KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

"http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd">


Kendari,-Setelah dinobatkan sebagai kota terkotor dari 10 kabupaten kota di
Sulawesi Tenggara tahun 2005 lalu, kini  kota kendari kembali dalam penilaian
berkategori buruk dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Penilaian ini  
kembali dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup Pusat Pengelolaan Lingkungan
Regional Sulawesi Maluku, Papua (KLH Pusreg Samapua).

“Hasil penilaian Adipura secara nasional menempatkan Kota Kendari berada
di peringkat ke 56 dari 60 kota sedang di Indonesia,�kata Kepala Kepala Pusreg
Samapua, Ir  Ilyas Asaad MP saat di temui di hotel Dewa Bintang Kendari (31/1).

Dikatakan, informasi hasil pantuan Adipura terbuka dan bisa diakses setiap
saat, Kendari diposisi nasional berada diperingkat no 56 dari 60 kota sedang
di Indonesia.

Yang menempati urutan pertama untuk penilian kota sedang adalah Kota
Lumajang, disusul ke 2 Tulung Agung, 3 Curup Bengkulu, 4 Gorontalo, 5 Mataram,
6 Gresik, 7 Blitar, 8 Palopo dan Kota Kendari berada diperingkat ke 56 lebih
bagus dari Palu dan Sungguminasa urutan terakhir.

Ia juga menuturkan, Adipura merupakan hanya salah satu program pemerintah
dari kementrian lingkungan hidup dibidang lingkungan, dari banyak program
seperti program langit biru, pantai lestari dan  Indonesia hijau.

Adipura merupakan program pemerintah sebagai salah satu upaya mendorong kota-
kota di Indonesia dalam pelestarian lingkungan hidup, Adipura digagas sejak
tahun 2001 yang dicanangkan langsung Presiden Megawati.

“Program  ini awalnya hanya diikuti seluruh ibukota propinsi termasuk Kota
Kendari, dan kota yang ikut disebut sebagai volunter artinya yang mau ikut
silahkan yang tidak mau tidak apa-apa,�katanya.

Diungkapkan, program Adipura sempat mandek tahun 1997 karena disebabkan pada
saat itu Indonesia mengalami krisis ekonomi, akibatnya daerah yang pernah
mendapat Adipura kondisinya menjadi kotor.

Berdasarkan hal kondisi tersebut, mulai tahun 2005 presiden SBY dan Yusuf
Kalla kembali menghidupkan program adipura, namun dengan konsep yang berbeda
dari status peserta yang bersifat volunteer menjadi mandatory atau wajib bagi
semua kota di Indonesia.

Ditahun 2005 program Adipura diikuti sekitar 440 kabupaten kota se-Indonesia
Khusus diwilayah Sumapapua, program ini diikuti sekitar 107 kabupaten kota.
Daerah Sultra mulai mengikuti program adipura sejak tahun 2004 namun hanya
diikuti 4 kabupaten termasuk kota kendari dan di tahun 2005 Sultra telah
mengikutkan 10 kabupaten kota.

Pada kesempatan tersebut ia juga memberikan tanggapannya terkait muncul
prokontra penilaian Adipura yang menepatkan kota Kendari sebagai kota terkotor
beberapa waktu lalu. Menurutnya, program Adipura tidak terjadi perbandingan
tapi peringkat kategori kota yang sama disandingkan. Selain itu tidak ada
kategori kota terbersih, tapi kota yang lebih bersih dari kota lain.

Pembagian kategori kota didasarkan pada jumlah penduduk, untuk kota dengan
jumlah penduduk 1 juta keatas masuk kategori kota metropolitan disandingkan
dengan kota metropolitan, khusus wilayah Sumapua hanya diikuti Makassar dengan
penduduk 1 juta 200, kategori kota besar jumlah penduduknya 500 ribu sampai 1
juta disebut kota besar.

Di Sumapua hanya satu kota masuk kategori kota Metropolitan selebihnya masuk
kategori kota sedang. Kota sedang memiliki jumlah penduduk 100 ribu sampai 500
ribu dan Kota Kendari termasuk didalamnya, jumlah penduduk dibawa 100 ribu
masuk kategori kota kecil dan Kolaka   termasuk didalammnya bersama 9 kota
di Sultra lainnya masuk dalam kategori kota kecil.

Untuk kategori kota sedang Kendari akan bersanding dengan Pare-Pare,
Gorontalo, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Jayapura, Palopo, dan Watampone. Kota
dibagi-bagi karena masing masing punya sumberdaya yang berbeda, kota kecil
punya sumberdaya terbatas dibanding kota sedang dan besar serta metropolis.

&Dingkapkan, dalam program Adipura 2 kali pemantauan selama setahun yang
pertama dilakukan bulan september oktober 2005 dan kedua februari dan maret
tahun 2006.

Fokus pantauan ada 3 yaitu penanganan sampah kota atau kebersihan kota,
keteduhan serta pencemaran air, tahap kedua itu akan dilihat faktor lain.

Saat ini pantuan masih terbatas pada di wilayah urban atau belum melihat
atau memantau wilayah pinggiran kota, hasil pantauan KLH di Sultra bulan
September-Oktober menempatkan Kolaka sebagai kota paling bersih  dari 10 kab
kota di Sultra, disusul Unaaha, bau-bau, dan Kota Kendari berada diurutan atau
no 4 kemudian, Lasususua, Raha, Andoolo, Pasar Wajo, Wanci dan  Kasipute.
Kolaka berhasil mendapatkan nilai tertinggi 74,20, Bombana atau Kasipute 44,1
dan Kendari mendapatkan nilai 55,24.

Seraya menyarankan beberapa hal untuk memperbaiki kondisi lingkungan  
sehingga bisa sejajar dengan kota-kota sedang lainnya antara perlu pembenahan
Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), gerakan penanaman pohon dalam kota dan
memperbaiki sistem drainase, sehingga ketika hujan tidak terjadi banjir.

“Yang lebih penting lagi butuh komitemen politik dari pemkot dan mengalang
partisipasi masyarakat, LSM, Pers dan perguruan tinggi dalam program adipura,
karena program ini bukan hanya kepentingan pemerintah saja, tapi kepentingan
masyarakat secara keseluruhan,�tandasnya. (Marwan Azis/Green Press)

POSISI KOTA KENDARI TERHADAP KOTA SEDANG ADIPURA P1 2005-2006

   No         Nama                    Provinsi                Skor Fisik
   1           Lumajang              Jawa Timur            80.10
   2.          Tulung Agung         Jawa Timur            74.85
   3.          Curup                    Bengkulu               73.38
   4.          Gorontalo              Gorontalo               72.77
   5.          Gresik                   NTB                       72.56
   6.          Mataram               Jawa Timur              71.07
   7           Blitar                    Jawa Timur              70.63
   8.          Palopo                  Sulawesi Selatan      70.18
   9.          Jepara                  Jawa Tengah            70.14
   10.        Sleman                 Di Yogyakarta           70.02
   11 s/d 55  ….      
   56.         Kendari                Sulawesi Tenggara     55.24
   57          Cimahi                 Jawa Barat                54.21
   58.         Palu                     Sulawesi Tengah        53.22
   59.         Sungguminasa       Sulawesi Selatan        53.08
   60.         Soreang                Jawa Barat                52.09

Sumber data :
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Pusreg  Sumapua yang diolah Green Press
(Perkumpulan Wartawan Lingkungan)