KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

asdepSurabaya, 15 November 2014. Program “From Learning to Living” yang diluncurkan pada tanggal  22 Maret 2014 merupakan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Pemerintah Kota Surabaya. Program ini merupakan implementasi awal Pola Konsumsi Hijau di rumah tangga untuk mencapai tujuan Kota Surabaya menuju Kota SCP (Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan) yang didukung oleh Proyek Sustainable Consumption and Production (SCP) Switch Asia Uni Eropa.

Pada hari ini, akan diberikan penghargaan bagi keluarga-keluarga dan sekolah-sekolah terbaik dalam penerapan Pola Konsumsi Berkelanjutan serta beberapa penghargaan kategori khusus lain yang akan diserahkan oleh Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT yaitu berupa pembangkit listrik tenaga surya, lampu taman hemat energi, dan home composting. Awalnya FLTL diikuti oleh 500 sekolah, kemudian dipilih 230 sekolah yang telah berhasil melaksanakan program penghematan energi terukur (Energy Challenge). Pada akhirnya, sekolah-sekolah terseleksi menjadi 100 sekolah terbaik. Dari 100 sekolah terbaik ini, dipilih sebanyak 600 keluarga yang kemudian diseleksi lagi menjadi 200 kandidat keluarga hijau sebagai pilot implementasi konsumsi dan perilaku hijau di rumah tangga.

Dalam Sambutan tertulisnya, Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Henri Bastaman, MES menyatakan “apresiasi kepada Kota Surabaya yang menjadi pelopor dan barometer di Indonesia. Penghargaan dan rasa bangga juga disampaikan kepada sekolah-sekolah dan para keluarga yang berhasil mengimplementasikan Pola Konsumsi Hijau di lingkungannya.”. Program  “From Learning to Living” Kota SCP mendukung terimplementasinya kebiasaan berpola hidup hijau di masyarakat, antara lain dengan memilih produk ramah lingkungan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk-produk ramah lingkungan (hijau) serta mendorong tersedianya lebih banyak produk hijau di retail. Para keluarga dan sekolah dalam Program ini diharapkan menjadi model bagi keluarga dan sekolah lainnya sehingga akan berdampak besar perubahan pola konsumsi dan perilaku berkelanjutan.

Dalam Sambutannya, Walikota Surabaya, Ibu Ir. Tri Rismaharini, MT, mengatakan, “kita perlu melakukan upaya – upaya perbaikan lingkungan, caranya melalui hemat energi bagi anak cucu kita”. Disampaikan juga ucapan terimakasih kepada para guru karena upaya perbaikan lingkungan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja tapi dunia pendidikan terutama anak- anak perlu ikut serta dalam membuat kota Surabaya menjadi kota yang nyaman bagi anak cucu kita.

Di tingkat kepemerintahan dan industri, Surabaya merupakan pilot implementasi Green Public Procurement, yaitu pengadaan pemerintah yang memperhatikan kriteria-kriteria produk hijau. Kebijakan ini akan mendorong penerapan produksi yang berkelanjutan di industri serta tersdianya produk ramah lingkungan lebih banyak di pasar konsumen. Di bidang jasa, dilakukan pula penerapan Eco/Green Hotel dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan memberikan pelatihan-pelatihan penerapan eco hotel. Pembinaan kepada industri manufaktur di Surabaya juga dilakukan tentang penerapan Produksi Bersih, eco-efisiensi dan Teknologi Ramah Lingkungan untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan, yang terukur, terverifikasi dan mengikuti Sistem Ekolabel Indonesia sesuai PermenLH no. 02 Tahun 2014 tentang Pencantuman Logo Ekolabel.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Ir. Noer Adi Wardojo, MSc,
Asisten Deputi Standarisasi dan Teknologi Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp/Fax. 021 – 8584638,