KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Saat ini, volume sampah di DKI Jakarta mencapai 700 ton perhari. Sebagian besar merupakan sampah plastic. Sementara sampah yang dikelola oleh pengusaha baru sekitar 50 persen. Konsekuensi daro berlakunya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, maka pengusaha wajib ikut bertanggung jawab atas sampah-sampah yang dihasilkannya. Demikian ditegaskan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar kepada wartawan dalam acara Sosialisasi UU No. 18 Tahun 2008, Rabu 10 September di Hotel Nikko Jakarta.


Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan, Gempur Adnan juga menegaskan hal sama. Menurut Gempur, produsen mesti bertanggung jawab atas sampah kemasan dari produk yang dihasilkannya. Sebagai besar kemasan itu terdiri dari sampah plastik. 
 

Menurut Rachmat Witoelar, berdasarkan UU No. 18 tahun 2008, produsen yang produknya berpotensi menjadi sampah, wajib mengelola sendiri. Untuk itu mereka dapat menjalin kemitraan dengan pengusaha pembuat kemasan. “Segala sampah yang berpotensi merusak lingkungan, harus kembali kepada yang membuatnya,