KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

desajpg.jpgPada tanggal 20 November 2007 para pihak yang pernah terlibat dan juga peduli terhadap kegiatan Program Bank Pohon berkumpul di Kota Solo untuk membahas pengembangan Program yang lebih melibatkan partisipasi Aktif masyarakat. Para pihak yang terlibat dalam pengembangan program ini terdiri dari Universitas Negeri Surakarta, Universitas Gadjah Mada baik dari Fakultas Kehutanan dan Fakultas Ilmu Budaya, Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, dan Ambharawa Heritage yang mempunyai program Bank Pohon di Kabupaten Semarang.

Komitmen Multipihak sangat diharapkan untuk dapat membuat sebuah kawasan pengembangan yang berbasis pada keberdayaan masyarakat dan juga manajemen regional yang terdiri dari kawasan hulu di Kabupaten Semarang yang mempengaruhi Kota Semarang Kendal dan Demak. Sementara itu di willayah Yogyakarta akan dikembangkan mulai dari Kabupaten Sleman dengan G. Merapi sebagai menara airnya sampai ke Kabupaten Bantul. Sementara di ex wilayah Karasidenan Surakarta pengembangan Wonosemar akan dilakukan dengan mengacu keberhasilan Wanagama di Kabupaten Gunung Kidul yang terlah berhasil dihijaukan kembali.

Kawasan-kawasan ini akan saling berkoordinasi dan bertukar informasi dan kerjasama bai di tingkat pengelola Bank Pohon maupun para pelaku bank pohon sampai kepada tingkat pelaksana baik dari perguruan tinggi, pemerintah daerah. LSM dan kelompok-kelompok masyarakat. Para pihak sepakat bahwa program Bank Pohon harus melakukan “Metamorfosa