KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

hulu22.jpgLombok Timur, 1-2 Mei 2007.  Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat bekerjasama dengan Yayasan Penelitian Pengembangan dan Pengawasan Pembangunan Regional (YP4KR), melakukan kegiatan pengkaderan lingkungan masyarakat pedesaan kawasan hulu dan hilir di Propinsi NTB pada tanggal 1-2 Mei 2007. Kegiatan yang dibuka oleh perwakilan dari Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan bertujuan selain membangun kader-kader lingkungan pada kawasan hulu dan hilir Kabupaten Lombok Timur, juga meningkatkan motivasi dan membangun komitmen masyarakat melalui kesadaran kolektif untuk melakukan pembelaan terhadap lingkungan hidup, di samping revitalisasi kearifan lokal sebagai gerakan moral dan etika lingkungan  dalam perubahan perilaku serta sikap melalui pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya.

Kegiatan yang diikuti 100 orang kader (hulu-hilir), yang berasal dari perwakilan 7 desa hulu dan hilir, lebih difokuskan kepada penyelamatan lahan-lahan kritis dan sumber mata air di 2 kawasan itu. Permasalahan lingkungan di kawasan hulu yang cukup menonjol selama ini adalah masalah kerusakan lahan. Kita dapat saksikan luas kawasan hutan di Pulau Lombok seluas 146.022 ha yang sebagian besar telah mengalami degradasi. Dampak dari kondisi ini adalah bertambahnya luasan lahan kritis dan penurunan debit air. Berdasarkan data dan informasi, dari 3 sungai besar yang berada di lombok dalam kurun waktu 8 tahun terakhir telah mengalami penurunan debit yang cukup besar. Sebagai contoh Daerah Aliran Sungai DAS) Menanga mengalami defisit air  402,58 juta m3/tahun. Kondisi serupa juga terjadi di  wilayah sub DAS Pohgading Sunggen dan Sub DAS Labuhan lombok yang telah mengalami defisit air mencapai 116.121.253 m3/tahun berdasarkan data tahun 2004. Dan pada tahun 2015 diperkirakan defisit air akan mencapai 1.277.333.783 m3. Dengan kondisi tersebut  DAS Menanga ditetapkan sebagai DAS yang paling kritis. Belum lagi bencana alam banjir yang dapat terjadi sebagai dampak kerusakan lahan atau penggundulan (illegal loging) hutan di mana Lombok  Timur tercatat telah mengalami bencana banjir bandang pada tahun 2006 lalu.

hilir22.jpgMasih berdasarkan data dan informasi, lebih dari 85 sumber mata air yang berasal dari kawasan Gunung Rinjani saat ini sebagian besar telah hilang atau dalam keadaan mati suri, di sampaing tidak kalah banyaknya yang mengalamipenurunan debit air, seperti mata air Aik Nyet di Desa Sesaot. Terjadinya lahan kritis tentu saja  cepat atau lambat akan menimbulkan  dampak lanjutan yang sangat merugikan masyarakat, baik dalam berbagai aspek sosial maupun ekonomi. Sedangkan di kawasan pesisir sendiri masalah yang sangat menonjol adalah menyangkut abrasi pantai dan juga penambangan pasir besi yang telah mempengaruhi kondisi lingkungan disekitarnya.

Kader-kader lingkungan yang terbentuk di tingkat desa tersebut tersebar di 2 Kecamatan, antara lain pada kawasan hulu yang berada di Kecamatan Pringgabaya, yaitu Desa Poh Gading, Kerumut, Pringgabaya dan Labuhan Lombok. Sedangkan pada kawasan hilir yang berada di Kecamatan Suele antara lain Desa Suele, Sapit dan Perigi. Upaya yang akan dikembangkan lebih lanjut dalam proses pemberdayaan masyarakat ini adalah melakukan fasilitasi kelompok masyarakat  melalui pengelolaan sumberdaya alam berbasis komunitas pada desa binaan di 2 kecamatan tersebut (desa binaan akan dipilih berdasarkan komitmen dan motivasi yang berkembang di masyarakat) dengan pembibitan tanaman multi fungsi, yang nantinya akan dilakukan penanaman pada lahan-lahan kritis di kedua kawasan tersebut sebagai upaya konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada kegiatan pengkaderan ini juga di berikan stimulasi bibit tanaman sebagai suporting awal KNLH dan YP4KR sebanyak 2.000 pohon multi fungsi.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengkaderan lingkungan masyarakat pedesaan kawasan hulu dan hilir didukung oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Propinsi NTB, LSM Flatform, FKM2P dan PPLH Regional Bali. 

Sumber :

Assiten Deputi urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan
Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan
Pemberdayaan Masyarakat
Gedung B Lantai 5, Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Kebon Nanas,
JAKARTA TIMUR
Telp. 021-852032
Fax. 021-8580087