KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Batam, 29 Maret 2006 - Peran Muslimat NU sebagai organisasi perempuan Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dipandang strategis dalam menunjang pelestarian lingkungan. Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar, menyatakan hal itu pada acara "Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Pucuk Pimpinan Muslimat NU" yang merupakan bagian dari Kongres XV MUSLIMAT NU di Batam tanggal 29 Maret – 1 April 2006. Ketua Pucuk Pimpinan Muslimat NU, Dra. Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik ajakan kerjasama ini dan siap mengembangkan potensi Muslimat NU mendukung upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan bersama ini akan berbentuk sosialisasi, pendidikan dan pelatihan pelestarian lingkungan serta melaksanakan gerakan nyata penyelamatan lingkungan.

Dengan jumlah anggota sekitar 12 juta di seluruh Indonesia yang meliputi 31 wilayah, 413 cabang dan 4.750 anak cabang, jelas membuktikan bahwa Muslimat NU merupakan kekuatan besar. Melalui 8.800 Taman Kanak-kanak, 11.000 Taman Pendidikan Al Quran, 103 panti asuhan, 35.000 majelis taklim dll, merupakan bukti nyata Muslimat NU sebagai lembaga berbasis masyarakat yang memberi arti besar bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Posisi strategis kelompok perempuan tersebut dapat diwujudkan karena kuantitasnya relatif besar sehingga dapat mencerminkan keterwakilan kepentingan masyarakat. Kelompok perempuan juga merupakan satu kelompok utama (major groups) disampaikan dalam KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johanesburg tahun 2002.

Dihadapan sekitar 2500 peserta Kongres, hingga pukul 22.00 WIB, Menteri Negara Lingkungan Hidup menyatakan kedekatan perempuan terhadap lingkungan diyakini memiliki kompetensi dan kapabilitas sebagai kelompok pembaharu yang sangat dibutuhkan dalam terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Dalam menjawab pertanyaan dan tanggapan para peserta Kongres, MENLH juga menyampaikan Kemampuan berkelompok perempuan memungkinkan terbentuknya suatu “Gerakan