KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

penerima_kalpa.jpgSalah satu upaya untuk mendorong peran masya­rakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah melalui pemberian KALPATARU. Sejak tahun 1980 hingga 2008, jumlah penerima Kalpataru mencapai  252  orang/ kelompok. Sebanyak 13 di antaranya berasal dari Provinsi Sulawesi Utara, masing-masing adalah: Pusat Penyelam Nusantara dari Bunaken (1985), Kelompok Nelayan Desa Karantung (1987), Kelompok Tani Mapalus Sulu (1988), Pua Ruddy (1992), Jevelin Milka Gumolong (1994), Pieter Hein Piri (1997), Didi S.J. Manengkey (2000), Kelompok Tani Momantowu (2001), Herry Rompas (2002), Rumagit Lambertus (2004), Linneke S. Watoelangkow (2004), Freddy Jesaya Pangedja (2005), dan Max Harry Kaunang (2007).

Kegiatan Revitalisasi Peran Penerima Kalpataru yang berlangsung di Danau Wudu, Kecamatan Ronowulu, Kota Bitung, tanggal 18-19 Juni 2008, merupakan upaya untuk merevitalisasi peran 13 orang penerima Kalpataru. Pada kesempatan tersebut, para penerima Kalpataru berperan sebagai nara sumber pada pelatihan penguatan kapasitas 200 orang Kader Lingkungan. Kegiatan ini dihadiri 400 orang undangan, terdiri dari 200 orang kader lingkungan, 13 orang penerima Kalpataru, Muspida Kota Bitung,  Pemprop Sulawesi Utara, tokoh masyarakat/agama, pengusaha, LSM, anggota DPRD, pelajar dan mahasiswa, guru, penyuluh lapangan, para Kepala Dinas, Polda/Polres, Pengadilan Negeri, Kejaksasan Negeri, Kodim/Korem.

penerima_kalpa_two.jpgKegiatan ini dirangkaikan dengan penanaman 1000 pohon, pengukuhan 50 kader lingkungan, peresmian Kebun Bibit, dialog interaktif, pelatihan kader lingkungan, pemben­tukan Aliansi Kader Lingkungan sebagai wadah komunikasi kader dan mitra lingkungan,  dan fieldtrip ke lokasi penerima Kalpataru. Materi pelatihan terdiri dari: Peran Kader Lingkungan; Pengembangan Eko­wisata; Wanatani dan Hutan Rakyat; dan  Penangkaran Tumbuhan.

Dalam sambutan Deputi VI yang dibacakan Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, menekankan bahwa prestasi penerima Kalpataru tidak diragukan, sehingga sangat tepat jika mereka adalah pendamping, narasumber, pelatih penyuluh dan kader lingkungan yang baik. Prestasi mereka perlu dicontoh, dijadikan model, dikembangkan dan disebarluaskan. Karena itu, suatu kerugian bagi pengelolaan lingkungan hidup, jika mereka tidak dilibatkan atau dimanfaatkan secara optimal.***

Sumber:
ep 4/VI, Deputi VI
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jalan D.I. Panjaitan, Kebon Nanas,  Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail:
kalpataru@yahoo.com