KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Sektor Industri Pengolahan
oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Perindustrian

Jakarta, 19 Januari 2006. Melihat berbagai kendala yang dihadapi oleh industri pengolahan terkait dengan pengelolaan lingkungan dan daya saing, Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Perindustrian sepakat untuk melakukan kerjasama dalam pengelolaan lingkungan. Kerjasama ini dituangkan dalam Nota Kesepakatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di sektor Industri Pengolahan antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Departemen Perindustrian.

Tujuan dari Nota Kesepakatan ini adalah agar penanganan masalah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada industri pengolahan dapat berjalan secara efisien dan efektif sehingga meningkatkan daya saing industri yang berwawasan lingkungan. Penanda-tanganan Nota Kesepakatan ini dilakukan pada tanggal 19 Januari 2006 bertempat di kantor Departemen Perindustrian Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta 12950.

Pada kesempatan ini Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, mengatakan bahwa

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Perindustrian perlu menyamakan sikap dan langkah untuk mendorong perusahaan meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan khususnya pengelolaan limbah B3. Kesamaan langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan�

Fahmi Idris juga menambahkan bahwa :

“Untuk mengatasi kendala biaya dalam pengelolaan lingkungan maka perlu dilakukan langkah pemanfaatan limbah yang dihasilkan oleh pihak perusahaan khususnya limbah-limbah yang masih mempunyai nilai ekonomis�.

Disamping itu Fahmi Idris juga menekankan, bahwa :

“ Nota Kesepakatan yang telah ditandatangani agar lebih operasional perlu ditindaklanjuti dengan menyusun Program Kerja antar unit eselon I terkait di kedua instansi, sehingga berbagai permasalahan pengelolaan limbah B3 yang selama ini dikeluhkan oleh berbagai pihak dapat diatasi, disamping akan memberikan keuntungan ekonomois dari pemanfaatan Limbah B3 tersebut.�

Sejalan dengan pernyataan Menteri Perindustrian, Menteri Negara LH, Rachmat Witoelar mengatakan bahwa :

“Pengelolaan yang tepat dapat juga mendorong daya saing perusahaan. Langkah ini dapat dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan limbah B3 melalui kegiatan reduce, dan pemanfaatan limbah b3 dengan cara reuse, recycle, dan recovery (3R)�

Menurut Rahmat Witoelar,

“Pada saat ini telah banyak perusahaan yang sudah menerapkan kegiatan reuse, recycle, dan recovery (3R) sehingga meningkatkan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun bagi kepentingan pengelolaan lingkungan. Diantaranya melalui kegiatan; pemanfaatan limbah fly ash sisa pemabakaran abu batu bara bagi kepentingan industri semen dan beton, pemanfaatan minyak pelumas bekas�.

Menteri Negara Lingkungan Hidup menambahkan bahwa :

“Dalam pemanfaatan limbah tersebut harus memperhatian upaya perlindungan terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup�

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Deputi Menteri Bidang Pengelolaan Bahan dan Limbah B3
Gedung C Lantai Dasar
Jl. DI Panjaitan Kav. 24 Jakarta 13140
Telp.021-85905637 Fax 021-85905637

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil, dan Aneka
Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53 Lantai IX Jakarta 12950
Telp. 021- 5251127 Fax 021 – 5252978