KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENGHARGAAN KALPATARU DI BERIKAN KEPADA:

    

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2008, di Istana Negara, Presiden RI menyerahkan pengargaan KALPATARU kepada perorangan dan kelompok yang telah berjasa dalam melestarikan lingkungan hidup.


Penghargaan itu adalah:

A.   Kategori Perintis Lingkungan yang diberikan pada perorangan yang memiliki inisiatif dan komitmen tinggi untuk menjaga lingkungan, sebagai berikut:

1.  Didorong atas keprihatinan yang dalam terhadap kerusakan ekosistem pantai dan nelayan miskin, maka pantai Desa Pabean Ilir dan Lamarantarung seluas 600 ha telah berhasil direhabilitasi dengan ditanami lebih kurang 1.500.000 batang mangrove. Yang berperan tersebut adalah Sdr. Cukup Rudiyanto dari Pabean Ilir, Indramayu, Jawa Barat.

2.  Dari Jambangan, Surabaya, Jawa Timur, seorang ibu rumah tangga telah menggerakkan sampai seribu orang kader untuk melakukan gerakan penghijauan dan kebersihan lingkungan permukiman. Seluruh jenis sampah akhirnya dapat dijadikan bernilai ekonomi, sementara jamban liar yang sebelumnya mencemari  Kali Brantas kini digantikan dengan jamban umum. Ibu itu adalah Sdri. Sriyatun.

3.   Di pantai Teluk Bone Sulawesi Selatan, dengan ketekunan tinggi maka rehabilitasi ekosistem pantai sepanjang 17 km dengan lebar sampai 50 meter melalui penanaman mangrove berhasil dilakukan oleh Sdr. Abu Wenna dari Desa Lauwa, kabupaten Wajo.

4.  Seorang perempuan telah berhasil merehabilitasi lahan krtitis seluas 30 ha di Flores Timur NTT, dengan menanam ribuan pohon gaharu pada lahan miliknya dan kader binaannya. Dia dalah Sdri. Theresia Mia Tobi, dari Desa Nawokote, kabupaten Wulanggitang.

5.   Di kabupaten Indragiri Hilir, Riau telah berhasil dihijaukan kembali lahan seluas 80 ha dengan penanaman mangrove dan pohon menyirih, bersama dengan Wahana Bakau Lestari, oleh Sdr. Abbas H. Usman dari Pulau Kijang, desa Sungai Asam.

B.   Kategori Pengabdi Lingkungan diberikan pada petugas yang bertindak melebihi tanggung jawab utamanya untuk melestarikan lingkungan:

1.   Di sela-sela waktu luangnya, seorang guru SD Negeri Sucolor bersama Kelompok Tani Makmur yang dipimpinnya berhasil merehabilitasi lahan kritis di Bukit Paseban seluas 119 ha dengan menanam berbagai jenis pohon. Dia adalah Sdr. Jadjit Bustami, dari Bondowoso, Jawa Timur.

2.   Seorang polisi hutan telah berhasil mengamankan hutan seluas 23.000 ha, dengan tindakan penangkapan 250 orang pelaku pembalakan liar serta penahanan barang bukti kayu sebanyak 2000 m3. Di luar jam dinasnya ia melakukan pembibitan dan penanaman pohon, membentuk kelompok peduli lingkungan, penyuluhan dan pendidikan lingkungan bagi anak-anak SD. Polisi itu adalah Sdr. Lalu Selamat, dari Desa Soriutu, kabupaten Dompu, NTB.

3.   Sebagai pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan di kotanya, ia terobsesi memulihkan kotanya sebagai kota taman. Dengan merekrut 250 pegawai baru, ia bergelut dengan sampah, puing bangunan, lumpur tinja, kompos, air lindi dan berupaya membangun 31 taman kota serta 8 hutan kota. Dalam 3 tahun, pemandangan kota Banda Aceh seakan tidak pernah mengalami tsunami karena Sdr. A. Muthalib Ahmad, dari Banda Aceh, NAD.

C.   Kategori Penyelamat Lingkungan bagi kelompok masyarakat yang dengan gigih menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup:

1.  Pelestarian hutan warisan leluhurnya, Alas Kekeran, seluas 450 ha, dengan penanaman bambu seluas 5 ha; serta pelestarian Danau Batur melalui penyelamatan sumber mata air dan pencegahan sedimentasi melalui terasering seluas 239 ha, telah dilakukan oleh  Masyarakat Desa Pekraman Buahan dari Kintamani, kabupaten Bangli, Bali.

2.  Sebuah kelompok tani telah berprestasi menyelamatkan hutan lindung Gunung Wilis seluas 315 ha, telah menghijaukan lahan kritis seluas 605 ha melalui penanaman pohon produktif. Mereka adalah Kelompok Tani Argo Mulyo, dari Desa Padas, Madiun, Jawa Timur.

3.  Sebuah LSM telah berprestasi dalam melestarikan hutan mangrove seluas 235 ha melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat serta penguatan kapasitas kelompok pengelola mangrove. Mereka juga berprestasi dalam mengembangkan pendidikan lingkungan pada siswa-siswi SMP dan SMA, serta advokasi kasus lingkungan. LSM ini bernama Bahtera Melayu, dari Bengkalis, Riau.

D.   Kategori Pembina Lingkungan bagi pegawai pemerintah yang melebihi tanggung jawab utamanya untuk memperbaiki lingkungan, diberikan kepada:

1.  Seorang pegawai pemerintahan Kabupaten Alor yang telah 20 tahun mengabdi, telah melakukan gerakan penanaman 7 juta pohon di 17 kecamatan, rehabilitasi lahan kritis seluas 65.000 ha, pembuatan hutan nostalgia seluas 10 ha sebagai tempat budidaya tumbuhan langka endemis seperti cendana-kenari dan mangga kelapa, penangkaran rusa timor sebanyak 312 ekor, pembentukan kader lingkungan di seluruh kecamatan, penerbitan  48 Keputusan di samping 9 Perda terkait dengan pelestarian lingkungan, penyelamatan terumbu karang, pelestarian hutan mangrove, dan pembuatan hutan cendana. Dia adalah Sdr. Ansgerius Takalapeta dari Kalabahi Kota, kabupaten Alor, NTT.

Sumber:

Asdep Edukom