Penghargaan Model Sekolah Adiwiyata 2006

Jakarta, 12 juni 2006 . Bertempat di Hotel Haris diadakan penyerahan sertifikat kepada 10 sekolah yang masuk sebagai Model Sekolah Adiwiyata 2006, yang terdiri dari 4 Sekolah Dasar, 3 Sekolah Menengah Pertama dan 3 Sekolah Menengah Atas yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-22/SES/LH/06/2006 tentang Model Sekolah Adiwiyata [...]

12 Jun 2006 15:59 WIB

Jakarta, 12 juni 2006 .

Bertempat di Hotel Haris diadakan penyerahan sertifikat kepada 10 sekolah yang masuk sebagai Model Sekolah Adiwiyata 2006, yang terdiri dari 4 Sekolah Dasar, 3 Sekolah Menengah Pertama dan 3 Sekolah Menengah Atas yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-22/SES/LH/06/2006 tentang Model Sekolah Adiwiyata tanggal 6 Juni 2006.

Kesepuluh Model Sekolah Adiwiyata ini mewakili beberapa Provinsi se-Jawa. Dari Provinsi Banten terpilih SMAN 4 Pandeglang, Provinsi DKI Jakarta terpilih SD Citra Alam Ciganjur, Provinsi Jawa Barat terpilih SDN Pakujajar Cipta Bina Mandiri (Sukabumi), SMPN 2 Ciamis, dan SMAN Mandirancan, Kuningan. Sedangkan dari D.I. Yogyakarta terpilih SDN I Ungaran. Yang terakhir dari Provinsi Jawa Timur terpilih SDN Kampung Dalem I (Tulungagung), SMPN 1 Kedamean, SMPN 4 (Gresik), dan SMAN 1 Gondang, Mojokerto.

Program Adiwiyata yang mulai dilaksanakan tahun 2006 ini adalah tahap uji coba untuk mencari Model Sekolah Adiwiyata khusus untuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah Jawa. Tahun 2007 Program Adiwiyata akan diberlakukan secara Nasional di seluruh Indonesia dan tetap akan melalui tahap seleksi yang sama. Dapat dibayangkan bahwa jumlah sekolah-sekolah yang berpartisipasi akan lebih banyak dibandingkan tahun ini. Untuk mewujudkan hal tersebut Kementerian Negara Lingkungan Hidup akan merangkul lebih banyak lagi mitra untuk turut secara bersama-sama menyukseskan implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup melalui Program Adiwiyata ini.

Dalam kata sambutannya, Sudarijono, Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan Dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan bahwa Tropi Adiwiyata bukanlah tujuan akhir dari Program Adiwiyata, melainkan yang lebih penting adalah keberlanjutan Program Adiwiyata yang berlangsung di sekolah yang bersangkutan sehingga lebih mengoptimalkan peran dunia pendidikan dalam pelestarian lingkungan hidup. Selanjutnya sekolah-sekolah yang nantinya mendapatkan Tropi Adiwiyata, diharapkan akan menjadi contoh dan turut menjadi pembina bagi sekolah-sekolah yang berada di sekitar lingkungannya.

Selain Sudarijono, acara ini dihadiri pula oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departeman Pendidikan Nasional, Para Kepala Sekolah Model Sekolah ADIWIYATA, Para Asdep di lingkungan Deputi VI Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Para Tim ADIWIYATA.  

Pada akhir sambutannya Sudarijono mengharapkan Pendidikan Lingkungan Hidup perlu ditanamkan sejak dini, mulai dari tingkat kelompok bermain hingga tingkat sekolah menengah atas. Hal ini sangatlah penting dan fundamental, bukan hanya dari aspek penyadaran saja namun yang sangat diutamakan adalah bagaimana melalui Pendidikan Lingkungan Hidup dapat merubah sikap dan perilaku siswa dan masyarakat pada umumnya untuk dapat menghargai lingkungannya. Untuk itu, mulai saat ini adalah kesempatan untuk berbenah dan menata kembali dalam mengembangkan baik kebijakan, kurikulum, partisipasi warga sekolah, maupun sarana dan prasarana sekolah.

Dengan menanamkan Pendidikan Lingkungan Hidup sejak dini semoga dapat mewujudkan kesadaran dan kedisiplinan siswa, membuahkan budaya bersih dan sehat, serta munculnya perilaku-perilaku dan upaya-upaya pelestarian lingkungan, penghijauan serta perilaku hemat.

Informasi Lebih Lanjut:

Asdep Edukasi dan Komunikasi.
Telp: 021 8517184 atau 8580087
e-mail: edukom@menlh.go.id

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor