KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Makassar, 8 Mei 2014. Hari ini Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, membuka Rapat Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi dan Maluku yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi dan Maluku, dengan tema ”Pengembangan Perencanaan dan Pengukuran Kinerja Berbasis Ekoregion”. Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ir. H. Agus Arifin Nu’man.

Pada Rakoreg Sulawesi dan Maluku tahun 2014 kali ini diharapkan dapat memberi gambaran dari pemetaan program dan kegiatan PPLH di Ekoregion Sulawesi dan Maluku, sinkronisasi dan sinergi program tahun 2014, menetapkan prioritas program dan kegiatan beserta lokus untuk Tahun 2015, menyiapkan materi perencanaan kegiatan tahun 2015 yang akan dibahas dalam Musrenbang Nasional dan menjadi bahan utama KLH dalam penyusunan Renja 2015.

Dalam Sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya menyampaikan, ”Ukuran kinerja pengelolaan lingkungan hidup di mata masyarakat saat ini, dinilai dari seberapa besarnya tingkat kualitas lingkungan hidup, yang dapat dicapai saat ini. Indikasinya akan dapat dilihat dari seberapa besarnya tersedia kualitas air yang bersih, udara yang segar dan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang dapat dinikmati oleh masyarakat.”

Data terakhir (2012) menunjukkan, bahwa di regional Sulawesi dan Maluku, Indeks Kualitas Lingkungannya relatif baik, karena masih di atas rata-rata nasional yang berada di angka 64,21. Yang terbaik Propinsi Sulawesi Tengah (82,65), Maluku Utara (78,24), Sulawesi Tenggara (76,68). Selanjutnya Gorontalo (74,90), Maluku (73,92), Sulawesi Barat (71,51). Terendah adalah Sulawesi Utara (65,62) dan Sulawesi Selatan (64,72). Meskipun relatif tinggi, perlu diwaspadai penurunan kualitas lingkungan pada enam dari delapan propinsi di regional ini, kecuali Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Dengan demikian, indeks ini menunjukkan terjadi kecenderungan penurunan kualitas lingkungan pada 75% propinsi di Sulawesi dan Maluku, selebihnya mengalami peningkatan dalam kategori sedang.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 berakhir tahun 2014 ini, sehingga akan terjadi perubahan pemerintahan dan perlu persiapan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) KLH untuk tahun 2015-2019. Pertemuan Rapat Kerja bidang Lingkungan Hidup yang terintegrasi ini menjadi penting karena merupakan Proses penyusunan perencanaan jangka menengah dengan memperhatikan masukan internal dan eksternal KLH seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, LSM, media, dunia usaha dan kalangan universitas.

“Rakoreg merupakan upaya untuk memperkuat komitmen dan menyelaraskan program serta mencari berbagai terobosan, dalam meningkatkan koordinasi maupun kerjasama terutama yang terkait dengan peningkatan kapasitas daerah, berbasis ekoregion. Rakoreg ini juga akan mengevaluasi berbagai kegiatan lingkungan hidup yang dilakukan di regional ini dan memperoleh umpan balik terhadap berbagai upaya yang dilakukan KLH saat ini”, lanjut Menteri Lingkungan Hidup.

Rakoreg Sulawesi dan Maluku tahun 2014 ini diharapkan dapat menghasilkan laporan capaian daerah mengenai pelaksanaan SPM daerah 2009-2012, laporan pemanfaatan anggaran dekonsentrasi dan DAK 2009-2012, menyepakati usulan struktur pendanaan yang akan diajukan dalam APBD, anggaran KLH, anggaran Dekonsentrasi, anggaran Tugas Pembantuan, dan/ usulan DAK tahun 2015 serta merumuskan program bersama dalam pengembangan kapasitas PPLH di daerah.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ir. Darhamsyah, M.Si,
Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Sulawesi dan Maluku,
Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17 Makassar, 90241
Tlp : (0411) 555701, Fax : (0411) 555703
website : http://ppesuma.menlh.go.id