Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

Jakarta-SUAR-Pagi hari Jumat 17 Juli, dengan bersepeda Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar sudah berada di Ksatrian Batalyon Arteleri Pertahanan Udara Ringan (Ma Yon Arhanudri) 1/1 Komando Cadangan Strategis Angkatan darat (Kostrad) di Serpong Tanggerang Banten. ia tidak sendirian, melainkan bersama sejumlah "bikers" yang sebagian besar adalah perwira TNI Angkatan Darat. "Tadi, tepat pukul 06.00, rombongan pak menteri berangkat dari Sport Center di kompleks perumahan Alam Sutera. Di sana pak menteri disambut oleh Pak Danyon (Kamandan Batalyon),"ujar seorang perwira.

Kedatangan Menneg LH Rachmat Witoelar di Ksatriaan Yon Arhanudri 1/1 Kostrad pada pagi itu meresmikan "Pencanangan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Yonarhanudri 1/1 Kostrad sebagai Pilot Project-I Percontohan Tingkat nasional. "Program pencanangan ini merupakan kerjasama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Angkatan Darat, khususnya Kostrad dalam bidang pelestarian lingkungan hidup.

Warga Yon Arhanudri 1/1 Kostrad tampak sangat abtusias menyambut program ini. Ini setidaknya terlihat dari bebagai persiapan yang telah dilakukan oleh keluarga para tentara ni. Selain kegiatan-kegiatan bernuansa lingkungan hidup seperti peragaan pembuatan lubang resapan biopori, daur ulang kertas bekas, pengolahan sampah uji emisis kendaraan bermotor, juga ditampilkan kegiatan-kegiatan kesenian oleh para prajurit dan ibu-ibu Persit (Persatuan Interi Tentara) Kartika Chandra Kirana Yon Arhanudri 1/1 Kostrad.

para murid sekolah dasar di lingkungan Ksatrian Yon Arhanudri 1/1 Kostrad juga ikut memeriahkan acara ini. Bahkan para siswa katolik Stella Maris yang berlokasi di sekitar markas batalyon ini juga ikut mengisi acara panggung seni. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat sekitar seta pejabat Pemerintah Kota Tanggerang dalam kegiatan ini setidaknya menjelaskan adanya hubungan akrab yang telah terbina antara warga Arhanudri 1/1 Kostrad dengan lingkungan sekitarnya.

Nuansa lingkungan Ksatrian Yon Arhanudri 1/1 Kostrad terlihat cukup tertata dengan baik. Hampir tak ada sampah yang berceceran di kawasan ini. "Ini lingkungan ksatrian, mas. Dalam segala hal berlaku disiplin militer. termasuk dalam pengelolaan lingkungan hidup, "ujar seorang bintara berpangkat sersan dua.

Suasana serba rapi dan teratur memang sudah sangat terasa sejak memasuki pintu gerbang ksatrian. bahkan di pintu gerbang terpampang sejumlah ketentuan yang wjib ditaati oleh setiap orang selama berada di ksatrian, termasuk sanksi bagi yang melanggar. Membuang sampah sembarangan misalnya, bagi orang luar dikenai denda ratusan ribu rupiah, sedangkan anggotan tentara dikenai hukuman lari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak tujuh kali.

Pelepasan Merpati
Pencanangan secara resmi Pengelolaan Lingkungan Hidup di Yonarhanudri 1/1 Kostrad sebagai Pilot Project-I Percontohan Tingkat Nasional TNI AD selain ditandai dengan penekanan tombol sirene juga dengan pelepasan puluhan burung merpati.Diharapkan burung-burung yang dilepaskan itu dapat hidup bebas di pohon-pohon peneduh yang tumbuh subur di kompleks Kostrad ini.

Tapi sebelum itu, Menneg LH Prof. Ir Rachmat Witoelar, Kepala Staf (Kas) Kostrad Mayjen TNI Markus Kusnowo, Pangdivif (Panglima Divisi Infantri) 1/ Kostrad Mayjen TNI Hatta Sy dan Wakil Asisten Territorial Kepala Staf TNI Angkata secara simbolis menanam pohon sawo dan jambu batu di halaman markas batalyon untuk menandai pemberlakuan gerakan penghijauan di lingkungan kompleks TNI AD.

Menneg LH, Rachmat Witoelar dalam sambutannya mengaku sangat gembira atas besarnya perhatian warga TNI AD terhadap masalah lingkungan memiliki pekarangan, karena membuatnya sangat mudah dan tanpa biaya, "tegas Rachmat Witoelar.

Menurut Rachmat Witoelar sumur biopori antara lain berfungsi mencegah banjir karena air hujan atau air dari pembuangan bisa terserap dan tertampungsebelum mengalir ke bantaran sungai. Selain itu, sumur biopori itu juga bermanfaat untuk menambah kesuburan tanah karena dapat menyimpan sampah non plastik kemudian menjadi pupuk.

"Dirumah saya terdapat 30 sumur biopori, saya buat sendiri agar dapat dicontoh bagi warga terutama peduli terhadap lingkungan termasuk dalam lingkup asrama dan kesatuan TNI-AD, kata Rachmat Witoelar.

Sementara Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kaskostrad, Mayjen TNI Markus Kusnowo, menyatakan bahwa kerjasama Kostrad dengan Kementerian Negara Lingkungan hidup ini, adalah dalam rangka mengimplementasikan kegiatan Binter (Pembinaan Teritorial) seperti kegiatan Karya Bhakti dan Komsos (Komunikasi Sosial) untuk mendorong masyarakat sekitar lingkungan asrama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama hutan-hutan di sekitar asrama dan hutan kota.

Kepada prajurit dan warga Yonarhanudri 1/1 Kostrad, Kepala Staf TNI AD memberikan apresiasi atas inisiatif kerjasama pengelolaan lingkungan hidup dengan Kementerian Negara Lingkungan yang meliputi pembuatan biopori, penanaman 1000 pohon, pelatihan eco-Office, Eco-Drive
, Eco-Activities, pembuatan kompos dan pelatihan daur ulang, serta uji kualitas air dan udara. Hal ini menjadi momentum strategis di mana berbagai komponen bangsa yang ada bersama-sama peduli dan cinta terhadap lingkungan hidup, sehingga timbul budaya lingkungan yang positif pada setiap individu.

Komandan Batalyon Arhanudri 1/1 Kostrad, Letnan Kolonel Arh A Eko Mulyadi, SIP menegaskan program lingkungan yang dijalankan di lingkungan satuan yang ia pimpin merupakan bagian dari upaya menyukseskan pelaksanaan tugas pokoksatuan, demi terciptanya kesiapan operasional satuan. Sebagai komandan batalyon, kata Letkol Arh Eko Mulyadi SIP beberapa point yang tercantum dalam visi dan misi komandan batalyon, antara lain menciptakan rasa nyaman dalam kondisi lingkungan satuan yang sehat, bersih, indah, dan tertib. Untuk mendapatkan rasa nyaman, maka satuan terdorong berkoordinasi dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup guna merealisasikan program peduli lingkungan hidup di Ksatrian Yon Arhanudri 1/1 Kostrad ini. Paulus Londo.

Sumber :

Media cetak, Koran Suara Akar Rumput
Edisi 24-30 Juli 2009,  hal 5