KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Program Adiwiyata adalah salah satu progam Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif.

Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma-norma dasar dalam berkehidupan yang antara lain meliputi: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata adalah partisipatif (komunitas  sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai dengan tanggung jawab dan peran) dan berkelanjutan (seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif).

Dalam mewujudkan Program Adiwiyata telah ditetapkan beberapa indikator yaitu:  (i)  pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. (ii) pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan. (iii) pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif. (iv) pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah. Keempat indikator tersebut dijabarkan lagi menjadi beberapa kriteria yang lebih terperinci dan detail.

Sebagai langkah awal, program ini telah dilaksanakan untuk wilayah pulau Jawa dengan melibatkan seluruh unsur terkait seperti instansi pemerintah, perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang pendidikan lingkungan. Di tahun 2006 telah ditetapkan sebanyak 10 (sepuluh) sekolah sebagai sekolah model Adiwiyata, yang selanjutnya melalui pembinaan dan penilaian kembali di tahun 2007, sekolah-sekolah tersebut ditetapkan sebagai sekolah  yang layak mendapatkan Trophy Adiwiyata.

Adapun 10 sekolah tersebut terdiri dari:

(i) Sekolah yang telah mencapai 90% indikator, yaitu: SDN Pakujajar-Sukabumi, SMAN Mancirancan-Kuningan. (ii) Sekolah yang telah mencapai 88% indikator, yaitu SMPN 2 Ciamis, SMPN 1 Kedamean-Gresik, SDN Kampung Dalam Tulungagung, SMAN Gondang-Mojokerto, SMAN 4-Pandeglang dan SDN Ungaran-Yogyakarta. (iii).  Sekolah yang telah mencapai indikator 70%, yaitu: SMPN 4-Gresik dan SD Alam-Ciganjur.

Pada tahun 2007 program Adiwiyata dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 17 (tujuh belas) provinsi dengan total peserta 146 sekolah. Penilaian dilakukan secara bertahap. Tahap awal melalui penilaian kuesioner dan dokumen (desk evaluation)  ditetapkan 52 sekolah, yang kemudian melalui penilaian tahap kedua (evaluasi lapangan) terseleksi 30 sekolah yang masuk pada kategori “Calon Model Sekolah Adiwiyata tahun 2007