineweb.net/sections/whats_new/337842.htm

1.1. Pada Mulanya?

Desa Buyat Pantai dan Ratatotok terletak di Kecamatan Ratatotok,
Kabupaten Minahasa Selatan, Propinsi Sulawesi Utara. Desa ini terkenal dengan
tambang emas. PT. Newmont Minahasa Raya (PT. NMR) adalah perusahaan kontrak
karya pertambangan emas yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten
Bolaang Mongondow, Propinsi Sulawesi Utara dan telah beroperasi sejak bulan
Maret 1996. Berdasarkan dokumen Amdal, PT. Newmont Minahasa Raya merupakan perusahaan
tambang yang diperkenankan memanfaatkan dasar laut sebagai media untuk menempatkan
tailing yang dihasilkan dari proses penambangan. Dampak penting dari sistem
ini adalah pengendapan dan penimbunan yang timbul akibat penempatan tailing
didasar laut (Submarine Tailing Disposal/STD)

Komposisi bahan kimia tailing pada tingkat tertentu dapat menyebabkan
pencemaran perairan yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar lokasi
pembuangan apabila tidak dikelola dengan baik sesuai dengan persyaratan yang
berlaku. Di samping itu juga dapat menyebabkan rusaknya sumberdaya ikan di sekitar
lokasi pembuangan tailing. Dampak penting yang terjadi di daerah pertambangan
yang menggunakan STD adalah penutupan daerah dasar perairan dan bioakumulasi
logam. Selain itu, di desa Raratotok banyak terdapat penambangan emas rakyat
yang menggunakan merkuri untuk pengolahannya. Limbah penambangan emas rakyat
tersebut dibuang ke tanah dan sungai yang bermuara ke perairan di sekitar Teluk
Totok. Dampak kegiatan PT. NMR dan adanya penambangan emas rakyat tersebut meliputi
antara lain aspek fisik, biologi dan kimia perairan laut yang pada akhirnya
dapat mempengaruhi kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Berdasarkan informasi awal dari tim Departemen Kesehatan yang
berkunjung ke lokasi, dari 180 warga Desa Buyat Pantai telah ditemukan 30 warga
desa tersebut yang mempunyai keluhan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh, dermatitis,
Infeksi Saluran Pernafasan Atas, dan munculnya benjolan di beberapa bagian tubuh
seperti wajah, tangan, kaki, dan leher.

Sehubungan dengan hal tersebut, berdasarkan hasil rapat MENKOKESRA
tanggal 23 Juli 2004 , maka dibentuklah tim Terpadu Penanganan Kasus yang terdiri
dari MENKOKESRA, Dep Kes, Dep ESDM, BPPT, Dep Perikanan dan Kelautan, KLH, Pemda
Sulawesi Utara, Perguruan Tinggi dan LSM. Selain itu dilibatkan pula para pakar
dalam rangka empertajam hasil yang akan diperoleh.

 

1.2 Tujuan dari penanganan kasus ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menjawab apakah timbulnya penyakit pada warga Buyat Pantai karena
    Minamata? Atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan kualitas lingkungan.
  2. Untuk menjawab apakah zat pencemar yang menimbulkan penyakit pada pasien
    di teluk Buyat berasal dari PT NMR atau PETI atau lainnya.
  3. Untuk menjawab apakah PT NMR atau PETI melanggar peraturan perundangan
    lingkungan hidup.
  4. Memberikan rekomendasi untuk langkah tindak lanjutnya dan membandingkan
    data yang diperoleh dengan standar/peraturan yang berlaku di Indonesia maupun
    dari Negara lain.

 

1.3 Adapun ruang lingkup kegiatan penanganan kasus ini
meliputi :

  1. Penyusunan kuesioner tentang kondisi kesehatan masyarakat;
  2. Mereview berbagai studi yang telah dilakukan dan dibandingkan dengan rona
    awal, dengan standar di Indonesia atau internasional, RKL, RPL dan AMDAL
    serta izin yang diberikan;
  3. Melakukan evaluasi untuk menilai apakah PT NMR dan PETI memenuhi standar;
  4. Mengevaluasi peralatan dan proses tehnologi yang digunakan oleh PT NMR
    dan PETI apakah merupakan peralatan dan proses dengan tehnologi yang bersih
    atau bukan;
  5. Mengevaluasi peralatan dan proses detoksifikasi yang dilakukan oleh PT
    NMR, apakah sudah sesuai dengan ketentuan.
  6. Mengevaluasi komposisi kimia bijih cadangan PT NMR untuk mengetahui mineral
    ikutan pembawa logam berat dari core sampel arsip PT NMR
  7. Pengambilan sampel dan analisis darah, rambut dan urin;
  8. Pengambilan sampel dan analisis air laut, air sungai, air asam tambang,
    air sumur;
  9. Pengambilan sampel dan analisis tailing,
  10. Pengambilan sampel dan analisis sedimen sungai dan laut.
  11. Pengambilan sampel dan analisis ikan, moluska, krustasea, rumput laut;
  12. Pengambilan sampel dan analisis pepaya, kelapa dan beras;
  13. Melakukan studi pola arus, bathymetri, thermoklin, pasang surut, angin
    permukaan, temperatur udara di teluk Buyat dan Ratatotok.
  14. Melakukan penelitian geohidrologi.

1.4 Metodologi

 

A. Metodologi Penelitian Geohidrologi

 

I. Tahap Pra Lapangan

a. Studi literature
b. Pengumpulan data hidrologi sekitar daerah penelitian
• Penyelidikan hidrogeologi terdahulu (laporan penelitian, peta hidrologi,
dll)
• Peta geologi
• Peta topografi
• Inventarisasi data pemetaan aliran air tanah yang pernah dilakukan
(jika ada) termasuk konduktivitas hidrolik, gradien hidrolik, porositas
efektiv dan konsentarasi awal lokasi yang diduga sumber pencemar.
• Sumber air tanah yang dikonsumsi oleh penduduk Desa Buyat, Desa
Buyat Pantai, Desa Ratatotok atau lokasi lain yang representatif dengan
aktivitas penambangan PT Newmont
• Sumber air tanah yang dikonsumsi oleh PT Newmont Minahasa Raya.
• Kualitas air tanah pada sumbernya.
• Pre-liminary analisis untuk hipotesis pencemaran air tanah. Apabila
terjadi pencemaran air tanah penyebarannya dapat dilakukan melalui pendekatan
matematis mekanika dan hidrodinamika dispersi kontaminasi.

 

C = Co [erfc (L – vxt) + exp (vxL) erfc (L + vxt)]
2 2 D t DL 2 D t
C = konsentrasi zat pencemar ( mg/L)
Co = konsentrasi awal zat pencemar (mg/L)

c. Analisis berdasarkan data sekunder yang tersedia
d. Persiapan alat-alat survei

II. Tahap Lapangan

a. Pemetaan hidrologi daerah penelitian dengan menekankan
pada :
• keterdapatan air tanah dan sifat batuan yang ada terhadap air
• mengukur kedalaman muka air tanah melalui pengamatan kedalaman muka
air sumur penduduk
• Menentukan garis kontur muka air tanah
• Menentukan arah aliran air tanah
• Menginventarisisr penggunaan air tanah
b. Pengambilan sampel air tanah

III. Tahap Purna Lapangan

a.Mengevaluasi hasil penelitian hidrogeologi di lapangan dan
hasil analisis fisika dan kimia contoh air tanah di laboratorium, antara
lain meliputi :
• Daerah resapan, aliran, dan pelepasan atau akumulasi air tanah
• Kandungan unsure kimia dalam air tanah
• Asal atau sumber unsure kimia yang ada dalam air tanah
• Analisis pencemaran terhadap air tanah, apabila terjadi (asal sumber
pencemar dan unsure kimia yang mencemari)

B. Wawancara pola hidup masyarakat setempat dan membagikan kuesioner kepada
50% dari jumlah Kepala Keluarga (KK) kampung Buyat Pantai dan desa Ratatotok;

• Rekam jejak berbagai pola makan dan minum, hidup terhadap
responden yang diduga menderita sakit Minamata (ambil dari data podes 2000)

C. Metode Pengambilan Sampel

a. Pengambilan sampel air sungai , sesuai SNI;
b. Pengambilan sampel air laut di tiga kedalaman sesuai metode yang digunakan
oleh LON-LIPI
c. Pengambilan sampel sedimen/tailing di dasar laut, sesuai dengan metode
USEPA Method 2016;
d. Pengambilan sampel udara ambient, menggunakan ASTM;
e. Batymetri, menggunakan metode survey bathymetri;
f. Thermoklin, menggunakan analisis suhu menegak dengan CTD;
g. Untuk sample darah, rambut dan urin, metode yang digunakan adalah purposive
sampling 50% dari total penderita sekitar 40 orang;
h. Penduduk yang diambil sebagai sampel dari desa Ratatotok dan desa Buyat,
serta kontrol;
i. Kontrol adalah orang yang berasal dari desa di sekitar lokasi yang tidak
terkena kasus, dengan jumlah 10 % dari total sampel;

D. Metode analisis sampel :

a. Turbiditas, salinitas, konduktifitas, suhu, pH, dan TSS,
menggunakan metode SNI 06-2413-1991;
b. DO, menggunakan metode JIS K. 0102-21, SNI 06-2413-1991;
c. Analisis logam berat Cu, Mn, dan Fe dalam sample air laut, menggunakan
metode CETAC Tech-Std Method dengan menggunakan SPR-IDA;
d. Analisis logam berat umum dalam sample air permukaan, menggunakan metode
SNI-1991;
e. Analisis Hg dan As, menggunakan Stndard Method 1998;
f. Analisis logam berat dalam sedimen, menggunakan metode JIS No. K 0102,
1992 (modifikasi);
g. Analisis logam berat di udara ambien, menggunaka metode JIS No. K 0102,
1992 (modifikasi);
h. Analisis logam berat didalam beras, menggunakan metode JIS No. K 0102,
1992 (modifikasi);
i. Analisis logam berat dalam darah, urin, dan rambut menggunakan metode AAS/NAA;
j. Analisis logam berat dalam sampel udara, menggunakan Nuclear Activated
Analysis (NAA);

 

E. Metode Evaluasi

Untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya pencemaran melalui
rantai makanan, perlu diketahui pola makan, meliputi air yang minum, beras,
air cucian, ikan, dan melalui udara. Pencemar (logam berat) yang terkait dengan
pemaparan terhadap manusia perlu diketahui kadarnya, dan dievaluasi dengan
membandingkan terhadap standar dalam dan luar negeri, ADI,

Rumus ADI : Food Pathway—Ingestion of Contaminate Fish
and Shelfish

Intake (mg/kg-day) = CF x IR xFI xEF x ED
BW x AT

CF = Contaminant concentration in fish (mg/kg);
IR = ingestion rate (kg/meal);
FI = Fraction Ingestted from contaminated source (unitless);
EF = Exposure frequency (meal/year);
ED = exposure duration (years);
BW = Body weight (kg):
AT = Averaging time (period over which exposure is average – day)

Rumus ADI : Ingestion of Chemicals in drinking water

Intake (mg/kg-day) = CW x IR x EF x ED
BW x AT

CW = Chemical concentration in water (mg/L);
IR = ingestion rate (L/day);
EF = Exposure frequency (days/year);
ED = exposure duration (years);
BW = Body weight (kg):
AT = Averaging time (period over which exposure is average – day)

Rumus ADI : Inhalation of Airborne (vapor phase) Chemicals

Intake (mg/kg-day) = CA x IR x ET x EF xED
BW x AT

CA = Contaminant concentration in air (mg/m3);
IR = inhalation rate (m3/hour);
ET = exposure time (hours/ day)
EF = Exposure frequency (days/year);
ED = exposure duration (years);
BW = Body weight (kg):
AT = Averaging time (period over which exposure is average – day)

1.5 Jenis sampel yang diambil :

  1. Sampel darah, rambut, dan urin dari penduduk Kecamatan Ratatotok, terutama
    di desa Buyat Pantai yang sakit, dan 10 % kontrol dari total sampel.
  2. Sampel ikan yang biasa dikonsumsi oleh penduduk sekitar Teluk Buyat dan
    desa Ratatotok
  3. Sampel air, sedimen , ikan , molusca, crustacea, di daerah titik pengambilan
    sampel PT NMR dan didaerah PETI.
  4. Sampel air sumur yang biasa digunakan untuk air minum dan MCK
  5. Air yang disuplai dari PT NMR yang digunakan untuk air minum dan MCK.
  6. Air sungai Buyat dan Sungai Totok di daerah hulu sebelum aktifitas, tengah
    dan hilir setelah aktifitas.
  7. Air sungai lain yang bermuara ke Teluk Buyat dan Totok.
  8. Air asam tambang.
  9. Beras yang biasa dikonsumsi penduduk setempat.
  10. Tailing sebelum detoksifikasi dan setelah detoksifikasi
  11. Tailing PETI, sumur penimbunan,
  12. Sampel udara ambien di daerah PT NMR dan PETI
  13. Geohidrologi air sumur yang dikonsumsi.

 

1.6 Parameter yang diukur :

a. Parameter Hg dan Sb untuk sampel darah
b. Parameter Hg, As, Sb, Cu, Zn, Fe dan Mn di sampel urin
c. Parameter Hg, Sb, Cu, Zn, Fe dan Mn di sampel rambut.
d. Parameter logam terlarut Hg, As, Fe, Mn, Sb, Cu, Ag, Zn, CN dan parameter
lapangan, DO, pH, DHL, TSS, Turbidity, kedalaman temperatur, untuk sampel air
laut, air sungai, air asam tambang
e. Parameter Hg, As, Fe, Mn, Sb, Cu, Ag, Zn, CN untuk sampel air laut, air sungai,
air asam tambang, ikan, crustacea, beras, tailing, sedimen,
f. Parameter Hg, As, Fe, Mn, Sb, Cu, Ag, Zn untuk sampel udara ambien.
g. Pola arus air di teluk Buyat dan Totok.
h. Geohidrologi air sumur yang dikonsumsi.

 

1.7 Frekwensi Pengambilan Sampel

Bila dimungkinkan frekwensi pengambilan sampel lingkungan dilakukan
2 kali pada waktu hujan dan tidak hujan

 

1.8 Waktu Kegiatan

Kegiatan pengambilan sample, pengisian kuesioner serta analisisnya
akan dilakukan sesuai dengan jadual. Kegiatan diperkirakan memakan waktu hampir
4 bulan dari Juli hingga akhir Oktober 2004, melibatkan oleh tim lapangan serta
instansi terkait. Dari mulai Pembentukan tim terpadu, pengumpulan informasi
dari instansi terkait, penyusunan dan pembahasan Tor Untuk studi terpadu, Rapat
internal LH, Rapat persiapan tim teknis, Rapat SC, Pelaksanaan Pengambilan sample,
Analisa laboratorium, penanmbahan hasil analisis dan penyususnan laporan, Penyampaian
laporan SC dan MenLH.
(RR)

Arsip Terkait:

Seluk
Beluk penyakit Minamata
(MS. Word)
Seluk
Beluk Penyakit Minamata
(PDF file)

ANALISIS BATHYMETRY
DAN PROFIL SUHU – SALINITAS DI PERAIRAN TELUK BUYAT
(Kerjasama Asdep Urusan Sarpedal, Deputi VII KLH dengan UPT Baruna Jaya –
BPPT
(PowerPoin file)
ANALISIS BATHYMETRY DAN PROFIL
SUHU – SALINITAS DI PERAIRAN TELUK BUYAT
(Kerjasama Asdep Urusan Sarpedal, Deputi VII KLH dengan UPT Baruna Jaya –
BPPT
(PDF File)

MASALAH DAMPAK LINGKUNGAN
DARI KEGIATAN PERTAMBANGAN EMAS
PT. NEWMONT MINAHASA RAYA (NMR)
(power poin file)

MASALAH DAMPAK LINGKUNGAN DARI
KEGIATAN PERTAMBANGAN EMAS
PT. NEWMONT MINAHASA RAYA (NMR)
(PDF File)

Informasi Lebih Lanjut:

Asdep Urusan Informasi:
Telp: (021) 8580081
E-mail: infolh@menlh.go.id

 


Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor