KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Diawali dengan kegiatan “Gerakan Masyarakat dalam PLH” di wilayah pesisir Propinsi Banten pada medio 2004 lalu, dengan bermitra bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH) melakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kader lingkungan yang berjumlah 40 orang, yang terdiri dari beberapa kalangan, seperti LSM, tokoh masyarakat, organisasi profesi dan sebagainya. Kemudian dalam perkembangnya kader-kader itu membentuk satu wadah yang bernama “Forum Kader Peduli Lingkungan” (KAPEL). Forum yang terbagi menjadi 2 (dua) wilayah kerja, yaitu Utara yang terdiri dari Kabupaten Tangerang, Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan wilayah Selatan terdiri dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Dalam proses pemberdayaan masyarakat satu hal yang terpenting adalah “maintenance”, yang dimaksudkan guna menjaga kontinuitas gerakan, sehingga kader yang telah terbentuk dan memiliki komitmen dapat terjaga kualitas yang memungkinkan untuk terus menumbuhkan kuantitas anggota dan gerakannya sebagai “multiplier effect”, karena tumbuhnya kader sebagai motivatoris. Selama ini pemberdayaan melalui pendekatan “hit and run” (hanya mengutamakan ceremonial) di banyak tempat selalu mengalami kegagalan karena tidak adanya keberlanjutan dan pembinaan terhadap fokus kegiatan dan kader yang telah terbentuk.

Bersama KMNLH, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang dan UNTIRTA-Banten, pada tanggal 25 Juni 2005 dilakukan penguatan kader peduli lingkungan di wilayah pesisir Tanjung Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Kegiatan yang diprakarsai oleh kader-kader lingkungan ini, sekaligus adalah merupakan upaya “maintenance” dari kegiatan pengkaderan sebelumnya, dan juga komitmen untuk terus melakukan pembinaan kader-kader yang telah terbentuk dalam menjaga keberlanjutan gerakan-gerakan kependulian terhadap lingkungan wilayah pesisir. Pembinaan terhadap PALAPA TANJUNG PONTANG yang merupakan forum kepemudaan yang memfokuskan diri terhadap penanganan penanganan masalah lingkungan pesisir (terutama masalah abrasi yang banyak disebabkan karena pengalihan fungsi lahan) di wilayahnya, memiliki anggota sebanyak 40 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pemuda, adalah merupakan “multiplier effect” dari forum KAPEL wilayah Utara. Penguatan kader lingkungan yang mengusung aktivitas real lapangan dengan melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove untuk melengkapi penanaman sebelumnya sekitar 6.000 yang dilanjutkan dengan dialog antara Deputi MENLH Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, MUSPIKA (Camat, Dandim, Kapolsek), DPD setempat dan anggota forum, diharapkan dapat menumbuhkan lebih banyak lagi gerakan-gerakan serupa dan juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang sehat dan baik, serta mencoba mengaitkan antara penyelamatan lingkungan dan kebijakan pengelolaannya di tingkat lokal. Sedangkan KAPEL wilayah Utara yang berlokasi di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang telah lebih dahulu melakukan gerakan penyelamatan abrasi dengan menanam 10.000 mangrove pada tahun sebelumnya di Pulau Cangkir yang sampai dengan saat ini masih terus mengembangkan gerakan tersebut.

Informasi lebih lanjut :
Asisten Deputi Urusan Masyarakat Pesisir
Dan Laut
Telp. (021) 85900225
Fax. (021) 8580087