KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

lampung_one.jpgSetelah Kabupaten Lampung Tengah dan Tanggamus dilakukan pengkaderan lingkungan beberapa waktu yang lalu bagi masyarakat kawasan hulu dan hilir, kali ini giliran Kabupaten Lampung Timur yang merupakan bagian dari program kegiatan pemberdayaan masyarakat pedesaan dan merupakan bagian rencana kerja poros Sumatera. Upaya pengkaderan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat guna menumbuhkan gerakan pembelan terhadap lingkungan, diselenggarakan di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Bandar Negeri dan Kecamatan Pasir Sakti.

Di Kabupaten Lampung Timur ini pemberdayaan masyarakat di fokuskan kepada masyarakat di kawsan hilir. Kegiatan ini diselenggarakan juga karena adanya respon positif masyarakat yang telah tumbuh dan kesadaran kolektif dari masyarakat yang berkeinginan untuk melakukan pelestarian lingkungan pesisir di sekitar mereka.

Isu lingkungan utama yang berkembang adalah menyangkut persoalan abrasi pantai dan instrusi air laut yang terjadi di 2 (dua) kecamatan tersebut.

Untuk di Kecamatan Bandar Negeri abrasi dan intrusi air laut terjadi dikarenakan tidak adanya daerah penyangga pada sepadan pantai, sehingga gelombang pasang yang terjadi telah mengakibatkan pengikisan lahan-lahan tambak tradisional masyarakat dan instrusi air laut. Dalam beberapa tahun terakhir lahan-lahan tambak tradisional masyarakat yang telah mengalami abrasi sejauh 500 meter dari garis pantai.

Sedangkan untuk Kecamatan Pasir Sakti, abrasi yang terjadi disamping disebabkan karena tidak adanya daerah penyangga pada sepadan pantai, percepatan proses ini juga dikarenakan adanya penambangan pasir di kecamatan tersebut dalam skala yang cukup besar. Penambangan ini bukan saja menimbulkan bekas-bekas galian (paska penambangan) yang tidak terkelola dengan baik, juga telah menyebabkan percepatan intrusi air laut ke darataan.

lampung_two.jpgMelalui upaya pengkaderan  ini, dimungkinkan untuk terus dapat menumbuhkan motivasi dan komitmen masyarakat dalam membangun gerakan pembelaan-pembelaan masyarakat terhadap lingkungan, khususnya lingkungan pesisir disekitar masyarakat kecamatan tersebut. Minimal gerakan ini dapat menahan laju kerusakan yang terjadi.

Bermitra bersama Universitas Lampung (UNILA) dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Lampung Timur kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Kelompok Mayarakat  melalui Peran Kelompok Masyarakat Dalam Pengelolaan lingkungan di Kawasan Hilir